Warga Harapkan Sosialisasi Imunisasi Difteri Digencarkan


Senin, 02 Februari 2015 - 18:47:02 WIB
Warga Harapkan Sosialisasi Imunisasi Difteri Digencarkan

Dokter jaga di Puskesmas tersebut, Nila, mengatakan  imunisasi memang tidak se­ren­tak dilakukan setiap Pus­kesmas di Kota Padang. Na­mun, karena adanya kejadian KLB difteri maka ada instruksi dari DKK untuk melak­sana­kan imunisasi.

Baca Juga : Lakukan Mutasi Besar-besaran, Hendri Septa: Penyegaran Birokrasi

Salah seorang masyarakat Padang Pasir  Ni De belum dapat informasi dengan imu­nisasi masal yang dilakukan oleh Pemko Padang. Tapi, anak­nya yang berumur 18 bulan selalu mendapat imunisasi yang sesuai dengan umurnya.

“Ndak tahu saya, tapi anak saya selalu dapat imunisasi setiap pertumbuhannya hingga sekarang,” jelas Ni De.

Baca Juga : Hendri Septa Kembali Lantik 194 Pejabat Eselon III dan IV

Ia berharap, jika ada imu­nisasi masal sebaiknya ada pengumuman dari pemerintah. Setahu dia, sampai saat ini belum ada pengumuman dan dia belum mengetahuinya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Eka Lusti menga­takan pihaknya telah berko­ordinasi dengan Dinas Kese­hatan Provinsi Sumatera Barat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Pada awal Februari akan dilak­sanakan imunisasi massal kepada semua anak berusia dua bulan hingga 15 tahun sebagai upaya pencegahan.

Baca Juga : Walikota Padang Hendri Septa Terima 500 Paket Sembako bagi Petugas DLH dari BNI Wilayah 02 Sumbar Riau Kepri

“Kita sudah koordinasikan dengan pihak puskesmas dan posyandu serta sekolah dalam melakukan imunisasi yang dimulai pada Jumat di Palanta. Berlanjut dalam minggu ini. Bagi anak yang belum men­dapatkan imunisasi silahkan datangi puskemas di keca­matan masing-masing,” tutup Eka.

Jemput Bola

Baca Juga : Bangun Industri CPO dan Turunannya di Kota Padang, Hendri Septa Tinjau PT Padang Raya Cakrawala

Di Posyandu Kenangan Lima Puskesmas Ulak Karang Selatan (UKS) instruksi imu­nisasi serentak itu  langsung melakukan imunisasi secara jemput bola, karena dari data yang wajib imunisasi di wila­yahnya terdapat 25 anak na­mun yang datang ke posyandu untuk imunisasi cuma tujuh orang.

Salah seorang penanggung­jawab posyandu wilayah ULK Yanti mengatakan bahwan kesadaran masyarakat untuk membawa anaknya ke pos­yandu sangat minim padahal setiap anak berhak dan wajib mendapatkan imunisasi ini supaya terhindar dari berbagai virus atau bahteri yang ber­bahaya.

“Pagi sampai jam 9 kami bertiga Ira, Yulisna, dan saya standby di puskesmas namun hanya tujuh orang yang datang, setelah itu kami putuskan untuk jemput bola dari rumah ke rumah dan ada empat orang yang tidak ada di rumah. Diantara yang kami data lang­sung ke rumah ada diantaranya yang sedang demam juga,” ujarnya, Senin (2/1).

Sementara itu, Kepala Pus­kes­mas Ulak Karang Lolong Belanti Celsia Krisanti menga­takan bahwa, terdapat lebih kurang 80 anak yang wajib posyandu dan imunisasi di kawasannya. Keempat pos­yandu yang ada juga ditugaskan menjemput bola door to door jika ada yang tidak hadir atau sakit.

“Untuk anak yang sakit ada beberapa orang tapi saya belum dapat laporannya, kemung­kinan minggu depan baru dilakukan imunisasi untuk anak yang sakit ini,” ujarnya.

Minggu depan ia juga be­rencana akan melanjutkan imunisasi ke sekolah yang ada di Ulak Karang dan Lololng Belanti.(h/ows/mg-rin)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]