Mengenal Penyakit Diabetes


Rabu, 04 Februari 2015 - 18:52:30 WIB
Mengenal Penyakit Diabetes

Beberapa gejala klasik penderita diabetes mellitus antara lain: sering buang air kecil, sering merasa haus dan lapar, serta badan lemas dan sering mengantuk.

Baca Juga : Berikut 5 Tips Aman Berolahraga, Tubuh Tetap Bugar saat Puasa

Gejala Penyakit Diabetes Mellitus

Gejala diabetes bervariasi berda­sarkan jenis diabetes yang anda miliki. Jika anda memiliki prediabetes (kadar gula darah lebih tinggi dari normal tapi belum cukup dikategorisasikan sebagai diabetes) atau gestational diabetes (gula darah yang meningkat saat keha­milan) mungkin tidak akan mengalami gejala.

Baca Juga : Studi Ungkap Pola Makan tak Sehat dapat Pengaruhi Produktivitas Kerja

Gejala Diabetes Tipe1 (pada anak-anak)

Mengenali gejala diabetes tipe satu pada anak tak selalu mudah karena gejala-gejalanya sering salah dikira penyakit flu. Selain itu gejalanya terkadang baru muncul setelah pe­nyakit berjalan cukup panjang.

Baca Juga : Twitter Jadi Media Sosial yang Paling Tinggi Sebar Ujaran Kebencian

Anak dengan diabetes tipe 1 biasanya memiliki gejala awal sebagai berikut:

1. Sering berkemih

Baca Juga : Trik dan Tips dari Dokter Spesialis agar Kulit Sehat Selama Ramadan

Hal ini terjadi karena ginjal ingin membersihkan kelebihan glukosa dalam sirkulasi darah. Anak jadi lebih sering buang air kecil dan dalam jumlah yang besar. Mengompol juga bisa menjadi gejala adanya diabetes, ter­utama jika sebelumnya anak tak pernah mengompol.

2. Banyak minum

Karena banyak cairan yang dike­luar­kan, anak menjadi gampang haus.

3. Berat badan berkurang

Tubuh tidak lagi bisa memproses glukosa untuk energi dan mulai meme­cah otot dan cadangan lemak untuk menghasilkan energi bagi sel-sel yang lapar. Karenanya meski nafsu makan anak normal tetapi berat badannya sulit naik.

4. Mudah lelah

Anak tampak kelelahan karena tubuhnya tidak mampu memproses glukosa untuk energi.

Gejala-Gejala Diabetes

Tahap Lanjut

Diabetes tipe 1 umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja meskipun pada dasarnya dapat terjadi pada usia berapapun. Diabetes tipe 2 yang meru­pakan tipe yang paling umum dapat terjadi pada usia berapapun dan sering dapat dicegah.

1. Berat badan turun

dengan cepat

Buat penderita diabetes, jangan senang dulu jika berat badan Anda turun dengan cepat. Ini bukan diakibat­kan karena diet yang sukses, namun lebih disebabkan karena pankreas mulai rusak.

Pankreas memiliki tugas mempro­duksi insulin yang digunakan mengolah glukosa menjadi sumber energi. Karena pankreas pada penderita diabetes gagal mengolah gula menjadi energi, maka terjadilah resistensi insulin. Tubuh kemudian akan mencari sumber energi alternatif dengan mem­bakar cadangan lemak dalam tubuh. Jika cadangan lemak habis, maka sasaran selanjutnya adalah otot. Akibat­nya bobot tubuh akan terus menyusut.

2. Sering Kesemutan

gejala ini terjadi karena pembuluh darah yang rusak, sehingga darah yang mengalir di ujung–ujung saraf pun berkurang.

3. Luka yang sulit sembuh

Ini adalah efek lain dari kerusakan pembuluh darah dan saraf selain kesemutan. Kerusakan ini meng­akibatkan penderita diabetes tidak merasakan sakit jika mengalami luka. Mereka bahkan kadang tidak sadar telah terluka. Gabungan kadar gula darah yang tinggi dan tidak adanya rasa nyeri, maka luka yang awalnya kecil dapat membesar menjadi borok dan bahkan membusuk. Jika sudah sampai tahap ini, amputasi merupakan satu-satunya jalan untuk menyem­buh­kannya.

Gejala Diabetes Pada Wanita

Sementara itu, sayangnya dari beberapa gejala khusus yang sering dialami wanita namun tidak disadari mereka. Lantas, gejala-gejala apa saja itu biasanya hadir itu? Di bawah ini ada beberapa gejala yang dapat Anda harus waspadai dan segera konsultasi ke dokter, menurut Imam, di antaranya sebagai berikut:

1. Infeksi vagina yang ditandai dengan munculnya keputihan secara berulang, meskipun telah mendapatkan pengobatan.

2. Wanita diabetes lebih mudah terserang infeksi jamur di daerah organ intim karena daerah tersebut menga­lami kelambaban cukup tinggi.

3. Mengalami gangguan fungsi hormonal karena aliran darah tidak lancar.

4. Cenderung mengalami polycystic ovarian syndrome. Keseimbangan hormon terganggu yang akan mengang­gu sistem reproduksi.

5. Pemicu diabetes juga, biasanya ditemukan pada wanita yang menga­lami depresi.

6. Memiliki kadar kolesterol yang tinggi dibanding pria. (h/kes)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]