Terminal Agribisnis Belum Maksimal


Kamis, 29 Januari 2015 - 19:33:06 WIB
Terminal Agribisnis Belum Maksimal

Didampingi Kabid Pe­ngelolaan dan Pemasaran Ha­sil Pertanian setempat, Do­nelson dan Pengelola TA Wan­di, lebih jauh ia me­nga­takan, produksi sayuran hasil pem­belian TA masih terbatas, mentimun misalnya ter­kum­pul 1 ton per hari dihargai Rp2 ribu per kg dilokasi. Terung 500 kg Rp 2 ribu per kg, buncis 600 kg Rp3 ribu per kg, kacang panjang 1 ton Rp3.200 per kg, sedangkan pitulo atau kambeh hanya 100 kg per hari.

Baca Juga : Wagub Sumbar Bakal Perjuangkan Normalisasi Sungai Batang Sumani ke Pusat

Padahal TA ini dibangun untuk membantu petani me­masarkan hasil sayuran dan komoditas perta­nian dan per­kebunan lainnya. Selama ini sayuran petani hanya dijual di pasar tradisional. “Sekarang ini, berapapun produksi sayu­ran Payakumbuh dan Lima­puluh Kota, mampu ditam­pung di TA, dengan harga cash, barang serah terima uang di­bayar,”ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, ma­syarakat tidak usah khawatir tanaman sayuran tidak terjual, bahkan semakin banyak ma­syarakat yang menekuni tana­man sayuran semakin baik, sebab usaha tersebut akan mampu menambah pen­da­patan keluarga. “Jika warga memiliki lahan terbatas, di la­han pekarangan dengan system polibag juga bias dilakukan, pokok mau berusaha, “ingat­nya.

Baca Juga : Berprestasi, 31 Personel Polres Dharmasraya Dianugerahi Penghargaan

Menurut dia, pengumpul sayuran lainnya di Paya­kum­buh, terdapat STA (Sub Ter­minal Agribisnis) berjumlah 8 buah. STA sudah terlebih da­hulu beroperasi menjual sayu­ran kebutuhan Sumbar dan juga Riau. “Jika pihak STA kesulitan menjual sayuran maka TA siap menam­pung,”ujar Iqbal yang gigih mengupayakan peningkatan pendapatan petani di kota ini.

Pasaran sayuran dari TA yang tetap dan kontinyu untuk supermarket sebanyak 3 ton per minggu. Karena TA sudah memiliki satu unit truk con­tainer berpendingin, satu Pick-up dan 3 unit becak motor (Bentor) untuk aktivitas pe­ngang­kutan sayuran. Selain itu sayuran TA dipasarkan ke pasar tradisional di Propinsi Riau dan, Jambi, ulasnya.

Dengan adanya terminal agribisnis dapat mem­perlancar dan penguatan kelembagaan petani, sehingga harga dapat lebih tinggi, punya pola bisnis yang jelas dan mendapat akses pasar. Selain itu, dapat pula bertukar informasi dengan pasar lain baik tingkat lokal dan domestik, tentu semakin memperkuat jaringan pe­masaran. (h/zkf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]