Perawat Cantik Dibunuh


Rabu, 04 Februari 2015 - 19:25:43 WIB
Perawat Cantik Dibunuh

Perawat cantik itu dimakamkan, Rabu (4/2) di pandam pekuburan kaum usai men­jalani autopsi di RS Bhayangkara, Polri di Padang, Selasa (3/2).

Baca Juga : Pemda Padang Pariaman Siapkan DAU 8% untuk Tangani Covid-19

“Jasad korban sampai di rumah duka, Rabu dini hari tadi. Dia dikebumikan di pandam pekuburan keluarga,” kata Masril salah seorang pihak keluarga korban.

Pihak keluarga, masih menunggu hasil autopsi yang akan keluar beberapa hari lagi. “Kami tidak percaya anak kami yang keluar rumah sehat ceria, pulangnya telah meninggal begitu saja. Kami yakin anak kami dibunuh, sengaja dido­rong pelaku. Kami akan lapor kasus ini ke Polda Sumbar,” ujar ayah korban, Muchtar.

Baca Juga : Polri Sebut 12 Teroris yang Ditangkap di Jatim Sumbangkan 5% Gaji ke Jamaah Islamiyah

Sementara itu, N yang diketahui oknum polisi berpangkat brigadir itu, merupakan teman dekat korban. Senin sore, korban dijemput ke rumah oleh N menggunakan avanza berwarna silver BA 123 SI. “Benar, N sudah dimintai keterangan oleh Propam Polres Pasaman. Hasil pemeriksaan dari Propam tidak bisa dibeberkan ke publik,” ujar Waka­polres Pasaman Kompol Sihana.

Termasuk investigasi kepolisian, belum bisa dibeberkan ke publik melalui media massa.

Baca Juga : Bantu Korban Kebakaran di Batang Biyu, IKPM dan Biker Pasbar Antarkan Sembako

Dia menyarankan untuk konfir­ma­si lebih lanjut ke Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Rudi Munan­da. Ka­rena pihak Polres Pasaman sudah membentuk tim yang diketuai oleh AKP Rudi Munanda untuk men­dalami kasus tersebut. Sayang­nya, AKP Rudi Munanda tak meres­pon perkembangan lebih lanjut tersebut.

Mengenai oknum polisi berini­sial N, Wakapolres menegaskan, belum bisa menyatakan bersalah terhadap anak buahnya itu. Alasan­nya, dugaan awal versi kepolisian, korban Dewi itu bunuh diri. Penda­pat mereka juga diperkuat dengan hasil visum yang diadakan di RSUD Lubuksikaping dengan dr. Herman. “Kita tunggulah dulu hasil otopsi dari RS Bhayangkara keluar. Baru kita bisa melangkah lebih lanjut, apakah ini pembunuhan atau bunuh diri,” pungkasnya.

Baca Juga : Masyarakat Tandikek Utara Harapkan Leonardy Perjuangkan Peningkatan Status Perangkat Nagari

Informasi mengejutkan diberi­kan warga Panti yang menyaksikan kebe­radaan korban bersama N di lokasi kejadian. Korban dan N yang telah berpindah-pindah tiga titik tempat di  lokasi sekitar bendungan besar Panti-Rao itu, pada akhirnya bertengkar di pinggir jembatan bendungan tersebut. “Di sinilah kami tidak tahu, apakah korban menjatuhkan diri atau terdo­rong sehingga jatuh. Tapi yang pasti, mereka itu dalam kondisi berteng­kar,” ujar sumber Haluan yang minta namanya tak disebutkan

Sumber tersebut menyebutkan, korban datang dengan mobil avanza silver BA 123 SI. Dalam catatan Haluan, kendaraan avanza warna silver BA 123 SI adalah barang bukti (BB) dalam kasus penang­kapan kasus ganja kering seberat 16 kilogram dengan tiga orang tersang­ka, yakni Agus Chandra (24) warga Anduring Kota Padang, Hendri Saputra (17) warga Banuaran Kota Padang, dan Ahmad Ari (19) warga Anduring Kota Padang, yang ditang­kap Polres Pasa­man pada Senin, 8 Desember 2014 lalu (Haluan edisi 9 Desember 2014).

Hanya saja, soal penggunaan mobil barang bukti tersebut oleh N, tak juga bisa dikonfirmasi kepada Kasat Reskrim AKP Rudi Munanda, termasuk keberadaan N yang saat ini tidak diketahui publik. Kapolda Sumbar Brigjend Pol Bambang Sri Herwanto juga tak membalas sms Haluan, saat dihubungi terkait perkembangan kasus ini dan penggu­naan mobil barang bukti oleh N.

Autopsi Rampung

Dari Padang, hasil autopsi jasad Dewi telah diserahkan oleh pihak Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar kepada Polisi Resor (Pol­res) Pasaman. “Setelah outopsi selesai, hasilnya langsung kita serah­kan kepada pihak yang meminta jenazah di autopsi, dalam hal ini adalah Polres Pasaman,” ujar Kepa­la Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumbar, Kompol dr Tasrif saat dihubungi Haluan melalui telepon genggamnya, Rabu (4/2).

Terkait hasil autopsi yang akan membuka tabir kebenaran apakah Dewi dibunuh atau bunuh diri, Tasrif tidak mau berkomentar. Menu­rutnya, pihak rumah sakit hanya bertugas melakukan autopsi sesuai permintaan. Sedangkan untuk mem­buka dan menginformasikan hasil­nya secara resmi bukan wewe­nangnya.”Silahkan tanya langsung kepada Kapolres Pasaman, kita tidak mau mencampuri yang bukan wewenang kami, termasuk member informasi kepada media,” pung­kasnya.  (h/tim/mg-fds)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]