Pembangunan Mal dan Rumah Sakit Perlu Kajian Matang


Rabu, 04 Februari 2015 - 19:21:22 WIB
Pembangunan Mal dan Rumah Sakit Perlu Kajian Matang

Rektor Ins­titut Teknologi Padang (ITP), Ir Hendri Nof­ria­n­to MT tidak se­tuju dengan pembangunan mal  dan rumah sakit di Kota Pa­dang yang tanpa melalui ka­jian mendalam dan kom­prehensif. Menurutnya, pem­bangu­nan proyek tersebut perlu kajian dalam. Selain itu, dampak negatifnya mesti diminimalisir.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Selasa 09 Maret 2021

“Saya tidak setuju dengan pendirian mal di kawasan Khatib Sulaiman. Dampak negatif sangat banyak, seperti kemacetan, persaingan usaha yang tidak sehat, investasi akan saling bunuh dan lain­nya,” kata Hendri.

Dikatakan Hendri, jika harus mendirikan mal, tidak ada salahnya mencari daerah yang lebih tepat.  “Antara mal Basko dengan mal yang akan didirikan di Jalan Katib Su­laiman tersebut sangat ber­de­ka­tan sehingga ti­dak efek­tif. se­harusnya pemda lebih bijak dan mengkaji ulang,” katanya.

Baca Juga : Pantai Air Manis Padang Masih Lengang, Omset Pedagang Anjlok

Dijelaskan Hen­dri, ke­napa mal tidak di­di­rikan misalnya di Teluk Bayur, di Bay Pass atau di daerah yang akan membagi masyarakat dari pusat-pusat ke­ramaian.

“Jadi kajian ekonomi, kajian sosial serta dam­pak transportasi harus di­per­hi­tung­kan oleh pe­me­rintah dae­rah,” harapnya.

Baca Juga : Demam Tanaman Hias di Padang Terus Meluas

Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Pa­dang, Afrizal BR me­ngatakan, untuk pem­ba­ngu­­nan memerlukan izin prinsip. Selama sesuai dengan Perda Tata Ruang, TRTB mengizin­kan. “Selama pembangunan tersebut tidak menyalahi aturan TRTB dan sesuai de­ngan perdanya, maka tidak ada ketentuan untuk mela­rang,” ujar Afrizal pada Ha­luan, Rabu (4/2).

Dikatakan Afrizal, jika di kawasan Khatib Sulaiman akan dibangun mal, jelas saja akan banyak dampak negatif­nya. Selain akan membuat kemacetan, juga pemerataan tidak akan seimbang karena tidak jauh dari tempat bisnis yang sama.

Baca Juga : Terancam Abrasi, Masjid Al-Hakim Padang Dipasang Batu Pemecah Ombak

Lebih lanjut Afrizal me­nga­takan, laporan yang ia terima soal pem­bangunan ter­se­but adalah akan dibuat hotel dan swalayan kebu­tuhan alat dapur. Akan tetapi, hing­ga saat ini Dinas TRTB be­lum menerima permo­honan da­ri investor soal ba­ngu­nan yang akan didirikan. “Belum ada per­mohonan dan izin ke Dinas TRTB. Jadi titik terangnya belum ada hingga saat ini,” ujarnya.

Soal pembangunan rumah sakit, Afrizal menerangkan bahwa memang rumah sakit sudah sangat banyak di Kota Padang. Tidak hanya rumah sakit, namun juga seperti klinik-klinik sudah banyak.

“Jadi untuk pembangunan rumah sakit perlu perhi­tu­ngan serta kajian panjang. Saat ini untuk mendirikan rumah sa­kit harus ada semacam ke­ten­tuan dari Dinas Kesehatan barulah sampai ke Dinas TRTB,” terangnya. (h/mg-win)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]