BNPB Harus Segera Kucurkan Bantuan


Rabu, 28 Januari 2015 - 19:06:52 WIB
BNPB Harus Segera Kucurkan Bantuan

Disebutkannya, kawasan rawan abrasi itu ada di Keca­matan Koto XI Tarusan, Ba­yang, Sutera, Lengayang, Ra­nah Pesisir, Linggo Sari­bagan­ti, Pancung Soal dan beberpa tempat lainnya. “Pada kawasan pantai, penduduk yang ber­mukim disana cukup banyak. Lalu kami sudah sampaikan jarak ideal membangun ruamh dari pantai,” katanya.

Baca Juga : Dilaporkan ke Polisi, Ketua Koperasi Sawit Datuk Nan Sembilan Bantah Langgar Aturan

Begitu pula daerah aliran sungai (DAS) juga jadi tempat tinggal favorit, tanahnya yang subur dan gembur cocok di­kem­bangkan jadi lahan per­tanian, namun masyarakat perlu juga mengetahui bahwa kawasan itu rawan bencana.

Dikatakannya, bila air pa­sang tiba maka kawasan terse­but akan menjadi sasaran amu­kan air. Kawasan yang menjadi sasaran abrasi adalah Pasir Putih Kambang, Pantai Salido hingga ke perbatasan Bayang, Muari Air Haji dan sejumlah tempat lainnya.

Baca Juga : Lima Pelajar SD di Tanah Datar Dihantam Bus, Empat Diantaranya Meninggal

Abrasi selama ini memang telah merusak pemukiman dan tanaman masyarakat. Pi­ha­k­nya, berencana akan me­lanjutkan pembangunan atau memasang batu pemecah ombak di titik titik tertentu. Selain untuk mengamankan amukan abrasi, maka langkah itu juga akan bermanfaat untuk mengurangi kekuatan ombak. “Namun yang terpenting ada­lah pemecah ombak juga ber­peran untuk mengurangi an­caman tsunami.

Ujang (45) warga Ujung Air Ampiang Parak salah se­orang korban abrasi kepada Haluan menyebutkan, ia setiap terjadi perobahan permukaan air laut selalu mengalami dam­paknya. Rumah bagian bela­kangnya rusak berat dengan kondisi runtuh. “Reruntuhan kali ini merupakan lanjutan dari reruntuhan sebelumnya,” ujar Ujang.

Baca Juga : Dinyatakan Tanpa Korban Jiwa, Kecelakaan Maut Sitinjau Lauik Renggut Nyawa Warga Dharmasraya

Menurutnya, untuk berjaga jaga dan menahan hantaman ombak ia memasang karung berisi pasir. Karung yang disu­sun bertumpuk tersebut meru­pakan salah satu alternatif sementara mengatasi ancaman abrasi.

Sebelumnya, Badan Nasio­nal Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui sejumlah kawasan pantai di Pessel perlu penanganan segera. BNPB segera lakukan kajian untuk merekonstruksi kawasan abra­si.Hal itu dikemukakan Kasi Penyelamatan Tanggap Dar­u­rat BNPB M Rozi saat turun ke Muara Kandis Selasa (27/1). Kasi Penyelamatan Tang­gap Darurat BNPB Pusat Rozi menyebutkan, saat ini BNPB berencana menganggarkan Rp 200 juta untuk korban banjir, tanah longsor di Pessel. Khu­sus untuk abrasi BNPB juga akan membantu namun ang­garannya perlu dihitung ulang lagi.  (h/dn/har)

Baca Juga : Kasus Persetubuhan Anak Marak di Kota Duri

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]