Bertanam Jeruk Siam Gunung Omeh Menjanjikan


Ahad, 01 Februari 2015 - 19:40:37 WIB
Bertanam Jeruk Siam Gunung Omeh Menjanjikan

Setiap tahun Pem­kab Limapuluh Kota, melalui Dinas Tanaman Pangan, Hor­tikultura dan Per­ke­bunan Limapuluh Ko­ta, selalu berupaya mengem­bangkan dengan mem­pe­r­luas lahan tanaman jesigo yang melibatkan kelom­pok tani pada tiga keca­matan. Selain Kecamatan Gunuang

Baca Juga : Politik dan Etika Berkelindan dalam Pengisian Jabatan Wawako Padang

Omeh, juga dilak­sanakan perluasan kebun jesi­go di Kecamatan Bukik Bari­san dan Kecamatan Suliki. Dengan itu, diharapkan produksi jeruk siam Gunung Omeh terus meningkat.

“Tahun 2015 ini luas tanaman kebun jesigo akan bertambah 106 hektare lagi yang akan dikelola puluhan kelompok tani. Sehingga kebun jesigo yang mendapat bantuan pemerintah sudah lebih dari 350 hektare. Belum termasuk puluhan lagi kebun jeruk yang dikelola petani secara perorangan,” ungkap Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Afrizul Nazar, didam­pingi Kabid Holtikultura, Mas­mariel, dalam percakapan dengan Haluan, Jumat (30/1).

Baca Juga : Jangan Terlalu Bersedih Jika Kamu Dihinakan

Ia juga menginformasikan untuk mendukung pemasaran jesigo supa­ya lebih lancar dan terjamin, kelom­pok tani akan membentuk Sub Terminal Agribisnis tahun ini. STA ini meru­pakan tempat transaksi komoditi jeruk, untuk menampung dan memasarkan jeruk ke tempat tujuan. Wilayah kerja  STA tersebut direncanakan meliputi 3 kecamatan di sentra produksi Jesigo dengan kapasitas produksi rata-rata 20 ton/tahun per hektare.

Setiap petani tidak mempunyai lahan yang luas, minimal lahan tanaman berkisar seperempat hek­tare untuk 50 batang tananam jeruk. Bagi kelompok yang punya lahan maksimal 2 hektare mampu dita­nami bibit Jesigo sebanyak 800 batang jeruk. Tampaknya, di kawasan Koto Tinggi dan sekitarnya sangat cocok ditanami Jesigo. Sehingga menimbulkan ciri buah yang segar dengan kulit tebal mudah dikupas dan rasanya manis.

Baca Juga : Mengapa Isu Presiden 3 Periode Kembali Berhembus?

Kawasan Kecamatan Gunung Omeh yang sudah memproduksi jesigo berada di dataran tinggi dengan pusat pemerintahan keca­matan di Nagari Koto Tinggi, ber­jarak sekitar 43 km dari Kota Paya­kumbuh. Setiap penunjung yang datang ke Koto Tinggi hari pasar setip Sabtu, bisa menyaksikan atau membeli jeruk di pasar tradisional Koto Tinggi, tapi hari hari bukan pasar pengunjung datang langsung ke kebun jeruk petani di beberapa tempat. Ada di jorong Sungai Sirieh, Jorong Lakuang dan lain.

Sedangkan luas tanaman setiap kelompok minimal seperempat hektare atau 50 batang tananam jeruk, bagi kelompok yang punya lahan mencukupi maksimal untuk 2 hek­tare lahan atau 800 batang jeruk. Diharapkan kedepan petani jesigo mampu menambah penda­patan mereka kepada yang lebih baik, lagipula pasaran Jesigo masih luas, produksi yang ada belum mam­pu mencukupi kebutuhan konsum­sen.

Baca Juga : Perang Inovasi dalam Era Disrupsi

Sedangkan bibit jesigo yang penangakarannya dilakukan di Kota Padang, dibawa ke kecamatan lokasi kebun jesigo menggunakan polibag yang mudah dipindah pin­dah­kan dan antisipasi tanaman mati bila terlam­bat ditanam. Bantuan yang diterima kelompok tani untuk dua hektare lahan adalah bibit jesigo 800 batang, pupuk kimia ZA 80 kg, NPK 160 kg, 8 gunting pangkas dahan, kapur dolomit 131 karung dan kompos 280 karung. Kelompok hanya me­nye­diakan lahan, me­nanam dan memelihara.

