Pessel Kekurangan Mesin Bajak Sawah


Selasa, 03 Februari 2015 - 19:11:13 WIB
Pessel Kekurangan Mesin Bajak Sawah

Disebutkannya daerah ter­sebut memiliki luas sawah 30.344 hektare dan terluas di Sumbar. Dari jumlah itu 20.­834 hektare beririgasi, 8.834 lahan tadah hujan, 356 pasang surut dan 320 lahan lebak. Sementara produksi padi sela­ma lima tahun belakangan terjadi peningkatan.

Baca Juga : Sumarak Alek Nagari, Koarsa Laksanakan Sunatan Massal di Sungai Batang

“Tahun 2015 ini produksi padi sebesar 299.200 ton, meningkat 7,9 persen dari tahun 2013 lalu yang hanya mencapai 26.272 ton,” ka­tanya.

Untuk mencapai tamba­han target produksi padi 85 ribu ton di Pessel, TNI gelar operasi militer non perang. Terkait hal itu jajaran Kodim 0311/PSS turunkan seluruh kekuatan untuk mendampingi petani.

Baca Juga : BMKG Maritim Teluk Bayur: Waspadai Angin Kencang dan Gelombang Hingga 4 Meter

Komandan Distrik Militer 0311/PSS Letnan Kolonel Inf Joko M menyebutkan, sesuai perintah Panglima TNI, se­luruh pimpinan kesatuan pada wilayayah teritorial me­nu­runkan pasukannya men­dam­pingi petani. Ditingkat ke­ca­matan, Danramil menurunkan Babinsa mendampingi petani.

“Anggota TNI di Makodim 0311 telah mendapat pelatihan berbagai ilmu pertanian. Ke­mudian diturunkan men­dam­pingi petani bersama petugas pertanian dari SKPD ber­sangkutan. Ini merupakan operasi militer non perang untuk meningkatkan keama­nan dengan cara meningkatkan produksi pertanian,” katannya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh (BKPP) Pessel Emirda Zizwati me­nyebutkan,  kebutuhan beras di Pesisir Selatan dalam se­tahun sekitar 59 ribu ton. Berdasarkan angka itu ketahan pangan Pessel cukup baik jika dibandingkan dengan pro­duksi beras Pessel.

Menurutnya, secara ma­tematis kebutuhan pangan Pessel dalam setahun sekitar 59 ribu ton. Angka itu hanya dari produksi beras saja, ar­tinya warga Pessel tidak akan mengalami krisis pangan da­lam satu tahun berjalan.

“Produksi pangan kita em­pat kali lipat kebutuhan. Pro­duksi beras atau padi itu sangat terkait dengan peran pe­nyu­luh,” katanya. Disebutkannya, meski pro­duksi melimpah, Pessel tetap mengupayakan peningkatan bahan pangan non beras, mi­salnya jagung, umbi-umbian dan buah - buahan.

Produksi jagung Pessel mencapai 45 ribu ton dengan areal tanam 15 ribu hektar. Sementara umbi-umbian masih diproduksi dalam jum­lah terbatas. (h/har)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]