WALIKOTA MARAH

Badut Jam Gadang Ganggu Pengunjung


Ahad, 08 Februari 2015 - 19:29:17 WIB
Badut Jam Gadang Ganggu Pengunjung

BUKITTINGGI, HALUAN — Keberadaan Badut di Taman Jam Gadang benar-benar sudah mengganggu. Seperti yang dialami rombongan wartawan dari Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah saat berwisata di jam Gadang, Sabtu (7/2).

Sebagian mereka dipaksa berfoto dan dimintai uang. Saking kecewanya dengan keberadaan badut itu, para wartawan tersebut me­nga­pungkan pemberitaannya di media online yang dita­yang­kan pada Sabtu (7/2) lalu dengan judul “Hati-hati foto di Jam Gadang Bukittinggi, Banyak Badut Memaksa Min­ta Uang”.

Terkait dengan kejadian itu, Pemko Bukittinggi me­nyampaikan maaf atas ke­tidaknyamanan rombongan wartawan dari Kabupaten Te­manggung saat berwisata di Taman Jam Gadang, Sabtu (7/2). Para jajaran pers dari ber­bagai media dari kabupaten yang dipimpin oleh  Mulyadi Bambang Sukarno itu, sedikit terganggu atas kelakuan para badut, terutama saat berfoto. “KAMI minta maaf atas semua hal-hal yang kurang menye­nangkan itu,” ujar  Wa­likota Bukittinggi Ismet Amzis dalam keterangannya, Minggu (8/2). Menurutnya, dirinya sangat kaget atas informasi yang disampaikan berbagai pihak melalui short message servise (sms) berkaitan ulah para badut di Jam Gadang yang benar-benar membuat kecewa rombongan Pemkab Te­mang­gung.

Menurut Ismet, para badut yang mangkal di Taman Jam Gadang Bukittinggi sama se­kali tidak pernah difasilitasi oleh Pemko Bukittinggi. Ke­hadiran mereka di obyek wisata tersebut adalah ilegal. Karena itu, ke depan Pemko Bukittinggi akan melarang aktivitas badut yang mulai mengganggu pengunjung itu. Ismet juga memerintahkan Ka­satpol-PP untuk me­nertib­kan para badut tersebut.  “Ini tak bisa dibiarkan karena sudah mengganggu kenyamanan pengunjung,” tegas Ismet yang didampingi Kabag Humas Setda, Yulman.

Rombongan Pemkab Te­manggung, Jateng melakukan serangkaian press tour di Bu­kittinggi melibatkan 16 war­tawan dan 14 jajaran Pem­kab dipimpin Sekda setempat. Mereka mengunjungi sentra pemasaran bordir dan ke­rajinan di Pasar Atas di samping dengar ekspos tentang UKM kotawisata. Mereka sa­ngat terkesan bordir kerancang hasil kerajinan Bukittinggi, namun kecewa dengan ulah badut. Karena itulah para wartawan tersebut juga ber­harap Pemko Bukittinggi segera menertibkan, sehingga tidak menimbulkan pandangan negatif tentang Bukittinggi yang indah. Kakan Satpol-PP, Syafnir membenarkan pihaknya dapat perintah langsung walikota  untuk melarang segala aktivitas badut di Taman Jam Gadang.

“Kami segera memanggil koordinator para badut itu untuk menindaklanjuti perintah larangan terhdap badut itu,” ujarnya terpisah. Diakuinya sudah banyak pengaduan masyarakat dan pengunjung berkaitan ulah para badut di Jam Gadang.  Pihaknya sudah berulangkali menertibkan. Bahkan badut itu juga sudah diberi pemahaman, namun tetap tak mengindahkan.   “Selasa besok kami akan panggil koordinatornya dan sosialisasikan pelarangan para badut itu,” tegas Syafnir. (h/tot)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]