Masyarakat Diajak Olah Lahan Kosong Jadi Produktif


Rabu, 28 Januari 2015 - 18:54:27 WIB
Masyarakat Diajak Olah Lahan Kosong Jadi Produktif

Pada kesempatan bu­pa­ti juga mengajak para penyu­luh pertanian agar setiap hari turun ke kebun-kebun coklat masyarakat untuk mem­ber­i­kan pencerahan dan arahan menanam kakao dengan benar.

Baca Juga : Kadis Dukcapil Kabupaten Pessel Lakukan Sidam ke Unit Kerja Layanan di Kecamatan

“Mari kita manfaatkan lahan yang kurang produktif kita buat kebun kakao. Insya Allah Pemda akan men­du­kung sepenuhnya,” kata bupati yang meraih penghargaan Sat­ya Lencana Kebakhtian sosial beberapa waktu lalu.

Dikatakan bupati, merawat coklat sama seperti merawat seorang anak, tanaman coklat perlu dirawat, dipangkas, dipu­puk dan dijaga dari serangan hama. Jika kakao berku­ali­tas tentunya akan me­ning­katkan harga jual.

Baca Juga : Distanhortbun Laksanakan Rakor dan Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Triwulan I

Menurut bupati, prospek kakao sangat cerah saat ini saja harga kakao lebih kurang Rp 30 ribu per kilo. Artinya jika masyarakat pergi ke pasar menjual lima kilo kakao akan dapat menunjang perekono­mian masyarakat. Tinggal kemauan dan kerja keras dari masyarakat untuk mau ber­tanam kakao secara baik dan benar,” kata bupati yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Melihat keseriusan Gapok­tan Suka Fajar, Ali Mukhni optimis menjadikan kebun coklat di Koto Bangko, Sungai Geringging sebagai pilot proyek penanaman coklat di Padang Pariaman, bahkan menjadi salah satu terbaik di Sumatera Barat.

Baca Juga : BPJS Kesehatan Bermanfaat Bagi Pengobatan Lansia

Sementara itu Kepala Di­nas Pertanian Peternakan dan Kehutanan Yurisman yang dihubungi Haluan, Senin (26/1) mengatakan bahwa luas lahan kebun kakao lebih ku­rang 20.000 hektar. Ia be­kerjasama dengan penyuluh pertanian mengadakan ob­servasi dilapangan secara rutin agar kako yang dihasilkan benar-benar bermutu dan berkualitas.(h/ded)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]