Soal Imunisasi Difteri, Warga Masih Bingung


Ahad, 01 Februari 2015 - 19:38:19 WIB
Soal Imunisasi Difteri, Warga Masih Bingung

“Baru kali ini saya mendengar penyakit itu (difteri, red), tapi anak saya yang sekolah di SD kemarin bilang akan ada imunisasi di sekolah. Sedangkan anak saya yang masih balita, memang sudah cukup lama tidak saya bawa ke pos kesehatan terpadu (Posyandu),” ucap Endra.

Baca Juga : Tempati Rumah Dinas, Hendri Septa Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

Liza (29), warga lainnya menga­takan, bahkan hingga anaknya ber­usia 6 bulan saat ini, belum sekalipun ia membawa anak tersebut ke pos­yan­du untuk diberi imunisasi.

“Memang anak belum pernah diimunisasi, kata sebagian orang tidak baik kalau anak diimunisasi, ada juga yang bilang imunisasi mengandung bahan haram. Sudah empat kali imbauan imunisasi saya lewatkan. Mendengar informasi kali ini (kasus difteri, red) saya janji besok membawa anak ke posyandu untuk diimunisasi,” tuturnya.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

Kepala Pusat Kesehatan Masya­rakat (Puskesmas) Andalas dr. Dessi mengatakan, memang keengganan sebagian orangtua agar anaknya diimunisasi masih menjadi masalah yang tak kunjung usai. Menurutnya saat ini.masih banyak berkembang isu tidak benar tentang dampak buruk imunisasi di tengah masya­rakat.

“Orangtua masih banyak perca­ya pada isu tidak benar soal imu­nisasi. Padahal imunisasi sangat penting demi keselamatan dan kese­hatan anak mereka sendiri. Terkait temuan pasien suspect difteri, ten­tunya puskesmas akan berusaha keras menjalankan intruksi yang datang dari Dinas Kesehatan untuk menggencarkan sosialisasi dan imunisasi,” terang dr. Dessi.

Baca Juga : Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2021 di Padang

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang dr. Eka Lusti menyampaikan, kegiatan sosialisasi difteri dan imunisasi masal DPT untuk menanggapi te­muan pasien suspect difteri yang dirawat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil, sudah dila­kukan sejak Jumat (30/1) lalu.

“Kurang lebih ada 240.000 anak usia 2 bulan hingga 15 tahun yang akan kita beri imunisasi DPT masal di Kota Padang. Pelaksanaannya kita lakukan di sekolah-sekolah sejak PAUD hingga SMA, Posyandu dan Puskesmas. Kita sangat berharap agar para orangtua mau bekerja sama dan membawa anak untuk di­imu­nisasi. Demi kebaikan anak-anak kita,” harap dr. Eka.

Baca Juga : Alhamdulillah, Perumda AM Padang Gratiskan Air Masjid dan Musala Selama Ramadan

Sebelumnya diberitakan bahwa saat ini terdapat 4 pasien yang tengah dirawat di RSUP M. Djamil karena suspect difteri. Bahkan berdasarkan data dari pihak RSUP M. Djamil, pada Jumat (23/1) yang lalu satu pasien suspect difteri dinyatakan meninggal dunia. Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah juga telah menstatuskan temuan tersebut se­bagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kota Padang. Di samping itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar juga telah menegaskan bahwa kan­dungan dalam vaksin imunisasi DPT bersifat halal dan tidak mem­bahayakan. (h/mg-isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]