Pemkab Tak Mampu Tingkatkan PAD


Rabu, 04 Februari 2015 - 18:56:32 WIB
Pemkab Tak Mampu Tingkatkan PAD

Seperti memberikan kredit ringan kepada masyarakat kurang mampu di Kabupaten Limapuluh Kota untuk modal usaha. Sehingga, hal tersebut selain dapat meningkatkan PAD juga dapat membantu kesejahteraan dan me­ning­katkan perekonomian masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota. “Apabila dana Rp 60 Miliar digunakan untuk modal usaha dengan kredit ringan, sudah berapa masyarakat kurang mampu yang dapat terbantu. Cara seperti ini yang tidak dipikirkan oleh kepada daerah,”terang Habib.

Baca Juga : Mahasiswa Demo Pemkab Pasaman Barat Tuntut Usut Polemik RS Ujung Gading

Menurutnya, Pemkab lebih memilih men­diamkan kas sambil mencari bunga tinggi ketimbang membantu masyarakat kurang mampu. “Dengan cara yang diterapkan pemkab saat ini, malah tidak menyentuh langsung terhadap masyarakat. Kas yang dipindahkan akan tersimpan di 3 bank dan tidak bisa dimanfaatkan secara langsung untuk daerah,”jelas Yudilfan Habib.

Begitupun, pemindahan kas daerah dari Bank Nagari sangat disayangkan Yudilfan Habib. Pasalnya, keberadaan Bank Nagari selama ini telah membantu perekonomian masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota. “Kas daerah yang tersimpan pada Bank Nagari merupakan modal untuk kredit bagi masyarakat. Dengan adanya penarikan kas ini, berarti modal Bank Nagari untuk kredit masyarakat jadi berkurang. Ini yang kita sayangkan terhadap kebijakan Pemkab Limapuluh Kota,” ungkap Habib.

Baca Juga : Berkah Ramadan, Keluarga Besar ProKP Santuni Anak Yatim

Sebelumnya, Yendri Tomas Sekretaris Pemkab Limapuluh Kota serta Awaluddin Kepala DPPKAD mengungkapakan, pe­mindahan kas daerah senilai Rp 60 Miliar  ke 3 bank swasta hanya untuk menggenjot PAD Kabupaten Limapuluh Kota. Berdasarkan dokumen APBD 2015 ini, Pemkab Kabupaten Limapuluh Kota telah menargetkan  PAD sebesar Rp 51 Miliar. (h/ddg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]