Polres Bukittinggi Ungkap Pencuri Batu Cincin


Senin, 26 Januari 2015 - 19:04:47 WIB
Polres Bukittinggi Ungkap Pencuri Batu Cincin

“Mereka ditangkap pada Kamis 22 Januari 2015 di rumah mereka masing-masing. Awalnya, pelaku It yang di­tang­kap, lalu disusul Kacak. Mereka adalah pemain baru di Kota Bukittinggi,” ujar Albert Zai, Senin (26/1).

Baca Juga : Antisipasi Karhutla, Sumbar akan Tambah Alat Gurdian

Albert Zai menjelaskan, penangkapan itu dilakukan setelah korban bernama Dona yang berjualan di kawasan Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) atau Ke­bun Binatang Bukittinggi, melaporkan terjadinya pen­curian di kedainya pada 18 Januari 2015 lalu.

Atas laporan itu, polisi kemudian membuka rekaman kamera pengintai atau kamera cctv yang terpajang di kawasan kedai korban. Namun polisi kesulitan mengenal wajah pelaku, karena dalam rekaman hanya tampak bayangan pen­curi yang masuk kedai. Kamera cctv tersebut tidak dilengkapi teknologi infrared, sehingga tidak bisa melihat pelaku di saat tak ada penerangan.

Baca Juga : Kualitas Udara di Sumbar Masih Kategori Sangat Baik

Meski demikian, polisi tak cepat putus asa. Dari hasil rekaman alaka­darnya, polisi kemudian mem­perli­hatkan rekaman itu kepada peda­gang dan warga sekitar. Beruntung, di antara warga itu, ada yang menge­nal ciri-ciri pelaku. Informasi ber­har­ga itu kemudian dikem­bangkan dan akhirnya pelaku pencurian itu bisa diringkus tanpa perlawanan. Pelaku dijerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Kasus pencurian batu cincin ini bukan kali pertama yang terjadi di kawasan hukum Polres Bukittinggi. Dari data Satuan Reskrim Polres Bukittinggi, Polres Bukittinggi juga menangani dua kasus sama se­panjang 2015 ini. Kondisi ini diha­rapkan menjadi pelajaran bagi pedagang dan pecinta batu cincin untuk terus mewaspadai aksi pen­curian batu cincin yang bisa saja mengintai sepanjang hari.

Baca Juga : Komunitas Bonsai Terbentuk, Solsel Miliki Tanaman Endemik Khas

“Sebelumnya, pencurian batu cincin juga terjadi di kawasan Shang­rilla Bukittinggi yang membuat korban mengalami kerugian sebesar Rp100 juta. Pada 15 Januari 2015 lalu, kami juga menangkap seorang pelaku pencurian yang mencuri beberapa batu cincin di kawasan Simpang Taluak Bukittinggi,” jelas Albert Zai.

Jambret dan Curanmor

Baca Juga : Cuaca Besok di Sumbar Cerah hingga Berawan, Namun Ada Potensi Hujan Ringan

Tak hanya menangkap pelaku pencurian batu cincin, Polres Bu­kittinggi juga berhasil meringkus seorang pelaku pencurian sepeda motor (curanmor), serta tiga pelaku jambret dan pencurian dengan pem­beratan (curat).

Untuk kasus curanmor, polisi menangkap seorang anak di bawah umur berinisial HS (17) pada Sabtu 24 Januari 2015. Pelaku adalah warga Teluk Bayur Padang yang ditangkap oleh polisi saat berada di rumah bapak angkatnya di kawasan Baso-Agam.

“Dari pengakuan pelaku, Ia telah mencuri sepeda motor sebanyak empat kali di Kota Bukittinggi. Terakhir, pelaku mencuri sepeda motor jenis Mio milik Slamet (40), warga Guguak 50 Kota di kawasan Aur Kuning, tempat kerja korban. Pelaku membawa kabur sepeda motor korban yang kebetulan kor­ban waktu itu lupa mengunci sepeda motor, sehingga kuncinya berada di motor,” jelas Albert Zai.

Sementara itu, untuk kasus jambret dan curat, polisi menangkap tiga pelaku, di antaranya bernama Tri Yogi Saputra (30), Kevin Berizo (24) dan Nanda Saputra (21), yang se­muanya warga Kota Bukittinggi.

Dari tangan pelaku, polisi me­nyita satu unit telepon genggam hasil jembret pelaku di kawasan Simpang Tembok Bukittinggi, serta satu unit sepeda sport yang dicuri di kawasan Pasar Pagi Birugo Bukittinggi. (h/wan)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]