Pemko Diminta Kaji Kembali Pembangunan Terminal AKAP


Kamis, 05 Februari 2015 - 19:18:03 WIB
Pemko Diminta Kaji Kembali Pembangunan Terminal AKAP

Dikatakannya, konsep ter­minal itu sendiri tidak harus besar, asal berada di tempat yang akses jalannya lancar. Kalau tidak, bus dan pe­num­pang akan berpikir untuk turun di terminal. “Makanya, pemko harus terus berpikir bagaimana nanti terminal itu benar-benar bisa digunakan untuk menaik­kan dan menurunkan pe­num­pang,” ujarnya.

Baca Juga : Lakukan Mutasi Besar-besaran, Hendri Septa: Penyegaran Birokrasi

Jika berkaca dari masa lalu, kata Yosaffra, maka rencana pem­ko untuk membangun ter­minal harus dipikirkan kem­bali. Jangan seperti ter­minal Aia Pacah, yang pada akhirnya dibangun per­kan­toran dan pembangunan, se­hingga muba­zir saja. “Kalau di PA dulu, jelas semua jaringan angkot ber­mua­ra ke Pasar Raya. Cocok­lah dia sebagai terminal,” jelasnya.

Pantauan Haluan di se­pan­jang Jalan Hamka, persisnya di depan UNP, Kamis (5/2) ter­lihat bus antar kota dalan provinsi berjejer menaikkan dan menurunkan penumpang, sehingga membuat arus macet.

Baca Juga : Hendri Septa Kembali Lantik 194 Pejabat Eselon III dan IV

Salah seorang sopir bus Mandala jurusan Pasaman-Padang, Bismar menjelaskan, terminal bayangan UNP meru­pakan terminal yang cukup enak. Karena menaikkan dan menurunkan penumpang de­ngan mudah.

Bismar yang belum pernah merasakan terminal Aia Pa­cah, karena baru setahun jadi sopir. Tapi, baginya di mana pun terminal di Kota Padang, yang penting ada penumpang. “Kalau ada penumpang, kami tidak masalah masuk ke Aia Dingin. Lain lagi kalau pe­num­pang tidak ada, melawan aturan juga kami mau. Apa yang dicari bus, kalau bukan pe­num­pang,” canda Bismar.

Baca Juga : Walikota Padang Hendri Septa Terima 500 Paket Sembako bagi Petugas DLH dari BNI Wilayah 02 Sumbar Riau Kepri

Lain lagi yang dirasakan Ijong, sopir bus jurusan Ujung Gading -Padang. Laki-laki yang sudah menahun menjadi sopir itu, pernah masuk ke terminal Aia Pacah. Me­nurut­nya, terminal Aia Pacah tidak seperti terminal dulunya. “Ma­lah penumpang saya lebih banyak turun di Tabing dan Lubuk Buaya, karena terminal Aia Pacah itu jauh sekali me­nurut penumpang. Tidak ha­nya itu saja, angkot di Aia Pacah dulunya juga kurang,” tutup Ijong.

Untuk diketahui, pelak­sanaan pembangunan Ter­minal akan dikerjakan pada tahun 2015 dengan anggaran sebesar Rp10 milyar. Dalam tahap pengerjaannya saat ini, untuk lahan sudah dibebaskan seluas 4,5 hektare.

Baca Juga : Bangun Industri CPO dan Turunannya di Kota Padang, Hendri Septa Tinjau PT Padang Raya Cakrawala

Untuk menunjang opera­sional terminal mengharuskan jalan masuk dari Simpang Lubuk Buaya dan Bypass me­nu­ju termi­nal akan diperlebar menjadi 40 meter. Pengerjaan menggunakan APBD Pem­prov Sumbar senilai Rp10 miliar. Sementara untuk pem­bangunan fisik terminal, masih proses menunggu anggaran dari pemerintah pusat yang diajukan sebesar Rp 40 miliar dan baru menerima Rp2,5 miliar. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]