Harapan masyarakat Pemkab Limapuluh Kota, melalui dinas terkait sudah seharusnya memi­kirkan kawasan agro wisata, meng­ingat Koto Tinggi merupakan nagari bersejarah sebagai pusat PDRI mempertahankan kemerdekaan RI 1949 lampau. Masyarakat pengun­jung diberi keleluasaan untuk meme­tik jeruk ketika menikmati pariwi­sata alam maupun sejarah di nagari tersebut. Melalui upaya itu bukan tidak mungkin di Kecamatan Gu­nung Omeh khususnya dan Kabu­paten Limapuluh Kota pada umum­nya semakin berkembang,”ujar pe­muka masyarakat Pandam Gadang, Khairul Apid, Sabtu (31/1).

Harapan yang sama juga diung­kapkan pemerhati tanaman Jesigo Doddy Sastra yang sering membeli buah Jesigo ke Koto Tinggi. Ia juga menyatakan setuju bila Pemkab Limapuluh Kota merencanakan untuk mengembangkan agrowisata pada kawasan monumen PDRI di Nagari Koto Tinggi.

Informasi Kabid Holtikultura, Masmariel, kelompok tani pengelola jesigo yang memperoleh bantuan pada tiga kecamatan yakni Gunung Omeh, Bukik Barisan dan Suliki, dian­taranya, Keltan Tiga Sepakat, Bigau Sepakat Baruah Gunung, Lubuak Pimping, Amanah, KWT Taratai Tanjung Bungo, Kubota, KWT Bina Sepakat Sungai Naning, Manggarai, Mekar Sari, Bina Bersama, Batang Jaya Koto Tangah. Dalam empat tahun terakhir sudah 390 hektare tanaman Jesigo yang beroleh ban­tuan. 2011 seluas 20 hektare, 2012 seluas 200 hektare, 2013 seluas 100 hektare dan 2014 seluas 70 hektare.

Pengakuan petani jesigo Koto Tinggi yang berkebun di Sungai Sirieh Y.Dt.Kayo dan Sawaluddin Ayub, berkebun jeruk harus tekun dan serius, penyiangan lahan dan pemupukan harus dilaku­kan teratur. Bila semua syarat yang disampaikan penyuluh dan pem­binaan dari instan­si terkait, hasil buah jeruk akan baik.  Sehingga akan mampu mening­katkan ekonomi petani, bahkan ada petai jeruk tersebut yang berpenghasilan Rp15 juta per bulan dari hasil jual jeruk, sudah termasuk upah buruh.

Saat ini harga buah jeruk jumbo di Koto Tinggi mencapai Rp24 ribu per kg, sedangkan dipasar Paya­kumbuh, dijual pedagang Rp30 hingga 32 ribu per kg. Harga jeruk su­per dibawah jumbo masih laku dijual Rp20 ribu per kg dan jeruk ukuran standar Rp.12-15 ribu per kg.

Sayangnya, Pemkab Limapuluh Kota, melalui Dinas PU setempat, belum sejalan dengan antusias ma­sya­rakat untuk menerapkan per­luasan kebun jeruk di tiga keca­matan itu. Kenyataannya, untuk menuju ke Koto Tinggi utamanya dari Nagari Baruah Gunung, Keca­matan Bukik Barisan terkendala. Jalan masih banyak yang berlobang, bahkan dibeberapa titik terdapat lobang jalan yang cukup dalam, sehingga kelan­caran lalulintas Baruah Gu­nung-Koto Tinggi sering tersendat ke daerah penghasil jeruk itu, pada­hal kedua nagari tersebut berte­tangga.

Ketua DPRD Limapuluh Kota, Syafaruddin Dt.Bandaro Rajo, asal Nagari Baruah Gunung mengakui, terdapat kerusakan jalan sepanjang hampir 2 km antara Baruah Gunung ke daerah perjuangan Koto Tinggi, pada sejumlah titik yang perlu ditanggulangi secepatnya. ***

 

Laporan: ZULKIFLI

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]