Sopir Bus Trans Padang Mogok


Rabu, 04 Februari 2015 - 19:12:03 WIB
Sopir Bus Trans Padang Mogok

Di Halte Imam Bonjol, puluhan penumpang terlantar. Apalagi, bus kota juga tidak banyak yang menambang. Aksi tersebut mengundang pegawai Dinas Pendidikan keluar kan­tor, karena melihat Bus Trans Padang tidak menambang.

Baca Juga : Sidak ASN Pemko Padang, Arfian: Tingkat Kehadiran Mencapai 99 Persen 

“Kenapa bus milik pe­me­rintah pakai mogok segala. Kami jadi terlantar, kalau diberitahukan terlebih dahulu, tidak ada masalah. Kami bisa cari angkutan lain,” cetus Dini, calon penumpang Bus Trans Padang.

Hal senada dikatakan Asni, penumpang siswa yang men­jadi langganan Bus Trans Pa­dang bingung ketika bus pe­merintah tersebut tidak mun­cul-muncul di Depan PT Pos Indonesia. Hampir satu jam dia menunggu bus yang menjadi andalan Kota Padang itu baru kelihatan.

Baca Juga : Setelah Ambulance untuk Palestina, Kota Padang Kembali Salurkan Bantuan Sebesar Rp100 Juta 

“Kalau naik bus kota itu tidak nyaman. Makanya, saya menunggu sampai datang, ta­hu-tahu saya dapat info bus mogok,” ucap Asni.

Salah seorang pramugara mengaku, belum men­dapat­kan gaji bulan Januari. Pa­dahal sudah memasuki tang­gal 4 Februari. Bagi pra­mu­gara, bahwa gaji merupakan salah satu faktor untuk men­dukung ekonomi keluarganya. Ke­mudian ada potongan-po­tongan gaji juga tidak masuk akal bagi sopir dan pramugara.

“Sebenarnya, kami tidak mau mogok seperti ini, tapi kami ingin dihargai saja sebagai knek,” jelas Datuak, biasa dipanggil.

Datuak mengatakan, jika ada pemotongan gaji atau ke­ter­lambatan gaji, sebaiknya disampaikan kepada pra­mugara dan sopir. Jangan ada komunikasi yang cacat antara pramugara, sopir dan penge­lola Bus Trans Padang. Saat menanyakan berapa persen gaji yang dipotong Dishub, Datuak tidak mau menjelaskan.

“Kalau sampai Rp50 ribu mungkin tidak masalah. Yang kami tuntut itupun hak kami. Jelaskan berapa yang di­po­tong,”ucapnya.

Sementara Sekretaris Di­nas Perhubungan Informasi dan Komunikasi, Yudi Indra Syani yang turun langsung dengan Kepala Bidang Ang­kutan, Jovi Satrios serta Ke­pala UPTD Bus Trans Padang, Syarif dan Ketua Organda Padang, Syofyan melakukan rapat tertutup di kantor Bus Trans Padang.

Menurut Yudi Indra Syani, pengelola Bus Trans Padang saat ini dalam masa Transisi. Karena, pemenang tender atau pengelo Bus Trans Padang selama tahun 2014 yakni PT Sumbar Trans dan sudah habis masa 31 De­sember lalu. Untuk terus men­jalankan Bus Trans Padang, maka diambil alih Pemko Pa­dang mulai dari 1 Januari 2015 ini. Sampai masa pemenang tender sudah keluar dipre­diksikan Maret mendatang.

“Iya, ada pemotongan se­besar lima persen untuk pajak dan BPJS 1,89 persen. Ada sebagian sopir dan pramugara yang belum tahu untuk apa gajinya dipotong. Karena ada sebagian yang sudah menerima gaji dan memberitahu teman-temannya, bahwa gaji mereka dipotong,” jelas Yudi Indra Syani.

Ia menambahkan, mogok yang berlangsung singkat itu cukup membuat pihaknya panik. Tetapi, demi kenya­manan penumpang Bus Trans Padang harus tetap ma­nam­bang. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]