BUMD Tak Layak Dibubarkan


Rabu, 04 Februari 2015 - 19:22:44 WIB
BUMD Tak Layak Dibubarkan

Dikatakan Supardi, pem­bahasan terhadap ketiga BUMD bertujuan untuk mem­perjelas status ketiganya. Se­bab, kondisi yang ada sekarang ketiga BUMD hanya dijalan­kan oleh satu pimpinan. Hal itu dinilai tidak efektif dan akan membawa dampak buruk  pada ketiga perusahaan yang dibentuk atas kesepakatan bersama ini.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Selasa 09 Maret 2021

“Satu perusahaan saja be­lum tentu berhasil dijalankan oleh satu direktur, apalagi sampai tiga seperti sekarang. Jika tetap berlanjut ini akan jadi bumerang bagi ketiganya,” papar Supardi.

Sebaliknya, tambah Supar­di, jika terjadi penggabungan manajemen dengan satu pim­pinan, itu akan berakibat akan adanya perda yang dilanggar. Dalam hal ini, pada peraturan daerah yang ada, penga­lih­fungsian aset daerah dilarang. Jika akan dilakukan pengga­bungan, pemerintah daerah terlebih dahulu harus meminta persetujuan dari DPRD.

Baca Juga : Pantai Air Manis Padang Masih Lengang, Omset Pedagang Anjlok

“Sebab dari itu, kita  tak akan membiarkan kondisi  ini terus berlarut. Ketiganya (BU­MD, red) akan dievaluasi de­ngan mendalam. Jika sudah tak layak, akan kita dibubarkan,” tegasnya.

Namun, Supardi Juga me­nam­bahkan, jika pada kesim­pulan akhir evaluasi ternyata diketahui prospek ketiga BU­MD masih bagus, DPRD akan merevisi perda sekaitan de­ngan BUMD tersebut, dengan tujuan agar ketiganya bisa dilebur menjadi satu.

Baca Juga : Demam Tanaman Hias di Padang Terus Meluas

“Jika ketiga perusahaan kita gabungkan, korp bisnis  dari setiap perusahaan akan diperta­hankan dengan cara membentuk divisi untuk ma­sing-masingnya,” pungkas Supardi.

Sebelumnya dua direktur dari tiga perusahaan ini, yai­tunya direktur ATS dan Dina­mika  mengundurkan dengan alasan kesehatan. Untuk me­ngisi kekosongan posisi pim­pinan dua BUMD, sementara ini jabatan direktur tiga peru­sahaan  dipegang oleh Direktur Grafika, Dasril.

Baca Juga : Terancam Abrasi, Masjid Al-Hakim Padang Dipasang Batu Pemecah Ombak

Di lain Pihak, Asisten II Pemerintah Provinsi Sumbar, Syafruddin ditemui Haluan Rabu (4/2) kemarin me­nga­takan, kondisi tiga BUMD ini sudah menunjukkan kemajuan meski hanya dipimpin satu direktur.

“Namun, kedepan apakah BUMD ini akan kita lebur atau akan dicarikan direktur baru akan dibicarakan dahulu de­ngan dewan. Karena sebagai perusahaan daerah harus mem­berikan dampak positif ke daerahnya,” ujar Syafruddin.

Ia melanjutkan, untuk tiga BUMD ini pada tahun 2015 ini hanya PT Grafika yang kem­bali mendapatkan suntikan dana, sementara untuk Dina­mika dan ATS tidak lagi diang­garkan tahun ini.

“Alasan kita tetap mem­berikan dana kepada Grafika agar nantinya tetap menjadi percetakan yang profesional,” terangnya.

Sementara untuk dua lain­nya kata Syafruddin masih dalam tahap perbaikan mana­jemen dan tata kelola peru­sahaan. “Dinamika yang berge­rak di bidang perbengkalan dan ATS yang sebelumnya pabrik es sekarang juga tengah menjajal bidang lain seperti panas bumi dan perhotelan,” tandasnya.

Menurut Syafruddin, keha­diran BUMD ini seharusnya menjadi pembeda dengan pe­ru­sahaan swasta. Karena da­lam aturannya BUMD tidak boleh bersaing dengan peru­sahaan masyarakat.

Terkait target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibe­bankan kepada BUMD ini Syafruddin belum bisa mem­berikan keterangan. “Target kepada BUMD ini tetap kita bebankan karena sebagai peru­sahaan daerah juga harus menghasilkan untuk daerah,” katanya. (h/mg-len/mg-isr)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]