Petani Bayang Utara Butuh 500 Ribu Bibit Karet


Selasa, 03 Februari 2015 - 19:05:40 WIB
Petani Bayang Utara Butuh 500 Ribu Bibit Karet

Setidaknya ada empat na­gari yang butuh bibit kakao dan bibit karet tersebut yak­ni Li­mau­gadang, Pan­cung Taba, Muaro Aie, Koto Ra­nah dan Puluik Puluik.

Baca Juga : Mentawai Jadi Daerah Terakhir yang akan Jemput Vaksin Covid-19 Tahap II

Menurut keterangan Az­wir, Walinagari Limau Ga­dang, Selasa (3/3), nagari yang dipimpinnya memiliki po­tensi perkebunan cukup besar untuk dikembangkan. Ter­dapat seti­daknya sekitar 90 hingga 100 hektar lahan per­kebunan yang bisa diga­rap untuk me­ning­katkan per­­eko­nomian masya­rakat de­ngan komoditi karet dan kakao.

Namun selama ini ma­sya­­rakat kami terkendala dengan sulitnya biaya pe­ngolahan lahan dan untuk memperoleh bibit unggul. Di Limaugadang dan Pancung Taba, ber­da­sar­kan hasil peng­kajian po­tensi nagari dibu­tuhkan lebih ku­rang 150 ribu sampai 200 ribu bibit karet dan kakao unggul,” ujarnya.

Baca Juga : Hutama Karya Tegaskan Tidak Ada Penghentian Proyek Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Hanya...

Kemudian di Nagari Muaro Aie menurut Joenaidi, walinagari setempat, lahan yang bisa diolah untuk per­kebunan juga belum ter­garap maksimal oleh masya­rakat. Bahkan masih banyak lahan kosong yang tidak tersentuh.

Joenaidi menyebutkan, masyarakat di sini juga ke­sulitan untuk mendapatkan bibit unggul. Selain itu sejum­lah persoalan infra­struk­tur juga melanda daerah tersebut.

Baca Juga : Tiga Ruas Jalan Provinsi Jadi Prioritas, Ini Rinciannya

“Padahal Muaro Aie me­miliki potensi besar untuk dikembangkan, apalagi Kam­pung Dilan,” ujarnya lagi.

Disebutkannya, ke­bu-tu­han bibit kakao dan karet sekitar 50 ribu batang. Meski ini masuk dalam urusan pili­han dalam penyusunan RPJM ta­­hun 2015 men­da­tang, ia ber­harap dinas terkait perlu mem­­­perhatikan usulan ini untuk didanai.

Baca Juga : BMKG: Hujan Lebat akan Mengguyur Sejumlah Wilayah Sumbar hingga Besok

Selanjutnya di Nagari Ko­to Ra­nah kebutuhan akan bibit kakao dan karet juga sangat besar. “Nagari kami butuh bibit sebesar 200 ribu batang. Ini sudah sering kita usulkan melalui Mus­ren­bang, bahkan hingga kabu­paten, namun be­lum ada realisasinya, kita ber­harap tahunb 2015 te­rea­lisasi,” ujar Asrizal, Wali Nagari Koto Ranah.

Sementara di Puluik Pu­luik, kebutuhan bibit sekitar 100 hingga 150 ribu batang. Di Pului Puluik, selain ka­wasan wisata ternyata juga memiliki potensi per­ke­bu­nan yang cu­kup be­sar.(h/har)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]