Anggota Dewan Dilarang Jadi Artis


Rabu, 28 Januari 2015 - 19:10:54 WIB
Anggota Dewan Dilarang Jadi Artis

Soal beberapa anggota yang masih aktif sebagai artis, Venna memandang itu bagian dari kebijakan partai politik masing-masing apakah mengizinkan kadernya tetap terjun di dunia hiburan.

Baca Juga : AHY Cs Absen di Sidang Mediasi Pertama, Kubu Moeldoko: Lecehkan Pengadilan

“Ini kan sifatnya biasanya kebijakan dari partai, biasanya adalah dari AD/ART-nya, biasanya ada komitmen juga dengan konstituennya, dedikasinya,” tandas Politikus Demokrat ini.

Hal senada, juga disampaikan anggota Komisi I DPR, Tantowi Yahya. Tantowi menyatakan setuju dengan wacana tersebut. Menurut dia, anggota dewan harus fokus menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. “Saya setuju. Sebaiknya ketika sudah terpilih menjadi anggota dewan, pekerjaan-pekerjaan sebelumnya seharusnya ditinggalkan,” harapnya.

Baca Juga : Partai Golkar Satu Suara Usung Airlangga Hartarto Jadi Capres

Terpisah, musisi sekaligus Anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah, justru punya tanggapan berbeda terkait wacana pelarangan anggota dewan untuk membintangi iklan, film dan sinetron. Menurutnya, apabila anggota dewan membintangi iklan dan film yang sarat edukasi hal tersebut boleh saja dilakukan.

“Menurut saya, Pasal 12 itu harus dijelaskan lagi. Yang tidak boleh seperti apa, kalau iklan komersial mendidik bagaimana? Terus kalau dalam penciptaan kegiatan seni yang komersial, menciptakan lagu enggak boleh,” kata Anang.

Selain Anang, Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul, juga menolak secara tegas wacana tersebut. Menurutnya, selama masih halal, sah-sah saja dilakukan. “Aku enggak setuju lah itu. Apabila pekerjaan sam­pingannya halal, kenapa dilarang,” kata Ruhut.

Tidak Bijaksana

Sementara itu Anggota Komisi X DPR Krisna Mukti, mengaku heran ada wacana pelarangan anggota DPR dalam membintangi film, iklan dan sinetron. Bahkan, dia menyebut aturan itu tidak bijaksana karena melarang seseorang untuk menuangkan ekspresinya dalam hal berkesenian.

“Itu satu hal yang tidak bijaksana, karena itu merupakan ekspresi kita dalam kesenian. Dan itu bagian dari hobi. Hobi masa’ dibatasi,” kata Krisna.

Krisna yang seorang artis ini menyarankan sebaiknya pelarangan tersebut dibatasi hanya untuk anggota dewan yang melakukan peran di film pornografi dan peran antagonis. “Kalau mau dibatasi lebih jelas. Misal berkaitan pornografi, atau menjadi penjahat. Harus lebih spesifik,” ketus Politikus PKB ini. (*/mdk)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]