Darizal Basir: Rp87 Miliar Sudah Masuk RAPBN Perubahan


Rabu, 28 Januari 2015 - 19:06:24 WIB
Darizal Basir: Rp87 Miliar Sudah Masuk RAPBN Perubahan

“Curah hujan memang ting­gi, namun ada persoalan lain yang dihadapi kawasan pinggir pantai di IV Jurai yakni se­jumlah pintu muara di sana sudah tertutup atau terjadi pendangkalan, inilah salah satu penyebab kenapa banjir sebe­sar itu bisa terjadi. Selama pintu muara tertutup atau dangkal maka air hujan mudah menggenang di kampung - kampung di atasnya dan se­waktu - waktu menimbulkan dampak besar seperti banjir bandang. Dan itu sudah diala­mi saudara kita yang tinggal di Tambang Nagari Salido Jumat lalu,” katanya.

Baca Juga : Sempat Dilaporkan Hilang, Pencari Kepiting di Pasaman Barat Hadang Badai hingga Ditemukan Selamat

Disebutkannya, mestinya untuk menghindari banjir yang tiba-tiba itu semua mulut mua­ra harus dibuka dan mampu menjadi tempat mengalirnya air hujan dan air dari hulu hingga mengalir ke laut. Peme­rintah daerah seharusnya men­jaga pintu muara agar tidak tertutup.

“Saya turut berduka atas musibah besar berupa banjir bandang di Nagari Salido dan Tambang Kecamatan IV Jurai. Dan saya telah mem­per­juang­kan penanganannya di DPR RI dan juga mem­bahasnya dengan Menteri PU. Dalam bentuk program pembangunan pe­ngendalian muara Batang Sali­d­o, pengaman pantai Sali­do dan Sago sepanjang 5 kilo­meter, Alhamdulillah usul kita ini telah masuk dalam rencana APBNP yang sedang dibahas saat ini. Jumlahnya mencapai Rp87 milyar. Reha­bilitasi dan rekonstruksi pasca banjir harus bertahap, dan masyarakat doakan usulan Rp87 milyar itu direa­lisasikan,” katanya.

Baca Juga : Banjir Bandang Tapan, Warga Memilih Tidur di Musala

Kerugian Rp18,5 M

Sementara itu Kepala BP­BD Pes­sel Pri Nurdin me­nye­butkan, kerugian akibat banjir bandang di Salido dan seki­tarnnya Rp18,5 milyar. Keru­gian terbesar disebabkan rusak­nya fasilitas umum. Selain itu diikuti oleh harta benda ma­syarakat yang dihondoh banjir bandang.

Menurutnya, fasilitas u­mum yang rusak dengan nilai hampir mencapai Rp12 milyar adalah terdiri dari jembatan, jalan dan prasarana dasar lain­nya di Na­gari Salido seki­tarnya. 15 jem­batan menga­lami rusak berat baik jembatan permanen mau­pun jembatan gantung. Jem­batan tersebut untuk saat ini diperingatkan untuk tidak diper­gunakan war­ga. “Selan­jut­nya 8 unit rumah hanyut de­ngan nilai sekitar Rp 800 juta, ternak ayam yang mati berjum­lah 4.690 ekor dengan nilai Rp200 juta, sawah gagal panen 132 hektar, kebun rusak 61 hektare. Total keru­gian Rp18,5 milyar,” katanya. (h/dn/har)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]