Idealisme Tipis, Kepercayaan Publik Bisa Anjlok


Jumat, 06 Februari 2015 - 20:03:09 WIB
Idealisme Tipis, Kepercayaan Publik Bisa Anjlok

Werry berpandangan, ke­ber­pihakan media tersebut kepada salah satu calon pres­iden, kentara terlihat di media nasional, seperti televisi. Tidak hanya di media nasional, hal serupa juga terjadi di media di Sumatera Barat (Sumbar). Namun, keberpihakan media di Sumbar, tidak sebegitu kentara dibandingkan media nasional.

“Dalam sebuah per­soalan, media seharusnya netral dan berpegang teguh terhadap prinsip dasar pers,” ujarnya saat dihu­bungi Haluan, Jumat (6/2).

Saat ditanya bagaimana pandangannya terhadap peran media di Sumbar di tengah masyarakat terkait peran ma­syarakat terhadap kontrol sosial dan pendorong pem­bangunan, Werry menjawab, pemberitaan media di Sumbar kurang akan hal itu. Ia melihat, pemberitaan media di Sumbar ba­nyak pencitraan kepala daerah, seperti halaman kerja sama daerah yang dimuat bergantian setiap hari.

Namun, ia juga memaklumi hal itu, karena persoalan redaksi selalu berbenturan dengan persoalan bisnis dari perusahaan pers itu sendiri. Salah satu jalan keluar untuk menga­tasi hal itu, perusahaan pers di Sum­bar harus sejahtera dari segi modal.

Sementara menurut wartawan senior, Fachrul Rasyid, idealisme pers lokal dan nasional semakin menipis. Bukti semakin menipisnya idealisme pers di nasional, misalnya, sebelum pilpres, media ramai-ramai mendewakan Jokowi. Sekarang, 3 bulan lebih setelah dilantik, media ramai-ramai menyerang balik Joko­wi. Ia mempertanyakan, dimana idealisme pers dalam hal itu. Hal itu terjadi karena sejak awal media tak berbasis kepada idealisme, yang di dalamnya mengandung nasiona­lisme.

“Di mana moral pers pada kon­disi seperti ini? Sementara masya­rakat menjadikan media sumb­er informasi. Akhirnya masyarakat hilang keper­cayaan kepada media,” sebutnya.

Penyebab menipisnya idealisme pers di Indonesia, menurutnya, karena wartawan tak mengetahui aturan-aturan, mulai dari undang-undang sebagai aturan tertinggi, hingga aturan paling bawah seperti peraturan daerah. Padahal, idealis­me pers berpijak dari aturan tersebut termasuk norma-norma, dan nilai budaya yang dianut oleh masyarakat.

“Kontrol pers selalu merujuk kepada aturan-aturan tersebut. Jika wartawan tidak mengetahui aturan tersebut, maka kontrol pers tidak berjalan dengan baik, sebab tidak bisa memberikan penilaian. Penye­bab wartawan tidak mengetahui aturan-aturan itu karena wartawan tidak mau belajar untuk menge­tahuinya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, idealisme pers berjalan bila pers bekerja berbasis azaz dan proporsional dalam peng­ga­rapan berita. Menurutnya, peker­jaan war­tawan sebagai ujung tombak pers, bukan pekerjaan murahan, melainkan pekerjaan intelektual. Apabila sumber berita berbohong atau mengatakan omong kosong, lalu omongan tersebut ditulis oleh wartawan dan dimuat oleh media tanpa dicek kebena­rannya di lapa­ngan, maka itu berarti wartawan dan media tersebut bekerja sama dengan sumber berita bersangkutan, mem­bohongi masyarakat.

Ketua Bundo Kanduang Sum­bar, Puti Rheno Thaib mengatakan, peranan pers dalam banyak masalah yang terjadi di negeri ini akhir-akhir ini sangat penting. Sebab, hanya  pers hanya menjadi pedoman masya­rakat, tentang persoalan yang terjadi sesungguhnya di balik masalah tersebut. Walau pun informasi yang disampaikan pers tidak mutlak kebenarannya, setidak-tidaknya mendekati kebenaran.

Menurutnya, jika pers berbeda pandangan terhadap suatu masalah, seperti yang terjadi di televisi yang memberitakan persoalan politik, masyarakat menjadi bingung, berita mana yang benar.

Ia berpandangan, peranan pers dalam kontrol sosial di tengah ma­syarakat sangat penting. Pers me­rupakan elemen penting di luar lembaga lain, karena berani me­ngatakan yang benar itu benar dan salah itu salah. Untuk mengatakan itu butuh idealisme. Jika pers diin­tervensi, maka akibatnya akan sangat fatal, karena tak ada lagi tempat bagi masyarakat untuk me­nge­tahui yang benar. Harapannya untuk pers Sum­bar, agar mening­katkan mutu, kre­dibilitas, dan kembali ke idealisme pers itu sen­diri. (h/dib)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]