PPP Usung Epyardi, Demokrat Jajaki PKS


Senin, 26 Januari 2015 - 19:02:19 WIB
PPP Usung Epyardi, Demokrat Jajaki PKS

Ia mengatakan bahwa PPP dalam pilkada harus berkoalisi dengan partai lain, penjajakan dengan partai Gerindra dan NasDem telah dilakukan dalam mengusung bakal calon gubernur Sumbar nantinya.

Baca Juga : Waspada, Ditemukan Rhodamin B di Cendol Delima Pasar Bandar Buat Padang

“Partai tidak bisa mengajukan calon sendiri, dan harus berkoalisi dengan partai lain karena jumlah kursi di DPRD Sumbar tidak men­cukupi 13 kursi,” ulasnya.

Ketika ditanyakan soal bakal calon wakil gubernur nantinya, ia menga­takan nanti tergantung dari hasil keputusan koalisi partai. Dika­takan juga, hingga sekarang pihaknya terus berkomunikasi dengan partai lain.

Baca Juga : Di Tengah Guyuran Hujan, Wako Hendri Septa Jemput Keluarga Penerima Bedah Rumah

Ia mengatakan, walaupun Per­ppu nomor 1 tahun 2014 tentang pilkada serentak telah diterima oleh pusat, namun ada beberapa peru­bahan dalam Perppu tersebut. Ka­rena DPR masih membahas Perppu soal calon wakil gubernur maupun wakil walikota apakah akan satu paket atau terpisah.

Terkait adanya dua kubu di PPP  Epyardi Asda menyatakan bahwa, PPP sekarang ini tidak ada lagi konflik, kedua kubu telah sepakat untuk berdamai. Untuk pencalonan dirinya sebagai calon Gubernur Sumbar tidak menjadi persoalan, yang akan menandatangai yakni Ketua serta sekretaris PPP Sumbar.

Sementara itu, Ketua Deawan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumbar Joserizal Zein meyakini bahwa Pilkada serentak akan diselenggarakan tahun 2016, meski Perppu nomor 1 tahun 2014 tentang Pilkada serentak telah dite­rima oleh DPR-RI.

“Meski sudah diterima DPR, namun isi undang-undangnya akan direvisi lagi. Untuk itu kami yakin pilkada dilangsungkan tahun 2016. Tadi ada berita di koran saya baca bahwa ada kemungkinan pilkada ditunda hingga 2016,” jelas ketua partai bentukan mantan Presiden SBY ini saat dihubungi via tele­phone, Senin (26/1).

Terkait kesiapan partai untuk menghadapi pilkada serentak, dia mengatakan Partai Demokrat selalu siap, karena partainya memang sudah melakukan persiapan sudah jauh-jauh hari. Untuk menyaring figur yang akan diusung, demokrat sudah membentuk tim untuk itu.

Namun hingga sekarang pene­rimaan bakal calon (balon) itu baru diumumkan secara lisan saja. Kalau secara resmi, pihaknya belum mau karena masih ingin menunggu hasil revisi UU pilkada. Meski demikian Partai Demokrat sudah memetakan beberapa figur yang akan diusung untuk pilgub atau pilbup dan pil­wako di Sumbar.

“Soal figur, kita di Partai Demo­krat punya banyak sekali yang akan diajukan sebagai kepala daerah. Tapi dari yang banyak itu perlu diseleksi nantinya,” ulasnya.

Kendati demikian khusus untuk mengikuti pilgub, Partai Demokrat tidak bisa mengajukan calon sendiri, tapi harus berkoalisi dengan partai lain karena jumlah kursi di DPRD Sumbar tidak cukup 13 kursi. Ia mengaku timnya sudah melakukan pendekatan dengan sejumlah partai. Untuk Partai-partai apa saja, ia belum bisa menyebutkannya.

Ketika ditanya tentang isu Partai Demokrat akan berkoalisi dengan PKS, dia mengjawab itu bisa saja terjadi. Namun demikian kalau dikatakan sudah pasti akan ber­koalisi, juga tidak bisa. “Kawan-kawan di DPRD Sumbar memang sudah melakukan komunikasi awal dengan anggota DPRD dari PKS, tapi baru sebatas penjajakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Sumbar, Trinda Farhan mengatakan, untuk menghadapi pilkada pihaknya sudah siap sejak jauh hari. Soal balan calon pihaknya sudah ajukan tiga nama ke DPP. Namun demikian dia tetap menunggu dulu hasil revisi Undang-undang pilkada yang sedang dibahas DPR-RI.

“Soal koalisi, hingga sekarang kita terus berkomunikasi dangan teman-teman (partai) lain,” ujarnya.

Dikatakan juga, tentang kede­katannya dengan Partai Demokrat, Trinda menjawab dekatnya tidak hanya dengan Demokrat, tapi juga dengan Partai Gerindra, PPP dan lainnya. (h/mg-rin)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]