Parpol di Bukittinggi Tak Bisa Usung Calon Sendiri


Selasa, 27 Januari 2015 - 18:50:27 WIB
Parpol di Bukittinggi Tak Bisa Usung Calon Sendiri

Dalam mengusung balon walikota itu, Ismunandi men­jelaskan, Partai Gerindra akan membuka pendaftaran balon walikota, baik dari kader Par­tai Gerindra sendiri maupun dari tokoh atau kalangan ma­syarakat.

Baca Juga : Gubernur Janji Beri Tunjangan ke 4 Orang Penghafal Alquran 30 Juz PontrenMu Kauman Padang Panjang

“Kalau dari kader Partai Gerindra, yang berpotensi besar masuk bursa balon itu adalah Ketua DPC alias saya sendiri, serta Ketua DPRD Bukittinggi Benny Yusrial. Namun tidak tertutup ke­mung­­kinan ada kader lainnya yang akan dipilih, karena finalisasinya ada di tangan DPP. Saat ini, kami masih menunggu petunjuk pelak­sanaan (juklak) dari pu­sat,” jelas Ismunandi Sofyan.

Ismunandi melanjutkan, dalam mengusung balon wali­kota, Partai Gerindra lebih mengutamakan kader sendiri, dari pada kader dari partai lain. Artinya, tipis peluang buat kader dari partai lain untuk diusung Partai Gerindra men­jadi balon walikota.

Baca Juga : Menginspirasi! Mahasiswa Solsel Layak Jadi Duta Petani Mileneal Berkat Usaha Itik Petelur

Terkait kemungkinan di­tun­juknya Ade Rezki Pratama yang saat ini duduk di Komisi V DPR RI ditarik menjadi balon walikota, menurut Is­munandi, peluang itu juga tipis, mengingat Ade Rezki adalah kader terbaik Partai Gerindra yang dititipkan di tingkat pusat.

“Ade Rezki lebih bisa ba­nyak berbuat jika berada di DPR RI. Ade adalah figur yang selalu diperbincangkan karena masih muda, berpotensi, serta memiliki misi dan visi yang luas. Jadi rasanya tidak mung­kin Ade Rezki ditarik untuk menjadi balon walikota Bukit­tinggi,” ungkap Ismunandi.

Baca Juga : Jelang Ramadhan, Kaum Kerajaan Sungai Kambut Dharmasraya Gelar Goro Bersama

Sementara itu, Partai Gol­kar Bukittinggi juga berencana untuk mengusung balon wali­kota dari kader Partai Golkar sendiri. Meski demikian, Par­tai Golkar Bukittinggi tetap melakukan penjaringan bagi masyarakat yang ingin menjadi balon walikota.

“Kami baru melakukan rapat dengan KPU Bukittinggi pada Rabu (28/1) ini. Setelah itu, baru kami membicarakan teknis dan jadwal penjaringan bakal calon itu,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Kota Bu­kit­tinggi, Trismon, Selasa (27/1).

Baca Juga : PDSKJI Bersama FK Unand dan IDI Sumbar Gelar Webinar: Bahaya Kecanduan Game Online, Napza dan Pornografi Mengintai Generasi Z

Meski berkeinginan untuk mengusung bakal calon sen­diri, namun Trismon belum bisa memastikan partai mana saja yang akan diajak ber­koalisi. “Untuk hal itu, kami akan menunggu petunjuk dari DPD Partai Golkar Sum­bar. Apakah nanti berkoalisi de­ngan partai dalam Koalisi Merah Putih (KMP) atau yang lainnya. Kita lihat saja nanti. Yang jelas, sebagai suara partai terbanyak kedua di Bukit­ting­gi, kami berkei­nginan un­tuk mengusung bakal calon dari Partai Golkar,” tegas Trismon.

Sebagaimana diketahui, Partai Gerindra, Partai De­mok­rat dan Partai Golkar pada Pilleg 2014 lalu, masing-ma­singnya mendapat empat jatah kursi di DPRD Bukit­tinggi. Sementara PKS, PAN dan PPP, masing-masingnya hanya men­­­­dapatakan jatah tiga kursi. Sedangkan Partai Nas­dem, PKB, PDIP dan Partai Hanura masing-masingnya hanya ber­hasil meraih pero­lehan satu kursi.

Sementara dari hasil pero­lehan suara sah Pemilu anggota DPRD Kota Bukittinggi pada tahun 2014 lalu, Partai Gerin­dra meraih suara terbanyak dengan perolehan 15,99 per­sen suara. Disusul Partai Gol­kar 15,28 persen, Partai De­mokrat 14,67 persen, PPP 13,16 persen, PAN 11,90 per­sen dan PKS 8,71 persen.

Sedangkan Partai Nasdem yang berada di posisi ketujuh, hanya meraih 5,14 persen suara, disusul Partai Hanura 4,48 persen, PBB 3,57 persen, PKB 3,20 persen, PDIP 2,95 persen dan PKPI 0,96 persen. (h/wan)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]