Awasi Pangan Segar dari Pencemaran


Senin, 02 Februari 2015 - 19:01:13 WIB
Awasi Pangan Segar dari Pencemaran

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2004 bahwa masya­rakat perlu dilindungi dari pangan yang merugikan kesehatan sehingga segala upaya dilakukan secara optimal agar pangan yang aman dan bermutu tersedia secara memadai.

Baca Juga : Wujudkan Danau Toba sebagai Destinasi Kelas Dunia, Pangdam I/BB Tertibkan KJA di Baktiraja

Pemenuhan terhadap jaminan keamanan dan mutu pangan dewasa ini merupakan tuntutan dan isu global, terlebih setelah berlakunya perdagangan bebas Asean dan Cina yang menyebabkan persaingan pro­dusen dalam menghasilkan produk pangan. Akhir-akhir ini semakin gencarnya pemberitaan terkait apel asal Amerika jenis Granny Smith dan Gala produksi dari Bidart Bros ditenggarai tercemar bakteri berba­haya listeria monocytogenes.

Demi keamanan dan kesela­matan konsumen, pemerintah harus menyetop impor apel dari Amerika dan melarang masyarakat untuk mengkonsumsi kedua jenis apel tersebut dan menyerukan distri­butor untuk tidak memperdagangkan dan menarik dari peredaran.

Baca Juga : Pertemuan Anies-AHY, Pengamat: Penjajakan untuk Berduet di Pilpres 2024

Pakar Microbiologi Pangan IPB Prof Ratih Dewanti, MSc menga­takan salah satu sifat bakteri Listeria Mo­nocytogenes adalah dapat hidup disuhu 4 derajat celcius, artinya apel atau produk pertanian yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut jika dibeli oleh masyarakat lalu me­nyimpannya di lemari pendingin maka bakteri dapat menulari maka­nan yang ada di dalam lemari tersebut.

Oleh karena itu masyarakat diminta untuk memperhatikan ke­ber­sihan lemari pendingin dan produk yang akan disimpan. Me­mang bakteri ini bisa mati terkena suhu panas, tetapi tidak semua sayur dan buah diolah atau dipanaskan sebelum dikonsumsi.

Badan Ketahanan Pangan Pro­vinsi Sumatera Barat yang dia­manahkan untuk melaksanakan Pengawasan Keamanan Pangan Segar sesuai dengan Peraturan Presi­den nomor 24 tahun 2010 pasal 295 telah melakukan pengawasan/sidak bersama Dinas Perindag, Dinas Kesehatan, BPOM, Dinas Pertanian serta Tim dari Kota Padang (Dinas Perindagtamben, Dinas Kesehatan, Kantor Ketahanan Pangan dan Dinas Pernabunhut) ke sejumlah pusat penjualan buah impor seperti Basko Mall, Plaza Andalas, kawasan Pondok dan Rocky Plaza. Petugas menemukan puluhan kilogram apel  Granny Smith dan Gala asal Ame­rika yang masih dipajang pada outlet penjualan dan pemilik mengaku tidak mengetahui adanya apel yang terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes. Sedangkan pada toko yang tidak ditemui  kedua apel tersebut dan menyimpannya di gudang mengatakan bahwa telah diperintahkan oleh pemasok untuk tidak menjualnya.

Pelaksanaan pengawasan pangan segar ditingkat provinsi Sumatera Barat telah dibentuk Tim Terpadu melalui Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat nomor 501-335-2014 tanggal 22 April 2014 yang anggotanya terdiri dari instansi terkait seperti Badan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Perkebunan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindag, Bappeda, BPOM, Polisi Pamong Praja, Laboratorium Pestisida BPTPH, Lab Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Per­ikanan (BLPPMHP) Padang, Ka­rantina Pertanian, BPPV dan Ba­korluh Provinsi Sumatera Barat.

Dalam rangka menjaga kea­manan pangan segar yang beredar dimasyarakat agar pihak pemerintah dan masyarakat melakukan penga­wasan terhadap produk pangan segar terutama buah impor atau jenis apel yang disinyalir terkontaminasi bak­teri listeria monocytogenes yang masih dijual baik di swalayan mau­pun di pasar tradisional. Disamping itu masyarakat dihimbau untuk tetap waspada mengkonsumsi pa­ngan segar baik produksi dalam negeri maupun impor agar terhindar dari bahaya Foodborne Disease.***

 

EFENDI
(Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumbar)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]