Pers Sehat, Bangsa Hebat


Rabu, 04 Februari 2015 - 19:19:25 WIB
Pers Sehat, Bangsa Hebat

Agenda kegiatan Peringatan HPN 2015 di Kepri antara; Jalan Santai, Workshop Jurnalisme Maritim, Pameran Pers dan Bakti Sosial,Pameran Pembangunan, Media Literasi Dewan Pers, Konvensi Bahasa, Workshop SJI,Media Literasi Kominfo, ASEAN PR Summit-SPS, Konvensi Media Massa, Sosialisasi UU ITE, Diskusi Adinegoro, Bedah Buku Jokowi, Seminar MPR, Seminar IKWI, Kongres SPS, Pesta Rakyat/Hiburan, Bedah Buku HPN, Forum Pemred ASEAN, CAJ Meeting, Media Visit dan Acara Puncak HPN 2015.

Baca Juga : Audiensi dengan Musisi Indonesia, Menko Airlangga akan Cari Solusi Konstruktif untuk Industri Musik

HPN ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 5 Tahun 1985 yang ditandatangani Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985. Dewan Pers kemudian menetapkan HPN dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di Ibu Kota provinsi se-Indonesia.

HPN 2014 mengusung tema ‘Pers Sehat, Rakyat Berdaulat’.  Sedangkan tema HPN 2013 yang lalu, ‘Pers Bermutu, Bangsa Maju’. Jika ditelisik,  makna tema HPN 2013, tema HPN 2014 dan tema HPN 2015 sangatlah dalam. Tema tersebut memberi isyarat  bahwa peran pers sangat besar bagi rakyat dan bangsa. Tema itu juga memberi isyarat bahwa pers yang bisa membawa bangsa menjadi maju dan rakyat menjadi berdaulat adalah pers yang bermutu dan pers yang sehat. Bangsa yang hebat adalah bangsa yang memiliki pers yang sehat, bukan pers yang sakit.

Baca Juga : Menko Airlangga Sebut Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Semakin Membaik

Sebaliknya, pers tidak akan bisa memberikan kontribusi yang baik untuk memajukan bangsa dan bagi terbentuknya rakyat yang berdaulat, bilamana pers tidak bermutu  dan pers tidak sehat. Pers yang tidak bermutu dan pers yang tidak sehat justru akan membuat bangsa ini menjadi bangsa yang tertinggal dan rakyatnya terjajah atau tidak berdaulat.

Lalu sekarang, apakah pers Indonesia telah bermutu dan telah sehat? Bermutu dalam artian memenuhi segala standard etik serta semua syarat jurnalistik. Pers yang bermutu dikelola dan dijalankan secara profesional. Sedangkan, mutu pers ditentukan oleh perkembangan, tuntutan, dan kebutuhan lingkungan yang senantiasa berubah.

Baca Juga : Resmikan Aplikasi SINAR, Kapolri: Kini Perpanjang SIM Bisa dari Rumah

Pers yang bermutu akan mendorong insan pers untuk selalu berpikir ke arah kemajuan dan menemukan kebaruan yang jauh dari sikap kemapanan. Dengan pers yang bermutu, maka demokrasi menjadi garda depan dalam kemerdekaan pers. Pers yang hanya akan hidup bebas atau merdeka apabila ada demokrasi, memikul tanggung jawab mewujudkan demokrasi yang matang, sehat, bertanggung jawab, dan berdisiplin. Jawaban apakah pers di Indonesia telah bermutu, ada pada pengelola dan insan pers itu sendiri. Jawaban yang lebih jujur  lagi ada pada para pembaca, pendengar dan pemirsa produk pers.

Pertanyaan berikutnya, terkait dengan tema HPN 2015, apakah Pers Indonesia hari ini sudah sehat. Makna pers sehat, bisa sangat luas. Pertama, Pers sehat dalam artian perusahaan pengelola media pers yang sehat. Dalam hal ini perusahaan pers tersebut dapat menjalankan bisnis medianya dengan lancar dan dapat memenuhi kewajibannya berupa gaji dan hak-hak wartawan dan karyawannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perusahaan pers tersebut dalam operasional dan penyajian produk jurnalistiknya juga mematuhi semua ketentuan yang berlaku, seperti UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Baca Juga : Jaksa Bakal Hadirkan 5 Saksi dalam Sidang Kasus Swab Habib Rizieq

Berikutnya, Pers Sehat  dalam makna yang lebih luas dapat bisa juga diartikan sebagai pers yang tidak ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan politik dan bisnis pihak-pihak tertentu, termasuk kepentingan politik dan bisnis (di luar bisnis media) pemilik media itu sendiri.  Hari ini, jamak media ditunggangi oleh kepentingan politik dan bisnis para pemiliknya. Pada Pemilu/Pilpres 2014 dan pascanya, hegemoni kepentingan politik para  pemilik media terhadap produk medianya benar-benar terasa dan sangat kentara. Ke depan, dibutuhkan aturan jelas dan tegas yang mengatur tentang ini.

Kiranya peringatan HPN mesti menjadi momen untuk merefleksi dan mengevaluasi, apakah pers telah menjalankan peran yang sesungguhnya. Jika memang telah menyimpang maka mesti ada sebuah ketegasan untuk menjalankan aturan main yang telah ada. Dan jika aturan yang ada sekarang masih belum memadai untuk bisa membangun pers sehat, berkualitas dan bermartabat, maka dibuatkan aturan yang baru,  atau dengan merevisi UU Pers. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]