Santunan Wajib Kecelakaan Bakal Dinaikkan


Rabu, 04 Februari 2015 - 18:55:30 WIB
Santunan Wajib Kecelakaan Bakal Dinaikkan

OJK juga menambah biaya ambulans sebesar Rp500.000 dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) hingga Rp1 juta. Kendati besaran santunan lebih tinggi, iuran wajib yang dikenakan kepada penumpang angkutan umum tidak ada kenaikan. Hanya saja, nilai sumbangan wajib dana kece­lakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) yang dikutip dari pemilik angkutan naik 10 persen sampai 16,4 persen.

Baca Juga : Palestina Ternyata Tidak Punya Tentara, Ini Alasannya

Kenaikan sumbangan wa­jib ini paling besar dikenakan bagi pemilik kendaraan pick-up atau mobil barang sampai dengan 2.400 cc, sedan, jip dan mobil penumpang bukan ang­ku­tan umum, dari saat ini sebesar Rp140.000 akan men­jadi Rp163.000 per unit.

Rencana kenaikan santu­nan ini sudah didengungkan sejak tahun lalu. Budi Setyarso, Direktur Utama Jasa Raharja menyebut, besaran santunan mengikuti biaya pengobatan saat ini. Maklum, beleid ter­akhir yang mengatur besaran iuran terbit pada tahun 2008. “Jadi ada kepastian perlindu­ngan bagi masyarakat untuk pengo­batan tanpa ada kebi­ngungan di rumah sakit soal siapa yang akan menanggung,” ujar Budi.

Baca Juga : Korban Luka Berjatuhan Saat Ribuan Orang Palestina Demo Israel di Kota Nablus

Menurut Budi, kenaikan jumlah santunan tak membuat beban Jasa Raharja mem­bengkak. Sebab, jumlah kece­lakaan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir cen­derung menurun. Buktinya, jumlah santunan yang dibayar­kan oleh Jasa Raharja pada tahun 2014 lebih rendah ketim­bang tahun sebe­lumnya. Per Desember 2014, nilai san­tunan Jasa Raharja sekitar Rp2 triliun atau turun 15 persen jika dibandingkan tahun 2013.

Di sisi lain, di tahun lalu, Jasa Raharja mengantongi pendapatan dari iuran wajib dan premi sebesar Rp3 triliun. Secara total, pendapatan Jasa Raharja pada tahun lalu men­capai Rp5 triliun. (h/trn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]