Penyiram Bensin Kalapas Ditahan


Selasa, 03 Februari 2015 - 19:35:15 WIB
Penyiram Bensin Kalapas Ditahan

Menurut Albert Zai, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi, serta telah menyita beberapa ba­rang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP), baik itu berupa plastik, korek api, kursi, maupun senjata airsoft gun yang digunakan untuk melakukan pengancaman kepada korban.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 158, Sembuh 153, dan Meninggal Dunia 5 Orang

Terkait senjata airsoft gun yang digunakan tersangka, Albert Zai menjelaskan, dari keterangan yang didapatkan terkait kepemilikan senjata airsoft gun ini, tersangka tidak memiliki izin sesuai yang diatur dalam Peraturan Kepala (Perkap) Kepolisian Negara Repu­blik Indonesia nomor 8 tahun 2002 tentang pengawasan dan pengen­dalian senjata api untuk kepen­tingan olahraga.

“Dari informasi yang didapat­kan, tersangka menyatakan, dirinya mendapatkan senjata dari teman­nya yang berasal dari Padang. Senjata yang digunakan tersangka itu adalah airsoft gun, bukan senjata api,” jelas Albert Zai.

Baca Juga : ASN Sumbar Jangan Gegabah, Ada Sanksi bagi yang Nekat Mudik Lebaran

Dalam kasus ini, menurut Al­bert Zai, pelaku dijerat pasal 351 tentang penganiayaan berat atau 352 penganiayaan ringan, tergan­tung dari hasil visum nantinya, jo pasal 335 tentang pengancaman.

“Korban telah divisum, namun hasilnya baru keluar pada Rabu (4/2). Tapi secara lisan, kami telah mengetahui hasilnya. Dalam keja­dian ini, korban mengalami luka pada bagin bibir, serta mengalami lebam pada bagian tangan,” tambah Albert Zai.

Baca Juga : DPRD Harap Kedatangan Para Menteri Bawa Angin Segar untuk Pembangunan Sumbar

Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Klas IIA Bukittinggi Muji Widodo mengatakan, saat ini kondisi Lapas Klas IIA Bukittinggi telah kondusif dan tetap ber­aktivitas seperti biasa. Salah seorang pegawai lainnya yang sempat menjadi korban penyiraman bensin menurutnya juga telah masuk kerja.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kalapas Klas IIA Bukittinggi Muji Widodo disiram bensin dan nyaris dibakar dan ditem­bak oleh anak bawahannya sendiri bernama Indra Nelfi yang menjabat sebagai Kepala Sub Bimbingan Kerja Lapas Klas IIA Bukittinggi, Senin (2/2). Berun­tung Muji Wido­do selamat dari semua aksi perco­baan pembunuhan itu. (h/wan)

Baca Juga : Kasus Mafia Tanah, Komisi II DPR Segera Tuntaskan 4 Kardus Laporan Masyarakat

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]