Pembeli Sepi, Pedagang Merugi Jutaan Rupiah


Kamis, 29 Januari 2015 - 20:10:43 WIB
Pembeli Sepi, Pedagang Merugi Jutaan Rupiah

Dari pantauan Haluan di lapangan, Kamis (29/1) di Pasar Raya Padang, masih terdapat beberapa pedagang yang menyediakan apel dengan merk Granny Smith dan Gala.

Salah seorang pedagang buah di Pasar Raya Zainal mengaku rugi besar terhadap penjualan buahnya, karena sebelumnya ia sudah menstok di gudang beberapa kardus buah itu. Pasokan buah impor ini ia dapatkan dari agen yang ada di Pondok dan Toko Alam Jaya dekat eks DKK lama.

Baca Juga : PPN Sembako dalam Pusaran Polemik

“Itulah, sebenarnya saya tidak mau menjual buah ini tapi bagaimana lagi kalau tidak dijual tentu modal saya tidak balik. Di gudang saya masih ada beberapa dus lagi, “ ujarnya.

Menurut pengakuannya, satu kardus buah apel tersebut dibelinya dengan harga Rp600.000 dengan jumlah isinya 125 buah. Ia juga mengaku lebih berminat menjual buah impor dibandingkan buah lokal karena selain murah buah impor juga tahan lama. Sedangkan apel lokal hanya bertahan satu minggu hingga dua minggu itupun kondisi fisiknya tidak segar lagi.

Alasan lainnya tetap menjual apel impor tersebut adalah, ia berha­rap ada pembeli yang belum tahu tentang kabar apel berbakteri baha­ya Listeria Monocytogenes yang bisa me­nye­babkan kematian ini. Karena me­nurut kabar yang ia dengar bahwa apel yang terkon­taminasi tersebut adalah apel yang baru didis­tribu­sikan sedangkan apel yang dijualnya adalah stok bulan Desember 2014 lalu.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Nurmi pedagang buah di Pasar Raya, bahwa ia tetap memilih men­jual hingga habis stok apel dengan merk Granny Smith dan Gala karena di rumahnya masih ada enam kardus lagi sisa stok akhir tahun lalu.

“Sejak ada berita tersebut hingga sekarang tidak ada satupun orang yang berani membeli apel saya, padahal tidak semua apel saya merk nya itu. Padahal saya juga ada menjual apel lokal tapi pembeli sepertinya tidak yakin. Mereka mengira semua apel di pasar ini sama saja,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah juga mem­berikan perhatian pada para pedagang, karena kerugian yang mere­ka alami tidak sedikit namun jutaan rupiah. Ia mengaku sean­dainya mereka tahu bahwa apel merk tersebut mengandung bakteri berbahaya tentunya mereka tidak akan menjualnya.

Sementara itu, salah seorang ibu rumah tangga yang juga penyedia catering untuk anak-anak TK dan SD Lilis mengaku bingung membeli buah sekarang ini, karena per­mintaan pelanggannya tidak mau diberikan apel lagi. Padahal apel tersebut lumayan murah jika diban­dingkan dengan buah lainnya.

“Sebelumnya memang saya se­ring membeli apel ini di pasar. Namun saya tidak memperhatikan merknya. Sekarang saya harus meng­ganti buah untuk catering saya dengan jeruk, sedangkan harga jeruk sedang naik sekarang,” ujarnya.

Salah seorang pelanggan buah Yuli mengaku masih berani mem­beli buah apel impor tersebut, karena menurutnya buah impor yang ter­jang­kit bakteri itu belum sampai ke Padang dan masih di Tanjung Priok.

“Sepengetahuan saya, buah apel impor yang tekena bahteri ini belum sampai ke Padang. Makanya saya masih berani membeli buah apel ini, lagipula hasil uji laboratorium yang ada di Kota Padang masih belum ada. Jadi informasi itu belum bisa diyakini,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perlin­dungan konsumen, Pengawasan Barang dan Jasa Dinas Perin­dagtam­ben Kota Padang Desemberius me­ngatakan bahwa, dengan adanya SE Kementerian Perdagangan RI itu, sudah menjadi pijakan untuk pihak­nya menghentikan impor dan pen­jualan buah tersebut.

“Yang paling utama adalah kea­manan dan perlindungan konsumen. Yang pasti kita cari aman sajalah kalau untuk kesehatan ini jangan ada tawar menawar,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah tidak ada rencana Disperindag Padang untuk menguji apel tersebut ke labo­ratorium ia mengatakan tidak perlu di uji karena sudah ada SE tersebut, yang menyatakan merk tersebut tidak dibolehkan lagi.

“Untuk menguji ke lab ya tugas­nya Dinas Ketahanan Pangan, ya kita tugasnya adalah untuk mengawasi keamanan dan memberikan perlin­dungan terhadap konsumen,” pung­kasnya. (***)

 

Laporan:
RINA AKMAL

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]