Enam Tersangka Narkoba Dibekuk


Kamis, 05 Februari 2015 - 19:30:16 WIB
Enam Tersangka Narkoba Dibekuk

Kelima tersangka yang ditangkap di Padang masing-masing berinisial RB (32), DD (40), RH (29), RP (21) dan AS (31) dan  dua di antaranya  merupakan residivis kasus yang sama, bahkan salah sa­tunya masih wajib lapor.

Baca Juga : Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Pemko Padang Sidak Kehadiran ASN

Dari tangan tersangka, pe­tugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu sebanyak 24,20 gram dalam bentuk 6 paket me­nengah dan 4 paket kecil, alat pengisap pyrek, bong sabu bekas pakai, alat penimbang sabu dan alat lainnya. Selain itu, juga ditemukan 11,89 gram ganja dalam bentuk 5 paket menengah. Kemudian, barang bukti lainnya seperti uang tunai sebesar Rp4,9 juta, tele­pon genggam, STNK dan kun­ci motor dan mobil.

Kepala Bidang Pem­be­ra­ntasan Narkotika BNNP Sum­bar, AKBP Alidison SH. MH yang didampingi Kabid pence­gahan BNNP Sumbar, Reymond dalam jumpa pers, Kamis (5/2) mengatakan, pe­ngung­kapan ka­sus ini bermula dari pe­ngembangan kasus ter­dahulu.

Baca Juga : Libur Lebaran Usai, Dinkes Kota Padang: Masyarakat Harus Lakukan Tes Swab

“Di samping itu kita juga mendapatkan laporan dari warga sekitar bahwa, lokasi tersebut sering digunakan oleh para pelaku untuk berpesta narkoba,” ujar Alidison.

Selanjutnya dilakukan pe­ngintaian sekitar dua pekan di sekitar rumah tersangka. Sete­lah dipastikan tersangka bera­da dalam rumah tersebut sela­ma tiga malam berturut-turut barulah petugas menggerebek dan berhasil mengamankan kelima tersangka.

Penggerebekan ini juga disaksikan oleh ketua RT, ketua pemuda dan warga seki­tar lokasi. Awal peng­gere­bekan, petugas berhasil mene­mukan sabu seberat sepe­rempat ons atau satu uncang dengan nilai Rp25 juta. Merasa belum puas, petugas meng­geledah seluruh ruangan di rumah tersebut. Hasilnya, petugas juga berhasil mene­mukan paket ganja dan sejum­lah barang bukti lainnya.

Sekarang kelima tersangka telah mendekam di ruang tahanan BNNP Sumbar untuk pemeriksaan dan penyelidikan kasus ini lebih lanjut. Info­r­masi sementara, barang haram yang akan diedarkan ke­li­manya di Kota Padang berasal dari luar Padang. “Sabu dida­patkan dari Riau, sedangkan ganja dari Bukittinggi,” jelas Alidison.

Akibat perbuatannya, ke­limanya akan dijerat dengan Undang-Undang (UU) No 5 tahun 2009 pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2. Ancaman hu­kuman minimal 5 tahun pen­ja­ra dan maksimal 20 ta­hun penjara.

Kepala Bidang Pencegahan B­NNP Sumbar, Reymod ke­pada media meminta agar proaktif dalam komitmen menjadikan narkoba menjadi musuh bersama yang harus diperangi oleh seluruh rakyat Indonesia.

Pengedar Sabu di Agam

Sementara itu, Satuan Nar­koba Polres Agam menciduk Aprizal seorang pengedar sabu warga Nagari Tiku Uta­ra, Kecamatan Tanjung Mu­tiara, setelah dipancing mela­kukan transaksi, di kedia­mannya, Rabu (4/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Ia tidak mampu mengelak setelah ter­tang­kap tangan dengan sejum­lah barang bukti.

Kapolres Agam, AKBP Eko Budhi Purwono melalui Kasat Narkoba IPTU Eroplis di­dam­pingi Paur Humas Pol­res Agam, Kamis (5/2) menga­takan, Ap­rizal merupakan pengedar nar­koba di wilayah Lubuk Basung dan Tiku. Dia diamankan de­ngan sejumlah barang bukti, antara lain enam paket sabu, beserta alat hisap, satu paket ganja kering, dan uang tunai transaksi senilai  Rp630.000.

Pihak kepolisian juga me­nyita tujuh unit sepeda motor beragam jenis dari rumah tersangka. Menurut penga­kuannya, empat unit sepeda motor tersebut merupakan jaminan sejumlah pembeli sabu langganan tersangka. Sedangkan tiga unit motor lain merupakan barang gadaian temannya.

“ Kami menangkapnya tanpa perlawanan setelah di­pan­cing untuk bertransaksi. Dia merupakan pengedar sa­bu. Sementara satu paket ganja kering yang ditemukan me­nurut pengakuan Aprizal ha­nya untuk dikonsumsi. Ia lebih kurang telah men­jalan­kan bisnis barang haram tersebut sekitar satu tahun,” jelasnya.

Dikatakan Eroplis, barang bukti narkoba jenis sabu dite­mukan di bawah tikar yang dimasukkan ke dalam bungkus rokok di kediaman Aprizal. Tersangka mengaku mela­kukan bisnis terlarang tersebut karena sulitnya penghidupan. Dalam satu bulan ia lebih kurang mendapatkan peng­hasilan Rp1,5 juta.

“ Kita akan terus mengung­kap jaringan narkoba di wila­yah hukum Polres Agam. Pe­nangkapan ini merupakan kali ketiga pada tahun 2015. Se­mentara pada tahun 2015 Sat­nar­koba lebih kurang bisa mengungkap 11 kasus nar­koba,” jelasnya.

Dikatakannya, terkait de­ngan sejumlah kendaraan yang ditemukan di rumah ter­sang­ka, pihaknya bakal ber­koor­dinasi dengan Satuan Reskrim apakah terkait dengan tidak pencurian yang akhir-akhir ini marak terjadi. “ Kita bakal mengusut keterkaitan sejum­lah kendaraan tersebut. Bisa jadi ada kaitannya dengan sejumlah pencurian yang terja­di beberapa waktu terakhir,” jelasnya. (h/mg-win/yat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]rianhaluan.com