Mengenal Penyakit Kleptomania


Senin, 02 Februari 2015 - 18:29:03 WIB
Mengenal Penyakit Kleptomania

Dilansir dari MayoClinic, kleptomania adalah gangguan kesehatan mental serius yang jika tidak diobati akan mem­buat hidup orang tersebut berantakan.

Baca Juga : Sambut Lebaran, Garena Free Fire Kembali Adakan in-Game Event dan Live Streaming

Penelitian terbaru yang dilakukan Stanford University mengungkap, 62,5 persen pen­derita kleptomania adalah perempuan sementara 37,5 persen sisanya adalah laki-laki.

Penderita kleptomania akan menyangkal dirinya sakit dan mempertahankan diri jika dituduh mencuri. Kebanyakan penderitanya malu dan takut untuk mencari perawatan gang­­guan kesehatan mental­nya.

Baca Juga : Idul Fitri Sebentar Lagi, Yuk Bikin Kue Kacang Krenyes untuk Lebaran

Ciri-ciri orang kleptomania adalah:

1. Punya keinginan besar yang begitu mendesak untuk mencuri pada barang yang mungkin tidak ia perlukan.

Baca Juga : Gaya Kekinian, Pakai Kutek Ini Tetap Bisa Salat Loh

2. Merasa senang saat men­curi.

3. Merasa lega dan puas

Baca Juga : Agar Tak Terpapar Covid-19, Ini Tips Aman Belanja Jelang Lebaran

4. Tapi setelah mencuri akan merasa bersalah, menye­sal, membenci diri sendiri dan takut ditahan polisi.

5.  Meski sesudah mencuri timbul rasa takut dan menyesal tapi dorongan untuk mencuri akan muncul lagi secara spon­tan atau saat sedang depresi atau stres, sehingga perilaku kleptomania terus berulang.

6. Orang kleptomania men­curi bukan untuk kepen­tingan pribadi atau balas den­dam, tetapi karena dorongan yang begitu kuat sehingga timbul rangsangan untuk men­curi.

Hingga kini penyebab klep­tomania tidak diketahui secara pasti. Tapi beberapa bukti penelitian menunjukkan klep­tomania mungkin terkait de­ngan salah satu hormon otak yakni pada serotonin. Hormon serotonin ini membantu meng­atur suasana hati dan emosi.

Ada juga beberapa bukti menyebutkan bahwa klep­tomania mungkin berhu­bu­ngan dengan gangguan kecan­duan atau gangguan obsesif-kompulsif. Tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami kemung­kinan penyebab kleptomania.

Meskipun penyebab klep­tomania tidak diketahui pasti, namun para peneliti mene­mukan ada faktor-faktor risiko yang meningkatkan perilaku kleptomania yaitu:

1. Stres yang berlebihan, seperti sedang mengalami kerugian besar

2. Mengalami cedera di kepala atau cedera otak

3. Memiliki saudara kan­dung yang kleptomania, gang­guan mood, kecanduan atau gangguan obsesif-kompulsif.

Pengobatan

Jika tidak diobati, maka kleptomania dapat menga­kibatkan masalah emosional dan masalah hukum. Karena penderita kleptomania itu tahu mencuri adalah salah tetapi merasa tidak berdaya untuk melawan dorongan tersebut.

Pengobatan kleptomania biasanya dengan obat-obatan dan psikoterapi, atau masuk kelas konseling.

Terapi perilaku kognitif telah menjadi psikoterapi pili­han utama untuk kleptomania. Secara umum, terapi perilaku kognitif membantu pende­ritanya mengi­dentifikasi peri­la­ku itu tidak sehat dan meng­gantinya dengan yang sehat dan positif. (h/dth)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]