Deposito APBD Riau Dinilai Akal-akalan


Jumat, 30 Januari 2015 - 19:08:02 WIB
Deposito APBD Riau Dinilai Akal-akalan

“Misalnya, sebelum di­depo­sitokan ada kesepakatan dan perjanjian antara Pemprov Riau dan Bank Riaukepri. Dimana untuk memu­luskan­nya, ada kesepakatan mengenai fee,” ujar Triono.

Baca Juga : Pantai Salido Pesisir Selatan jadi Favorit Anak Muda

Hal tersebut, katanya, sa­ngat memungkinkan terjadi karena kurangnya pengawasan yang dilakukan institusi terkait. Karena selama ini, pihaknya menilai Pemprov Riau tidak terbuka terutama terkait hal-hal yang berkenaan dengan penggunaan anggaran.

Menurutnya, Pemprov Riau jangan berpikir bagai­mana mendepositokan uang untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Tapi lebih daripada bagaimana uang dite­rima Pemprov Riau didistri­busikan dengan baik untuk keperluan pembangunan. Bu­kan mencari uang untuk didepositokan lagi,” paparnya.

Baca Juga : Tempat Wisata Ditutup, Warga Padati Taman Kota Siak

Pemerintah katanya, ber­kewajiban untuk mengelola uang rakyat, dengan mencari uang untuk menambah penda­patan daerah. Dan tanggung­jawab mereka untuk mendis­tribusikan pendapatan itu dalam bentuk belanja-belanja untuk pembangunan dan kese­jahteraan masyarakat.

“Bukan untuk diputar lagi di dalam deposito. Kecuali ada hal-hal tertentu, sehingga uang tidak bisa dibelanjakan dan diharuskan untuk dimasukkan ke dalam bentuk deposito,” tukasnya.

Mengapa Pemprov Riau suka mendepositokan uang APBD Riau, dikatakan Triono karena ada dugaan keinginan tertentu yang ingin diambil mereka. Walaupun sampai seka­rang hasil auditnya tidak dite­mukan hal itu. “Karena me­mang susah sekali untuk men­deteksi itu,” pungkasnya. (hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]