Mewariskan Kekayaan Intelektual


Selasa, 03 Februari 2015 - 19:25:01 WIB
Mewariskan Kekayaan Intelektual

Mengingat fungsi dan pera­nan menulis  yang sangat sen­tral  dan signifikan dalam   menyebarluaskan hasil pe­mikiran dan budaya manusia, maka buku disebut pula seba­gai inti dan pilar media cetak. Tidak ada media cetak lain–selain buku–yang bisa berta­han begitu lama dan memiliki kandungan nilai pikir dan budaya yang tinggi.  Pemikiran, gagasan dan ide-ide cemerlang penulis yang  tertuang dalam buku,  sampai saat ini masih bisa kita baca dan nikmati. Yah ! Mulai  dari pemikiran Aristo­teles, Pluto , Archimedes hingga pikiran Peter F. Dru­cker yang sangat menyejarah.

Baca Juga : Larangan Mudik Diperluas, Istana: Belajar dari Kasus Covid-19 di India

Bahkan, jauh sebelum to­koh-tokoh yang melegenda di atas.  Para ulama terdahulu,  telah meninggalkan jejak-jejak pemikiran  yang luar biasa  dalam bentuk buku atau  tu­lisan yang berharga . Kita mengenal keluasan ilmu  I­mam Syafi’i lewat  bukunya “Al-Umm”. Kecermelangan pikiran Imam Malik  dalam bukunya “ Al-Muwaththa” . Ketajaman pena   Imam Al-Ghazali  melalui “ Ihya Ulu­muddin “. Keindahan tuli­san  Imam Ibnu Qayyim lewat Risalah fi Amrad Al-Qulub. Kedalaman ilmu Buya Hamka melalui” Tafsir Al-Azhar” –nya. Orang – orang  hebat di atas sampai saat ini, sudah berkalang tanah namun  nama dan pemikiranya masih hidup sepanjang masa.

Peran Media Massa

Baca Juga : Ketua DPD RI Minta Imigrasi Deportasi Warga India yang Eksodus ke Indonesia

Media massa khususnya media cetak berupa koran dan majalah ataupun media online memiliki peranan penting dalam melahirkan kekayaan intelektual dan me­wa­ris­kan­nya. Media cetak disamping berfungsi sebagai media pem­beritaan,  menyampaikan be­rita berdasarkan fakta atau data. Media cetak sejatinya juga berfungsi sebagai sarana untuk melahirkan karya-karya inte­lektual dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui media ini kita akan dapat mengungkapkan pemikiran, gagasan , ide dan karya sastra indah yang dapat dipub­li­kasikan secara luas.

Banyak karya penulis best seller sepanjang zaman justru karyanya bermula dari koran atau majalah. Sebut saja, Ha­biburrahman El Shirazy ter­kenal dengan novel “Ayat-Ayat Cinta”. Habiburrahman me­mulai debut kepe­nuli­san­nya berawal dari koran Nasio­nal yang mendapatkan apre_siasi  luar biasa dari pembaca. Se­terusnya Habiburrahman mem­­­bukukannya. Bahkan, karya sastranya tersebut dia­ngkat dalam layar lebar dan mengharumkan namanya.

Baca Juga : Kenapa 117 WN India Bisa Masuk ke Indonesia? Ini Penjelasan Imigrasi Soetta

Harian Umum  Haluan dengan motto, “ Men­cer­das­kan Kehidupan Bangsa”, telah mengambil peran signifikan dalam menghasilkan kekayaan intelektual. Harian ini telah memberi ruang yang besar pada publik untuk melahirkan  kekayaan intelektual. Berbagai ragam pemikiran, gagasan, perasaan dan usulan publik yang dituangkan dalam bentuk artikel atau opini telah dimuat Harian ini sebagai bentuk kepedulian dalam menam­bambah khazanah keilmuan.

Makanya, mahasiswa, guru, dosen, sastrawan dan ulama harus mampu memanfaatkan media massa khususnya harian ini sebagai sarana dalam mem­publikasikan karya intele­ktualnya. Mereka yang telah  berusaha untuk menulis dan mempublikasikan tulisannya melalui media cetak maka  berarti dirinya  telah berusaha untuk menghasilkan  kekayaan intelektual yang merupakan warisan yang tak ternilai har­ganya.

Baca Juga : Pengendalian Perubahan Iklim, Presiden Jokowi Ajak Dunia Lakukan Aksi Nyata

Menyemangati diri

Guru dan dosen sebagai seorang intelektual harus mam­­­pu menghasilkan karya intelektual berupa buku. Me­lalui buku, guru dan dosen dapat mengemukakan pe­mi­kiran, gagasan dan ide-ide  secara leluasa. Hal ini adalah  sebagai usaha dalam men­ciptakan dan mewariskan ke­kayaan intelektual yang akan menyemarakkan khazanah keilmuaan yang mencerahkan. Sangat ironis, seorang inte­lektual tidak dapat meng­ha­silkan karya intelektual. Disi­nilah keintelektualan seseo­rang terbukti dan dapat  ter­warisi. Wah, kalau demikian marilah kita menyemangati diri guna menghasilkan karya yang berarti.

Dalam hal ini ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh siapa saja yang men­dambakan kemampuan untuk menulis, diantaranya. Pertama, memotivasi diri. Motivasi yang muncul  dalam diri seseorang akan melahirkan kekuatan dahsyat untuk melakukan se­suatu,termasuk dalam hal menulis. Sering seorang sudah kalah ( tidak mampu menulis ) karena lemahnya motivasi. Untuk itu, motivasi menulis harus ditumbuhkan dan hen­daknya dapat mendongrak semangat untuk bisa menulis.

Kedua, banyak membaca. Dengan membaca seseorang akan dapat menambah cak­rawalah pengetahuan. Penge­tahuan inilah sebagai sumber dan bahan dalam meng­ha­sil­kan sebuah karya. Orang yang banyak membaca, tentu akan banyak juga yang dapat dike­mukakan dalam tulisan. Itu sebabnya, orang yang ba­nyak menulis disebabkan juga kare­na rajin membaca. Sering orang bilang tak ada waktu untuk membaca karena k­e­sibukan  dan kerja yang me­numpuk ! Lalu kenapa ya ? waktu menon­ton, ngrumpi atau hal lainnya yang tidak atau sedikit man­faatnya justru ter­sedia wak­tunya? Sangat ironis, membaca , sesuatu yang sangat berguna, kenapa tidak dise­diakan wak­tunya? Di sinilah akar masa­lahnya yang me­nyebabkan guru atau dosen kesulitan membuat tulisan karena terbatasnya bahan yang akan diungkapkan. Makanya, kinilah saatnya kita me­nye­diakan waktu untuk mem­baca agar menambah kekayaan inte­lektual yang juga akan dapat kita bagikan.

Ketiga, Berlatih dan terus berlatih. Maksudnya, kita ha­rus terus berlatih dalam meng­hasilkan karya tulis. Menulis, tidak harus memperoleh hasil yang maksimal disaat baru memulainya  namun ke­be­ranian menulis adalah sebuah keberhasilan.  Belajar menulis ibarat belajar naik sepeda, Yah sering kita terjatuh dalam mengayuh sepeda namun be­r­latih terus maka akhirnya kita lancar bersepeda. Begitu pula halnya dalam belajar menulis, tentu ada kendala namun hal itu tidak menghentikan usaha untuk tetap menulis. Apabila kita konsisten dalam  menulis maka ide-ide cemerlang akan mengalir bak air menggalir dan itu sangat mem­baha­giakan. (*)

 

DEDI IRWAN
(Guru SMAN 2 Batusangkar)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]