Kondisi Riau di Titik Terendah


Kamis, 29 Januari 2015 - 19:29:25 WIB
Kondisi Riau di Titik Terendah

Pokok-pokok pikiran dan rekomendasi FKPMR tersebut disusun setelah menampung pendapat dari berbagai elemen masyarakat dan kajian-kajian dari berbagai sumber, serta sumbangan pemikiran dari tokoh masyarakat, dalam per­te­muan silaturahmi pada tang­gal 21 November 2014 lalu. Tujuannya untuk meng­im­plemenasikan upaya-upaya menuju Riau lebih baik.

Baca Juga : Kolam Pemandian Hotwater Boom Solsel Tetap Buka, Satpol-PP Gelar Patroli

Tim perumus pokok-po­kok pikiran FKPMR, Edyanus H Alim mengatakan, pokok piki­ran yang dirumuskan oleh selu­ruh tokoh masyarakat Riau ini penting untuk segera dijalankan. Mengingat kondisi  di peme­rintahan Provinsi Riau sudah pada titik terendah, mulai dari keamanan, per­ekonomian, ma­rak­nya konflik, mem­priha­ti­kan­nya persoalan lingkungan, pendidikan, serta belum jelasnya APBD Riau 2015.

“Kita menginginkan dari pokok pikiran tokoh ma­sya­rakat Riau ini, Riau bisa pulih dari kondisi yang te­rendah sudah beberapa tahun ini kita alami. Untuk itu me­lalui pokok pikiran ini bisa menjadikan Riau lebih baik. Pada pertemuan seluruh tokoh yang berjumlah 120 tokoh masyarakat Riau, memintas agar hasil tersebut disampaikan ke­pada Plt Gubri,” terang Edyanus, yang juga didampingi tim peru­mus lainya, Syaf­rud­din Saan, di Kantor FKPMR Pekanbaru, Kamis (29/1).

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Sementara itu, ketua ha­rian FKPMR Al Azhar, me­nyambut baik pokok-po­kok pikiran dan rekomendasi yang telah dirumuskam oleh tim perumus dari FKPMR. Ada 8 rumusan yang harus menjadi pegangan bagi pemimpin Riau saat ini, untuk bisa dijalankan. Karena sampai saat ini belum ada langkah konkrit dari Pem­prov Riau dalam menye­le­saikan permasalahan besar yang terjadi di Riau.

“Setelah kita baca semua delapan butir polo pikiran ini mencakup semua persoalan besar yang terjadi di Riau. Untuk itu, bagi pimpinan di Riau ini harus bisa meny­elesaikan per­soa­l­an besar ini. Kita belum meli­hat ada lang­kah konkrit oleh pemerintah,” tegas Al Azhar.

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

Sementara itu terkait dengan mengenai isi dari poin 8 dari pokok pikiran yang berbunyi jika Annas Maamun sudah dinyatakan berhenti, dan Plt Gubernur Riau, Ars­ya­djuliandi Rachman diangkat menjadi Gubernur Riau. Ma­ka jabatan Wakil Gubernur Riau nanti tetap menge­depan­kan etika politik melayu yang santun dan berjati diri melayu.

“Kita memang tidak ada mengajukan calon wakil Gu­bernur. Siapapun yang ditun­juk wakil nanti hendaklah orang yang tumbuh dari tanah betuah melayu. Haruslah orang yang arif bijaksana dan piawai. Dalam waktu dekat ini kita akan menga­dakan perte­muan dengan Plt Gubernur Riau, untuk mem­berikan po­kok pikiran yang telah dike­luarkan oleh tokoh masya­rakat, agar bisa dijalan­kan,” tutup Al Azhar. (hr)

Baca Juga : Pariwisata Era Baru, Sandiaga: Berbasis Alam Terbuka

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]