Pessel Ajukan Rp120M untuk Rehab-Rekon


Jumat, 06 Februari 2015 - 19:31:23 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Kepala Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Pri Nurdin melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Suib Tanjung, Jumat (6/2) mengungkapkan, sejumlah titik aliran sungai di tiga kecamatan itu mengancam pemukiman, jalan dan sarana umum lainnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengen­dalian melalui kegiatan nor­malisasi dan pembukaan mua­ra sungai.

Untuk itu, dibutuhkan anggaran sebesar Rp120 mi­liar. Anggaran tersebut telah diajukan Pemkab kepada Pe­me­­rintah Pusat. Rincian, ke­gia­tan normalisasi Batang Salido Rp35 miliar, Batang Painan Rp30 miliar, Batang Lumpo Rp20 miliar, Batang Jalamu Rp15 miliar dan Ba­tang Bayang Rp20 miliar.

Lebih lanjut dikatakan, ter­kait pembangunan jem­ba­tan gantung dan perbaikan jalan yang rusak akibat banjir di Nagari Tambang, Keca­matan IV Jurai, pihaknya telah meng­usulkan kepada Badan Nasio­nal Penang­gulangan Ben­­­cana (BNPB) dan Peme­rintah Provinsi Sumatera B­arat.

“Selain itu juga diajukan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan rumah warga yang mengalami rusak berat dan sedang. Untuk rumah ru­sak berat sebanyak 20 unit dan rusak sedang 10 unit,” terang­nya. Selain itu katanya, seluruh muara sungai di kawasan be­kas banjir bandang Pessel perlu segera di keruk. Ditengarai penyebab banjir bandang di Pessel adalah pintu muara alami pendangkalan, penyem­pitan dan tersumbat. Semen­tara sungai yang mengancam pemukiman penduduk dan areal pertanian perlu di norma­lisasi.

Kepala Dinas PSDA Pessel Yusdi juga menyebutkan ada beberapa muara sungai yang perlu penanganan cepat di kawasan bekas banjir bandang agar kejadian serupa dapat dicegah. Misalnya muara Ba­tang Salido, Muara Batang Painan, Muara Batang Jelamu, Muara Batang Lumpo dan Muara Bayang.

“Kita tidak menampik jika banjir bandang kemarin salah satu pemicunya adalah sem­pitnya pintu muara. Maka terkait adanya pengusulan Anggota DPR RI Darizal Ba­sir memasukkan pembia­yaan normalisasi pintu muara kami dukung penuh,” katanya.

Menurutnya, dari infor­masi yang diterima, Darizal Basir usulkan dana rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab - re­kon) pasca bencana banjir bandang untuk kawasan Sali­do, Sago Kecamatan IV Jurai melalui Fraksi Demokrat da­lam Renca­na Anggaran Pen­da­patan Belan­ja Negara Peru­bahan (RAPBNP) tahun 2015. Usul­an sebesar Rp87 miliar tersebut telah diterima dan masuk pada RAPBNP tahun 2015.

“Curah hujan memang ting­gi, namun ada persoalan lain yang dihadapi kawasan pinggir pantai di IV Jurai yakni sejum­lah pintu muara di sana sudah tertutup atau terjadi pendang­kalan, inilah salah satu penye­bab kenapa banjir sebesar itu bisa terjadi. Selama pintu muara tertutup atau dangkal maka air hujan mudah meng­genang di kampung-kampung di atasnya dan sewaktu-waktu menimbul­kan dampak besar seperti banjir bandang. Dan itu sudah dialami saudara kita yang tinggal di Tambang Na­ga­ri Salido Jumat lalu,” ka­tanya.

Disebutkannya, mestinya untuk menghindari banjir yang tiba-tiba itu semua mulut mua­ra harus dibuka dan mampu menjadi tempat mengalirnya air hujan dan air dari hulu hingga mengalir ke laut.   Dae­rah Aliran Sungai (DAS) Sali­do juga perlu di nor­maslisasi serta relokasi terhadap warga yang bermu­kim di tempat berbahaya atau zona merah. (h/har)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM