Daerah yang Lamban Ditinggalkan


Kamis, 29 Januari 2015 - 19:59:08 WIB
Daerah yang Lamban Ditinggalkan

“Sejalan dengan moto kerja yang diusung pemerintah pu­sat, kita di provinsi juga meminta agar kabupaten/kota agar lebih cepat dan kreatif. Karena kalau tidak, akan kita tinggalkan,” papar Irwan.

Baca Juga : Lakukan Mutasi Besar-besaran, Hendri Septa: Penyegaran Birokrasi

Ia melanjutkan, langkah ini diambil sejalan dengan sema­ngat pemerintah pusat untuk melakukan percepatan pem­bangunan di daerah.  “Peme­rintah pusat telah mengu­curkan dana ratusan miliar  untuk percepatan pemba­ngu­nan di Sumbar. Seperti halnya untuk pertanian, misalnya perbaikan irigasi demi swa­sembada pangan, bantuan hand tractor, pendidikan, ke­lautan dan yang baru ini jalur Kereta Api Trans Sumatera,” terang Gubernur.

Gubernur mencotohkan, bantuan hand tractor. Dari 654 yang diberikan untuk Sumbar, daerah yang terbanyak men­dapatkannya yaitu Padang, Pesisir Selatan dan Agam. Sementara daerah yang lambat seperti Dharmasraya tidak mendapatkan bantuan ini.

Baca Juga : Hendri Septa Kembali Lantik 194 Pejabat Eselon III dan IV

“Pemerintah pusat hanya meminta kesiapan kita di dae­rah, untuk masalah dana itu semua telah disiapkan. Karena kedepan akan banyak program bantuan dari pusat yang akan dikucurkan,” jelasnya.

Gubernur kembali me­ngingatkan kabupaten/kota agar lebih cepat dan responsiv dalam menyikapi program pemerintah pusat. “Harus lebih siap sehingga tidak diting­galkan,” tukasnya.

Baca Juga : Walikota Padang Hendri Septa Terima 500 Paket Sembako bagi Petugas DLH dari BNI Wilayah 02 Sumbar Riau Kepri

Sebelumnya dalam perte­muan pemimpin media se Sumbar dengan Menteri Pe­ren­canaan Pembangunan Na­sional (PPN), Andrinof Cha­niago juga menegaskan hal senada. Daerah yang tidak serius dengan Rencana Pem­bangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019 akan ditinggal. Karena Badan Pembangunan Nasional (Bapenas) hanya akan mem­prioritaskan bagi daerah yang serius.

“Kita butuh daerah yang serius, daerah yang tidak serius akan kita tinggal,” ujar Menteri Bapenas Minggu (18/1) lalu di Pangeran Beach hotel.

Baca Juga : Bangun Industri CPO dan Turunannya di Kota Padang, Hendri Septa Tinjau PT Padang Raya Cakrawala

Ada lima prioritas Bape­nas dalam RPJMN 2015-2019 ini, yaitu pangan, maritim dan kelautan, energi, pariwisata, dan industri. Untuk Sumbar, bidang pariwisata menjadi priorotas.

“kita akan menggenjot in­frastruktur di provinsi untuk bisa mendorong peningkatan wisatawan ke Sumbar. Seperti halnya pariwisata Pulau Man­deh di Pesisir Selatan yang mulai dikenal,” ujarnya.

Ditegaskan Andrianof, kabu­paten/kota juga harus mempromosikan pariwistanya di daerah masing-masing. Ke­pala Bappenas juga berjanji akan mensupport daerah yang serius untuk menggenjot pari­wisatanya.

Dalam pertemuan ini An­dri­anof juga menegaskan kepa­da daerah yang akan menga­jukan permintaan ke Bapenas, harus menjelaskan dengan rasional apa yang ingin diaju­kan kabupaten/kota tersebut.

“Bappenas hanya akan menyempurnakan apa yang diajukan kabupaten/kota,” pungkasnya. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]