Seluruh Rumah di Kawasan Pantai Rawan Bencana


Kamis, 05 Februari 2015 - 19:09:17 WIB
Seluruh Rumah di Kawasan Pantai Rawan Bencana

Pri Nurdin menyebutkan, jumlah rumah yang berada persis di pinggir pantai men­capai puluhan ribu. Rumah itu tersebar di Kecamatan Pan­cung Soal, Linggo Sari Baganti, Ranah Pesisir, Lengayang, Sutera, dan Bayang.

Baca Juga : Delapan Personel Polda Sumbar Diberhentikan, Kapolda: Polisi Itu harus Humanis 

‘’Kecamatan tersebut sela­ma ini merupakan langganan abrasi. Sudah banyak rumah warga yang jadi korban,’’ kata­nya menjelaskan.

Oleh sebab itu pemerintah kembali ingatkan warga Pesi­sir Selatan untuk tidak mem­bangun rumah dikawasan ra­wan bencana. Warga daerah itu diminta untuk mengatur jarak antara bangunan yang akan dibangun dengan jara kawasan zona merah.

Baca Juga : PJU Polda Sumbar Lakukan Vaksinasi Covid-19, Puluhan Ribu Personel Menyusul

Sementara Kepala Dinas PU Pessel Era Sukma menye­but­kan, peringatan agar warga membangun rumah dijarak aman telah disampaikan peme­rintah kepada warga Pesisir Selatan terutama mereka yang bermukim di kawasan pinggir pantai, di pinggir sungai, tepi bukit dan kawasan kawasan lainnya yang dianggap rawan bencana.

“Jadi untuk menghindari bencana alam atau setidaknya mengurangi resiko yang ditim­bulkan oleh bencana warga yang hendak membangun ru­mah diharapakan tidak mem­bangun dipinggir pantai,” katanya.

Baca Juga : BPD HIPMI Gelar Musda ke-13 Pertengahan Maret, Gubernur Sumbar Bakal Diundang

Disebutkannya, kawasan pantai Pesisir Selatan umum­nya rawan terkena bencana alam. Bencana alam yang se­ring dialami warga yang tinggal dipinggir pantai umumnya adalah abrasi. Sejumlah titik diketahui sangat rawan me­ngalami abrasi.

“Misalnya Muara Jambu Linggo Sari Baganti, Aie Uba Pancuang Soal, Kawasan Pan­tai di Lengayang, Sutera dan Bayang. Dikawasan ini sudah banyak bangunan yang men­jadi korban abrasi,” katanya menjelaskan.

Baca Juga : Pedagang: Omset Turun Karena Pelaksanaan Vaksin di Blok III Pasar Raya

Dia menambahkan, bangu­nan yang mengalami kerusa­kan umumnya diterjang oleh airpasang, dimana air pasang biasanya akan meningkatkan aktifitas abrasi. Kawasan ping­gir pantai di daerah ini umum­nya tidak kuat menahan abrasi.

“Jadi oleh karena itu me­mang ada jarak ideal antara bangunan dengan bibir pantai yang harus diperhatikan oleh masyarakat yang ingin men­dirikan bangunan. Jarak ideal itu adalah 100 meter. Namun umumnya bagunan yang ada sekarang justru sangat ditepi pantai,” katanya.

Umumnya kawasan ping­gir pantai yang padat penduduk adalah yang dekat dari pinggir jalan nasional misalnya di Lengayang, Sutera, Lengayang. Selain itu juga kawasan yang dijadikan sebagai pusat per­kem­bangan ekonomi. (h/har)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]