Polda Sumbar Diuji Soal Kematian Perawat Cantik


Jumat, 06 Februari 2015 - 19:53:25 WIB
Polda Sumbar Diuji Soal Kematian Perawat Cantik

Mengapa pihak keluarga meminta agar jasad almarhumah diotopsi? Pasalnya pihak keluarga menduga Dewi dibunuh. Dicurigai pelakunya adalah orang dekat korban yang berinisial N atau JS yang berprofesi sebagai anggota Polri bertugas di Polres Pasaman.  Pasalnya sebelum ditemukan meninggal, korban dijemput oleh N sore hari itu, setelah korban pulang berkerja. Sejumlah orang juga melihat pada hari itu terjadi pertengkaran antara korban Dewi dengan N. Pertengkaran itu terjadi berpindah-pindah tempat, termasuk di dekat lokasi korban ditemukan meninggal.

Meskipun berbagai kecurigaan muncul dan mengarah kepada N, namun azas praduga tak bersalah mesti dihormarti dan dijunjung tinggi. Kasus ini merupakan salah satu ujian bagi jajaran Polda Sumbar, karena orang yang dikaitkan dengan kematian perawat cantik tersebut merupakan anggota kepolisian yang bertugas di jajaran Polda Sumbar. Dalam hal ini, tentu tuntutan profesionalitas sangat dibutuhkan, meskipun pada akhirnya mesti mengambil  sikap tegas atas anggota sendiri. Begitu juga sebaliknya, jika memang tidak ada keterlibatan oknum polisi N terkait dengan kematian korban, maka jajaran Polda Sumbar juga mesti bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kecurigaan yang diarahkan kepada N. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan untuk sementara N sudah diamankan kepolisian.

Untuk mengungkap fakta, Kapolda Sumbar Brigjen Bambang Sri Herwanto dan jajarannya turun langsung ke Rao Pasaman guna menindaklanjuti kecurigaan berbagai pihak soal keterlibatan N dalam kasus kematian Dewi. Untuk sementara didapat keterangan tentang adanya hubungan asmara yang terjalin antara korban  dengan N. Namun sejauh mana hubungan khusus tersebvut belum diungkapkan oleh pihak kepolisian. Keterangan diperoleh Polda Sumbar juga makin kuat, karena sebelumnya juga sudah ada keterangan dari warga yang mengetahui korban sering bepergian dengan N. Tapi warga juga tidak mengetahui sejauh mana hubungan khusus antara korban dengan N.

Soal apakah korban meninggal karena bunuh diri atau dibunuh, belum ada titik terang. Apalagi hasil otopsi  baru akan didapat atau diumumkan beberapa hari ke depan. Mudah-mudahan hasil otopsi akan dapat menjawab pertanyaan dan keraguan berbagai pihak soal kematian korban.

Ketika jajaran Polda Sumbar bekerja secara profesional dalam mengungkap fakta yang sesungguhnya, maka nama baik jajaran Polda Sumbar akan harum dan naik. Seperti kata pepatah, “tiba di paruik indak dikampihkan, tiba di mata nan indak dipiciangkan”. Namun jika memang N tidak bersalah, maka nama baik N mesti dipulihkan kembali di tengah-tengah masyarakat.

Kembali perlu diingat bahwa masyarakat mesti menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah. Jangan main hakim sendiri, termasuk saling tuduh yang bisa membuat situasi menjadi tidak kondusif. Di lain pihak, jika dari penelusuran yang dilakukan pihak kepolisian memang mengarah kepada oknum N. Ketika itu yang terjadi, maka N haruslah diperlakukan sama dengan para terduga pelaku pelanggaran hukum kriminal lainnya.

Tentu saja harapan kita, suami dan dua anak korban dapat menerima musibah dengan sabar. Jalani saja proses hukum dengan baik. Insyallah dengan ketenangan dan kesabaran itu bisa terkuak berbagai kecurigaan selama ini. **

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]