Dharmasraya Menuju Sentra Buah


Ahad, 01 Februari 2015 - 19:16:12 WIB
Dharmasraya Menuju Sentra Buah

Rasa Duku Koto Baru sa­ngat khas sekali, kata orang Duku Palembang sangat terke­nal, tetapi rasa manisnya Duku Dharmasraya tidak kalah de­ngan Duku dari daerah lain karena rasa manisnya yang khas, kalau dimakan sebanyak apa­pun tidak membuat perut sakit.

Baca Juga : Hadiri Pelantikan PCNU Pasaman, Ini Pesan Bupati Benny Utama

Menurut data yang di relis Dinas Pertanian dan Holti­kultura Dharmasraya, luas lahan yang tertanam Duku diperkirakan sekitar 30 hekta­re, bahkan ada suatu daerah karena banyaknya pohon Du­ku, maka masyarakat memberi nama daerah itu dengan Padu­kuhan.

Pada musim puncaknya, Duku Dharmasraya hanya seharga Rp8 ribu sampai Rp10 ­ribu per kilonya pada tingkat pengecer, tidak salah rupanya orang yang melintas di Jalinsum kalau membeli Duku bukan sekilo dua kilo tetapi satu karung kecil karena harga­nya jauh lebih murah dan rasanya manis.

Baca Juga : PCNU Pasaman Periode 2020-2025 Dilantik, Sederet Tugas Berat Menanti

Selain Duku, di wilayah Kurnia Koto Salak, juga meng­hasilkan Salak sejenis Salak Pondoh yang diberi nama Salak Kurnia, buahnya kecil kecil tapi rasanya manis, disetiap kedai yang menjual makanan dan buah buahan, sudah dipastikan ada menjual Salak Kurnia, namun penjual sering menyebutnya Salak Pondoh.

Untuk Salah Kurnia atau Salak Pondoh itu, petani Dhar­masraya agak enggan untuk menanamnya kecuali petani yang ulet dan rajin, karena untuk dapat meng­hasilkan buah, tanaman itu harus dika­winkan secara ma­nual atau dikawainkan oleh petani, hal ini sangat di tuntut keuletan petani dalam memeliharanya.

Baca Juga : BPBD Kota Pariaman Terima Bantuan Logistik Bencana dari BNPB Pusat

Disetiap acara atau kegia­tan baik berskala besar mau­pun kecil, Salak Kurnia meru­pakan salah satu oleh oleh yang ada dalam tas oleh oleh dari Pemkab Dhar­masraya selain oleh oleh lainnya seperti tem­pe, begitu pula dalam acara acara resmi, buah Duku dan Salak menjadi suguhan utama bagi panitia.

Selain itu, buah Manggis juga ada di hasilkan di Dhar­masraya, namun buah Manggis tidak begitu banyak hany seki­tar 30 hektare dari data Dinas Pertanian dan Holtikultura, namun demikian para pada­gang Manggis, tepat pada mu­sim­nya mencari buah itu ke Dharmasraya.

Baca Juga : Dihadiri Forkopimda, Lapangan Tembak Sarja Arya Racana Dharmasraya Diresmikan

Buah Durian disetiap dae­rah pasti ada, namun Durian yang ada di Dharmasraya dan sedang dilakukan pengem­bangannya adalah Durian Mon­tong atau juga sering di sebut Durian Atut, karena yang paling banyak menanam du­rian tanpa biji tersebut bernama Atut, maka orang memberi nama Durian Atut atau sejenis Durian Montong.

Durian Montong itu rasa­nya sangat gurih sekali, isinya tebal tanpa ada biji, bentuknya lonjong dan beratnya menca­pai 5 sampai 10 kilogram satu buah, untuk saat ini pengem­bangan Durian Montong itu belum menampakkan hasil, tetapi sekian tahun mendatang, Dharmasraya akan menjadi sentra buah buhan terutama Durian Montong yang sedang dilalukan pengembangannya seluas 150 hektare yang me­nyebar di berbagai wilayah di Dharmasraya.

Begitu pula buah jeruk, diman mana daerah juga ada pohon jeruk dan ada petani yang gemar menanam Jeruk, sedangkan di Dharmasraya saat ini petani Jeruk ada di daerah Siguntur atau daerah Kerajaan Siguntur.

Luas kebun petani Jeruk di Siguntur sudah mencapai 100 hektare, meski hasil panen Jeruk tersebut beloum dapat memenuhi kebutuhan masya­rakat, tetapi buah Jeruk Sigun­tur dengan rasa yang cukup manis tidak kalah di pasaran Dharmasraya, bahkan produk­sinya belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Dhar­masraya. (h/mdi)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]