Ivanovic dan Courtois Buyarkan Mimpi The Reds


Rabu, 28 Januari 2015 - 19:02:05 WIB
Ivanovic dan Courtois Buyarkan Mimpi The Reds

Tapi sayangnya dari sekian banyak peluang Liverpool itu hanya satu yang berbuah gol Raheem Sterling di leg pertama. Selebihnya Liverpool patut mengutuki keti­dakmampuan mereka merun­tuhk­an tembok tebal The Blues, Thi­baut Courtois.

Baca Juga : 20 Pemilik Klub Olahraga Terkaya di Dunia 2021 versi Forbes

Manajer Chelsea, Jose Mou­rinho, puas betul dengan keme­nangan Chelsea di semifinal Piala Liga Inggris. Sebabnya The Blues bisa menyingkirkan Liverpool yang dinilainya bermain amat bagus di dua leg. “Ini adalah tim Liverpool yang baru dan lawan yang sangat sulit. Jadi aku lebih senang karena kami mampu mengalahkan tim yang bermain sangat bagus di dua leg,” ujar Mourinho seperti dikutip BBC.

“Perbedaannya hanyalah pada gol yang seharusnya terjadi di waktu normal 90 menit. Di babak kedua kami menguasai pertan­dingan. Kabar baik kedua untukku hari ini adalah Ramiresku sudah kembali. Yang pertama adalah kami lolos ke final, tapi kami bisa memainkan Ramires lagi setelah dia berkorban dan bekerja keras selama ber­ming­gu-minggu,” de­mikian dia.

Baca Juga : Berikut 5 Pesepakbola Muslim Terbaik di Eropa saat Ini, Nomor 1 Tak Lupa Sujud Usai Cetak Gol

Liverpool sudah berusaha se­maksimal mungkin untuk bisa lolos ke final Piala Liga Inggris. Meski akhirnya gagal, Brendan Rodgers tetap menyanjung tinggi penampilan luar biasa anak asuh­nya melawan Chelsea.

“Saya pikir mereka tampil luar biasa. Jelas kami tim yang lebih baik di dua leg semifinal ini. Kami punya banyak kesempatan bagus untuk bikin gol tapi gagal semua. Saya tidak bisa berkata apapun selain sangat bangga karena para pemain sudah berusaha mak­si­mal,” ujar Rodgers seperti dikutip Sky Sports.

Baca Juga : Wasit El Clasico Mendadak Diganti, Ada Apa?

“Sangat sulit ketika mereka bikin gol karena para pemain sudah bekerja keras, menekan sepanjang laga, kami mengubah gaya bermain untuk bikin gol tapi saya berpikir bahwa peluang kami lolos mulai habis di periode itu,” sambung pria asal Irlandia Utara itu.

Leg kedua semifinal Piala Liga Inggris diwarnai beberapa insiden, termasuk dua handball pemain Liverpool yang seharusnya ber­buah penalti serta aksi tak terpuji Diego Costa yang dua kali me­nginjak pemain lawan.

Baca Juga : Timnas Indonesia akan Uji Coba dengan Afghanistan Mei Mendatang

Dimulai di menit ke-6 kala Lucas Leiva dianggap handball oleh pemain Chelsea saat meng­hadang tembakan Willian.Lalu berlanjut enam menit kemudian ketika Costa tertangkap kamera menginjak Emre Can, yang mem­buat Can sempat “panas” dan bersitegang dengan Costa serta manajer Chelsea, Jose Mourinho.

Kemudian ada lagi pelanggaran Martin Skrtel di menit ke-22 kala ia menghalangi pergerakan Costa dan membuat striker naturalisasi Spanyol itu terjatuh di kotak pe­nalti. Tapi lagi-lagi wasit me­nya­takan play on. Lagi-lagi Costa terlibat insiden ke­tika di perte­ngahan ba­bak kedua dia me­ngin­­jak kaki Sktrel saat bek Liverpool itu te­r­jatuh, usai mem­­­bu­ang b­­la te­ro­bo­san yang me­­nga­rah ke­­pada Co­s­ta. (h/mg-san)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]