Seks Bebas Dongkrak Jumlah Penderita HIV


Senin, 26 Januari 2015 - 18:59:32 WIB
Seks Bebas Dongkrak Jumlah Penderita HIV

Menurut Rosnini, meningkatnya kasus AIDS, karena kasus HIV yang ditemukan 5 tahun sebelumnya, yang kemudian menjadi AIDS.  “AIDS merupakan penyakit yang berasal dari virus HIV. Virus HIV membutuhkan waktu 5 tahun menjadi AIDS,” ujarnya ditemui Haluan di ruang kerjanya, Senin (26/1).

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

Ia membeberkan, untuk HIV, temuan kasus HIV terbaru, lebih banyak disebabkan oleh hubungan seks. Sementara kasus HIV yang lama, disebabkan oleh penggunaan jarum suntik narkoba yang dipakai secara bergantian oleh pemakai.

Saat ditanya kabupaten/kota mana penduduknya paling banyak mengidap HIV/AIDS, Rosnini tidak mau men­yebutkan detail datanya. “Di setiap kabupaten/kota di Sumbar ditemukan kasus HIV/AIDS. Kami sudah mem­beritahu semua pemerintah daerah mengenai data tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

Namun yang pasti, kata Rosnini, angka kasus tersebut terbanyak di Kota Padang karena jumlah penduduknya terbanyak daripada kabupaten/kota lain di Sumbar, dan pusat pelayanan kesehatannya di Padang, yakni di RSUP M. Djamil.

Untuk menekan angka penderita HIV/AIDS di Sumbar, pihaknya membentuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di setiap kabupaten/kota. KPA terus menyosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS, cara pencegahannya, gejala yang dialami seseorang apabila mengidap HIV/AIDS, dan sebagainya.

Baca Juga : Jumlah Penerima BST di Padang Berkurang 2 Ribu KPM

“Apabila masyarakat mengetahui bahwa dirinya atau orang lain seperti mengidap gejala HIV/AIDS, maka jangan sungkan untuk mendatangi unit pelayanan pelayanan konseling yang terdapat di semua rumah sakit daerah dan beberapa puskesmas,” sebut Rosnini.

Sementara itu, Ketua Umum Ma­jelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Sumbar, Syamsul Bahri Chatib, pri­hatin sekaligus malu mendengar data tingginya angka penderita HIV/AIDS di Sumbar.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

“Dengan tingginya angka pen­derita HIV/AIDS, apalagi di­sebab­kan oleh hubungan seks, berarti masyarakat Sumbar masih banyak melakukan perbuatan menyimpang. Sebagai daerah yang berfalsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, ini merupakan aib besar,” sebutnya. (h/dib)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]