Pembangunan Terminal Angkot Iwapi Tunggu Pihak Ketiga


Ahad, 08 Februari 2015 - 19:44:18 WIB
Pembangunan Terminal Angkot Iwapi Tunggu Pihak Ketiga

Menurut Dinas Pasar, ren­ca­na pada awalnya pedagang Iwapi akan dipindahkan ke Sentral Pasar Raya (SPR) Padang. Tetapi, pemindahan tersebut tidak ada titik temu antara pedagang dengan Pem­ko. Sedangkan pihak SPR su­dah setuju, jika antara peda­gang dengan Pemko sudah satu paham.

Lagi pula, SPR saat ini tidak bisa lagi untuk menam­pung pedagang Iwapi. Pasal­nya, semenjak 28 Desem­ber tahun 2014 Matahari Depar­tmen Store sudah ada di SPR, sehingga petak toko tidak akan mencukupi lagi bagi pedagang Iwapi. “Iya, memang tahun ini tidak ada anggaran pembe­basan lahan. Kita tunggu pihak ketiga,” papar Hendrizal Azhar.

Ia menambahkan, kegaga­lan Pemko untuk membe­baskan Iwapi di tahun 2014, karena ada beberapa pedagang yang tidak setuju untuk dipin­dahkan ke SPR. Selain itu, ada beberapa pedagang juga yang dagangannya berupa alat berat seperti besi, sehingga memang butuh tempat yang agak luas.

“Makanya tidak bisa kita paksakan pedagang untuk pin­dah, kita harus paham dengan kondisi pedagang,” tuturnya.

Walaupun begitu, Pemko tidak bisa memaksa pedagang untuk mengosongkan Kom­pleks Iwapi tanpa ada solusi bagi pedagang. Jumlah peda­gang Iwapi secara keseluruhan 244 pedagang, jumlah tersebut ada yang aktif dan ada yang tidak aktif. Sedangkan jumlah pedagang yang akan dibebas­kan hanya 40 an pedagang saja.

“Pedagang kita beri pe­nger­tian bahwa masa pakai kompleks tersebut sudah habis, kalau terjadi roboh atau hal-hal yang tidak diinginkan siapa yang akan bertang­gung­jawab. Tetapi, kita juga tidak ingin mengusir mereka tanpa mencari solusi yang cocok juga bagi pedagang,” papar Hen­drizal Azhar.

Sementara Ketua Kesatuan Pedagang Pasar (KPP), Asril Manan setuju dengan niat Di­nas Perhubungan dan Dinas Pasar untuk membangun ter­minal, tetapi pemindahan juga ada solusi. Jangan, nanti sete­lah pindah pedagang terzalimi dan tidak diperhatikan Pem­ko.

“Kami mendukung niat baik Dinas Perhubungan dan Dinas Pasar Padang untuk membangun terminal di Kompleks Iwapi, jika pe­da­gang dica­rikan tempat untuk berdagang. Kami sendiri sebagai pedagang setuju sekali dengan pembangunan terminal di Pasar Raya ini,” kata Asril Manan.

Andri, sopir angkot Tabing menjelaskan, angkot sangat membutuhkan kehadiran ter­mi­nal, ini untuk mengan­tisipasi macet di depan Masjid Muham­madiyah. Lagipula, saat ini kawasan tersebut ba­nyak pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan trotoar di lokasi masjid, pada­hal itu untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

“Mohon Pemko memikir­kan imbas dari tidak adanya terminal angkot di Pasar Raya Padang,” ucapnya. Begitu juga yang diharapkan Andi, sopir angkot Siteba. Menurutnya, semenjak Kawasan SPR dan PA dijadikan pertokoan, bisa dikatakan terminal tidak ada lagi di Kota Padang. (h/ows)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]