Jangan Korbankan Kesehatan untuk Mode


Jumat, 30 Januari 2015 - 19:05:52 WIB
Jangan Korbankan Kesehatan untuk Mode

Coba perhatikan pakaian dan sepatu mereka sehari-hari. Mereka gemar memakai celana jengki dan sepatu bertumit tinggi. Selain itu tattoo di badan dan menindik kuping, mulut dan hidung, juga dilakukan untuk mengikuti dunia mode. Banyak trend tersebut berkecenderungan menganiaya tubuhnya sendiri. Dunia mode dapat menyemarakkan kehidupan manusia, tetapi juga dapat merugikan kesehatan dengan tak terasa. Semua ini tergantung dari seberapa jauh dunia mode diikuti dengan seimbang.

Baca Juga : Tak Harus Rp100 Juta, Idealnya harus Punya Empat Hal Ini di Usia 25 Tahun

Kehidupan malam

Bersantai-santai di bar dan karaoke sudah menjadi wujud arus kehidupan kota. Bagi kota mo­dern, kehidupan malam meru­pakan sumber vitalitas dan daya kreatifitas kota. Bagi kelompok kerah putih, bersantai di bar dan karaoke dapat meringankan teka­nan pekerjaan selain juga dapat memperluas lingkaran pergaulan. Kegiatan ini sudah menjadi bagian pola kehidupan umum sekarang.

Baca Juga : Hilangkan Stres dengan Tiga Latihan Pernapasan Ini

Badan manusia, seperti layak­nya tumbuh-tumbuhan, juga me­mer­lukan proses pembibitan, penanaman, panen, sampai penyim­panan. Udara keruh dan kebisingan di bar dan tempat karaoke bukanlah tempat untuk bersantai. Mengunjungi tempat-tempat seperti itu selepas kerja, bukanlah mencari rileks, tetapi sebaliknya mencari penyakit sendiri.

Kehidupan internet

Pelanggan atau pengguna in­ter­net yang terlalu getol nong­krong di depan internet juga disebut kutu internet. Mereka berdiri di front paling depan modernisasi. Sebelum mata me­rasa terlalu pedih, banyak orang tidak bersedia meninggalkan layar komputer. Maka, kehidupan in­ternet telah menjadi sumber moral banyak orang.

Apa yang dikorbankan untuk internet ? Bila terlalu lama berselancar di depan internet, bukan saja kesehatan mata saja yang dirugikan. Radiasi komputer mengendap dalam tubuh manusia dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun. Ini sangat merugikan kesehatan sistem pendarahan manusia. Dewasa ini, kalangan kedokteran telah menemukan sejenis penyakit epilepsi televisi atau ayan televisi. Jumlah orang yang menderita penyakit tersebut merupakan 5 % di kelompok orang yang suka bermain game internet. Sedangkan jumlah orang yang menderita pening kepala di kalangan mereka yang getol menonton siaran televisi selama berjam-jam mencapai 2 %. Terlalu banyak informasi di internet tidak saja menimbulkan kepenatan daya lihat, tetapi juga mudah menimbulkan sejenis penyakit sistem saraf. Maka, pengguna internet dianjurkan untuk mengontrol waktu berselancar di internet setiap hari. Perlu banyak mengatur kegiatan di luar rumah dalam rangka meredakan tekanan sistem saraf.

Kehidupan dalam ruang berAC.

Pada musim panas dan musim dingin, untuk menghindari ber­bagai kondisi alam yang buruk, banyak warga kota tinggal di dalam rumah untuk menikmati ling­kungan kecil yang nyaman. Begitu memiliki kebiasaan terse­but, masyarakat mudah bergan­tung pada lingkungan buatan yang didatangkan dari alat pengatur cuaca, sehingga melupakan udara segar dari alam.

Penyakit AC merupakan salah satu penyakit kota modern. Ba­nyak orang yang saraf mukanya lumpuh, menderita penyakit pem­buluh darah otak dan jantung. Semua diakibatkan oleh udara dingin dari AC di musim panas. Sedangkan udara hangat dari AC di hawa dingin, bahayanya juga tidak kecil.

Udara hangat dari AC-lah yang mudah mengakibatkan rematik dan radang sendi, dan bukannya angin dingin AC seperti yang diperkirakan banyak orang. Selain itu, keadaan sebentar dingin dan sebentar panas dalam ling­kungan yang tertutup, akan menyediakan lingkungan bagi berbagai penyakit saluran perna­pasan termasuk masuk angin.

Memakai baju ketat

Kita sering melihat ik­lan dan informasi tentang tubuh langsing karena baju ketat. Ada juga yang ingin mempunyai badan lang­sing tapi tidak mau pergi ke tempat kebugaran jasmani. Mereka takut badannya tertimbun lemak tetapi mulutnya tak pernah bisa menolak hidangan-hidangan enak di depan mata. Bila mendengar atau melihat iklan yang mengatakan bahwa wanita lansia Jepang tetap langsing karena selama 30 tahun selalu menggunakan baju dalam yang ketat, siapa saja akan tergiur dengan iklan tersebut, apalagi kaum wanita.

Baju ketat menekan bagian perut, sehingga banyak organ seperti ginjal, pankreas, hati, lambung dan usus mengalami tekanan.

Organ-organ tersebut bersama sistem sarafnya berada dalam keadaan tegang dalam jangka panjang. Ini dapat menga­kibatkan menurunnya fung­si lam­bung, usus dan sistem pencernaan, yang berat dapat mengakibatkan sembelit.

Selain itu, mengenakan baju ketat yang dipakai di dalam bisa menim­bulkan reaksi kekurangan oksigen pada tubuh manusia, sehingga mengakibatkan bengkak dan rasa nyeri di bagian payudara wanita. Maka, dokter mengu­sulkan agar jangan terlalu lama mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat, khususnya jangan dipakai ketika tidur.

Berjemur.

Kini kesadaran manusia untuk mencegah sorotan matahari sema­kin kuat. Mereka tidak akan ke­luar rumah sebelum melumurkan krim anti matahari di berbagai permukaan kulit yang mungkin tertempa sinar matahari dan tak lupa juga mengenakan topi atau membawa payung dan lain seba­gainya. Terlalu banyak berje­mur di bawah sinar matahari dapat menimbulkan gejala penuaan pada kulit. Yang lebih berat adalah kemungkinan terbentuknya kanker kulit.  (h/kes)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]