Pembangunan Rel KA Dimulai dari Sijunjung


Jumat, 30 Januari 2015 - 19:39:57 WIB
Pembangunan Rel KA Dimulai dari Sijunjung

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno ditemui war­tawan, Jumat (30/1) di Gu­bernuran Sumbar me­ngatakan, rapat koordinasi ini untuk menanyakan kesanggupan Ka­bupaten Sijunjung dan Kota Sawahlunto dalam menja­lankan mega proyek ini.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

“Kabupataen Sijunjung dan Kota Sawahlunto telah menya­takan kesiapannya. Minggu depan kita sudah mulai be­kerja,” tukas Irwan.

Ia melanjutkan, dalam hal ini dibutuhkan dukungan ka­bupaten/kota berupa : du­kungan rencana pembangunan jalur KA, penyiapan dokumen Amdal dan Larap, koordinasi pembebasan/penertiban lahan untuk reaktivasi termasuk sosialisasi, dan perizinan peng­galian dan pengangkutan material.

Baca Juga : Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2021 di Padang

“Selain itu menghidupkan simpul bangkitan perjalanan baik barang maupun orang untuk diangkut KA dan pe­ngem­bangan KA perkotaan,” terangnya.

Ditambahkannya, untuk percepatan pembangunan Tra­ns Sumatera ini, Dinas Per­hubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Sumbar diminta sudah mela­kukan penyusunan master plan, studi kelayakan, pra studi desain, DED, dan pem­ba­ngu­nan sarana perkereta apian.

Baca Juga : Alhamdulillah, Perumda AM Padang Gratiskan Air Masjid dan Musala Selama Ramadan

“Untuk anggaran tidak jadi masalah, karena sudah diang­garkan dalam APBN, hanya dituntut kesiapan saja. Kita siap maka pusat akan mengu­curkan dana,” tegas Gubenur.

Secara keseluruhan total panjang rel kereta api yang akan diaktifkan lagi atau reak­tivasi, di Sumatera saat ini mencapai 1.869 km. Dari jumlah tersebut, sepanjang 1.348 km masih beroperasi, sisanya 512 km tidak bero­perasi.

Baca Juga : Hendri Septa Dengarkan Pandangan Fraksi DPRD Tentang LKPJ Wali Kota Padang Tahun 2020

Sementara itu, Manager Prasarana PT KAI Divre II Sumbar, Bondan mengatakan, untuk mega proyek Trans Su­ma­­tera ini tidak terlalu sulit karena hanya akan mengikuti trace yang ada. Hanya saja trace ini banyak yang sudah hilang.

“Setidaknya butuh 20 - 30 miliar per kilometernya kalau kita membuat jalur kereta baru,” tegas Bondan.

Ditambahkannya, jalur yang a­da saat ini banyak rawa. Kalau mengacu fungsi kereta api untuk angkutan barang dan orang, maka jalurnya harus melewati daerah kota dan wilayah yang memiliki hasil bumi. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]