Sopir Andes Mogok Tolak Penurunan Tarif


Selasa, 03 Februari 2015 - 19:10:32 WIB
Sopir Andes Mogok Tolak Penurunan Tarif

Menurut Adi (30), sopir angkot yang melayani rute Kota Solok - cupak, Talang Guguk, Lubuk Selasih, me­min­ta Pemerintah Kabupaten Solok untuk tidak me­nurunkan tarif ankutan pasca dinaikan tarif angkutan 1.000/ trayek pada bulan lalu.

Baca Juga : Menara Masjid Raya Sumbar jadi Daya Tarik Baru Wisatawan

Pihaknya menyebutkan untuk jalur Pasar Raya Solok ke Cupak Tarif pelajar dan mahasiswa tetap  Rp4.000 dari sebelumnya Rp3.000. Untuk penumpang umum Rp6.000, Pasar Raya Solok ke ta­lang untuk penumpang u­mum Rp7.000, sebelumnya Rp6.000 pelajar dan ma­hasis­wa Rp5.000 sebelumnya Rp4.­000. Sementara Pasar Raya So­lok ke Lubuk Selasih Rp9.000, sebelumnya Rp8.000, pelajar dan mahasiswa Rp8.000 sebe­lumnya Rp7.000. “Kami min­ta tarif angkot tidak ditu­runkan,” kata Adi Gonjo.

Menurut dia, jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, dia dan kawan-kawannya akan kembali mogok. Sebab, sejak dinaikan harga minyak Solar dari harga Rp5.500 menjadi harga Rp 7.400, berati harga minyak solar masih naik Rp900 dari harga sebelumnya. Sedangkan ketika dimintak ongkos kepada penumpang berdalih minyak sudah turun. “Kalau ini tidak ditertibkan sopir bakal merugi. Tambah lagi mobil yang dibawa para sopir ini milik orang lain,” ujarnya.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Lebaran, Nagari Sinuruik Pasaman Barat Dirikan Posko dan PPKM Mikro

Senada dikatakan, Reno sopir angkot trayek Pasar Raya Solok – Lubuk Selasih. Kata dia semenjak harga BBM tu­run, dirinya sering adu mulut dengan penumpang. Hal itu terjadi, lantaran nilai ongkos a­tau tarif yang mereka (pe­numpang, red) bayarkan, kepada sopir, seenaknya.

“Memang, harga BBM naik. Tetapi para penumpang harus memikirkan pula bah­wa harga onderil saat ini mahal. Jadi meskipun tarif ankot akan diturunkan, bu­kan berarti penumpang mem­bayar angkot see­nak­nya,” ungkap Reno, yang ditemui dilokasi tersbut.

Terkait itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten So­lok, Dedi Permana mem­ban­tah adanya sopir Angkutan Per­desaan (Andes) mengelar aksi mogok menambang. Ka­r­e­na tidak ada yang datang ke kantor Dinas Perhubungan di Koto Baru untuk me­nyam­paikan tuntutannya. “Tidak ada demo, saya dari tadi di kantor, tidak ada yang datang dan menggelar aksi,” kata Dedi Permana via selulernya. (h/ndi)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]