Dua Pejabat Agam Terjerat Korupsi


Rabu, 28 Januari 2015 - 19:14:38 WIB
Dua Pejabat Agam Terjerat Korupsi

Dua tersangka itu merupakan pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam, pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabu­paten Agam, yaitu Kepala Bidang  Pe­nangkapan Pesisir dan kelautan, Mu­zakir, dan Kasi Pengendalian Mutu, Usman.

Baca Juga : Wagub Sumbar: Perencanaan Food Estate Masih Banyak Masalah, Butuh Pengawasan!

Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Ba­sung, Setyo Pranoto mengatakan, pe­nanahan dilakukan berdasarkan ke­leng­kapan alat bukti kerugian negara yang telah dikeluarkan BPKP sumbar. Dalam kasus tidak pidana korupsi ini, negara dirugikan lebih kurang Rp578.898.395.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan tempat pendaratan ikan, saat itu tersangka Muzakir selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Se­men­tara Usman selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK).

Baca Juga : Sinergitas Antar Rumah Sakit Bisa Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Sumbar

“ Pembangunan dermaga pendaratan tangkapan ikan dibagun pada tahun ang­garan tahun 2012 dengan dana lebih kurang Rp 1,3 miliar. Namun proyek tersebut terbengkalai. Dalam prosesnya kita sudah melakukan tahapan cukup lama, mulai dari penyelidikan, penyidikan, dengan men­datangkan banyak saksi,” ungkapnya.

Menurut Setyo Pranoto, dalam waktu dekat  kasus tersebut bakal dilimpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi. “ Prosesnya diharapkan bisa cepat, naik menjadi penuntutan. Selain itu kita juga masih memeriksa satu orang tersangka lagi, dengan inisial MM  selaku rekanan, dalam kegiatan tersebut,” jelasnya

Dikatakan  Setyo, atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 uu 31 tahun 99 jungto UU 20 tahun 2001, dengan ancaman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun. Penahanan Muzakir dilakukan berdasarkan, surat NO 162.N.3.21/FD.1/01/ 2015, tertanggal 28/1/2015, sementara surat penahanan Usman no 162.N.3.21/FD.1/01/ 2015, tertanggal 28/1/2015.

Ia menambahkan, selain itu pada 15 Januari kemarin Kejaksaan Negeri Lubuk Basung juga melakukan eksekusi putusan Mahkamah Agung, No 99k/sus/2008/1/1/20015 atas kasasi  Werli Hamdi, mantan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan tahun 2004. Yang ber­sang­kutan juga sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan kelas 2 B Padang Lang­sano, Lubuk Basung.

Sementara itu  kuasa hukum, tersangka, Yuswandi mengatakan, pasca penahanan pihaknya bakal terlebih dahulu memberitahukan pihak keluaraga. Selanjutnya, ia akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Kejaksaan Negeri Lubuk Basung.

“ Kami berharap kejaksaan bisa memberikan penangguhan penahanan kepada tersangka. Yang bersangkutan merupakan tulang punggung keluarga. Bapak Muzakir memiliki empat orang anak yang masih sekolah, dua orang masih kuliah, satu orang masih SMP dan satu orang lagi baru duduk di Sekolah Dasar,” ungkapnya. (h/yat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]