Partai Berbasis Islam Sulit Berkoalisi


Senin, 02 Februari 2015 - 18:42:34 WIB
Partai Berbasis Islam Sulit Berkoalisi

Meskipun demikian, bukan be­rarti partai Islam tidak pernah bersatu karena sejarah juga telah mem­buktikan bahwa partai Islam pernah menunjukkan eksistensinya sebagai kekuatan politik yang sangat di­perhitungkan di Indonesia. Seperti pada pemilu 1955 misalnya, pada saat itu fraksi Islam mampu menguasai 44,4 persen parlemen, sehingga menjadi blok kekuatan sendiri.

Baca Juga : Hendri Septa Dengarkan Pandangan Fraksi DPRD Tentang LKPJ Wali Kota Padang Tahun 2020

“Sulitnya bersatu itu juga karena perbedaan ideologi partai dan aliran yang berbeda-beda. Selain itu, di tingkat pusat atau nasional juga telah terpecah,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Pe­ngamat Politik dari IAIN Imam Bonjol Padang M Taufik. Partai Islam katanya, hingga sekarang belum melihatkan tanda-tanda untuk mela­kukan koalisi atau membangun poros, karena struktur atau semua partai Islam yang ada di Sumbar mempunyai kader dan ketokohan yang kuat. Selain itu, suhu ditingkat nasional juga tidak mencerminkan adanya koalisi sesama partai berbasis massa Islam itu sendiri.

Baca Juga : Hendri Septa Buka Sosialisasi LHKASN Tahun 2021

“Meskipun sama-sama berbasis partai Islam, namun idiologi partai tidak sama. Nah hal inilah yang menyulitkan mereka untuk bersatu. Selain itu, juga sulit menyatukan idiologi partai dan kemauan masing-masing partainya,” ujarnya. (h/mg-rin)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]