Kementerian Desa Prioritaskan 1.138 Desa Perbatasan


Senin, 02 Februari 2015 - 18:44:17 WIB
Kementerian Desa Prioritaskan 1.138 Desa Perbatasan

“Basis ekonomi masyara­kat dan pembangunan infra­struktur harus di perbatasan harus diperkuat. Kita ingin agar desa di perbatasan tidak lagi merasa dikucilkan peme­rintah, desa perbatasan harus menjadi garda terdepan NK RI,” ujar Mente­ri Desa, Mar­wan Jafar usai mengikuti Ra­pat Koordinasi dengan Men­teri Koordinator Politik, Hu­kum dan HAM, Senin (2/2).

Baca Juga : Daftarkan Logo Partai atas Nama SBY, Ketua DPC PD Dharmasraya: Cegah Penyalahgunaan oleh Pihak Lain

Dalam RPJMN 2015-2019, pembangunan di kawa­san perbatasan menjadi salah satu prioritas program peme­rintah. Menurut Marwan, ke­men­teriannya ditarget untuk mengurangi jumlah desa ter­tinggal, terutama di 1.138 desa tertinggal di kawasan per­batasan.

“Desa-desa di perbatasan itu akan mendapat prioritas pembangunan,” ujar Menteri Marwan.

Baca Juga : DPC Partai Demokrat Dharmasraya Sampaikan Surat Pengaduan dan Perlindungan Hukum ke Polres Setempat

Persoalan di desa perbata­san memang cukup kompleks yang harus diperhitungkan oleh pemerintah. Bukan sekadar infrastruktur, tapi juga terkait sosial dan budaya masyarakat.

“Yang paling penting dari masyarakat di perbatasan ada­lah membuka akses ter­integra­si. Desa satu dengan desa lainnya, minimal terkoneksi dengan infrastruktur dan ko­munikasi. Tidak merasa terku­cilkan dengan lainnya. Padahal mereka masih satu keluarga atau rumpun,” ujarnya.

Baca Juga : Terjun ke Politik, Athari Gauthi Ardi: Ingin Kampung Seperti Jakarta

Terkait infrastruktur, Mar­wan mengatakan, pemerintah memastikan akan membenahi mulai tahun ini. Kemendes juga akan menyiapkan pro­gram transmigrasi di kawasan perbatasan bekerja sama de­ngan Tentara Nasional Indo­nesia (TNI). “Setelah lahan dan pemukiman transmigrasi siap, selanjutnya kita akan tempatkan transmigran dari keluarga TNI,” ujarnya.

Selain itu, kata Menteri Marwan lagi, akses sarana komunikasi akan diperluas jangkauannya. Karena, ter­nyata kebutuhan masyarakat perbatasan cukup tinggi. Tidak hanya untuk sekedar ber­inte­raksi secara sosial, tetapi juga bisa dipergunakan sebagai sarana pengembangan eko­nomi.

Baca Juga : Ada Gerakan Mau Kudeta Cak Imin dari Kursi Ketum PKB, Benarkah?

“Selama ini, sarana komu­ni­kasi perbatasan disiapkan oleh negara tetangga. Ini yang harus segera kita penuhi, agar masyarakat perbatasan mudah berkomunikasi dengan mu­rah,” ujarnya. (h/trn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]