Limapuluh Kota Rawan Penyelundupan


Ahad, 08 Februari 2015 - 19:54:01 WIB
Limapuluh Kota Rawan Penyelundupan

Besarnya angka penye­lundu­pan minyak tanah itu tak terlepas dari timpangnya harga bahan bakar tersebut jika dibandingkan antara Sumbar dengan Riau dan Sumut. Di Riau, harga yang dita­warkan penandah saja, bisa men­capai Rp8.000 perliter. Semen­tara, di Sumbar, harga yang dida­pat si penyelundup ada Rp4.000.

Baca Juga : Rumah Tahfidz Quran Al Hajjar Pessel Diresmikan

Nilai yang begitu timpang itu juga ada di Medan, Sumatera Utara.  Di daerah ini, harga yang ditawarkan kepada penyelundup oleh penadah berkisar antara Rp6.500 hingga Rp7.000. Tim­pangnya harga BBM jenis minyak tanah itu tak terlepas dari kebi­jakan penghentikan penya­luran minyak tanah di dua provinsi tersebut. Sementara di Sumbar, distribusinya masih berlangsung dan tengah proses pengalihan minyak tanah ke gas.

Dari catatan Haluan, lebih kurang sebanyak 500.000 paket gas LPG 3 kilogram subsidi diba­gikan kepada rumah tangga mis­kin di Sumatera Barat hingga akhir tahun 2014 lalu, setelah tiga daerah, yakni Padang, Pariaman dan Sawahlunto ditetapkan seba­gai wilayah yang dinyatakan su­dah closed untuk minyak tanah bersubsidi.

Baca Juga : Jembatan Putus Akibat Banjir, Warga Kampung Salak Jalamu Pessel Terisolasi

Dalam penghentian upaya penyelundupan minyak paling anyar, dilakukan di pada areal jalan layang Kelok Sambilan, Kecamatan Harau pada pekan lalu. Ada dua tersangka yang diamankan, yakni Roni Yulianto (24) warga Kecamatan Harau, dan Romi Maijasni (31) war­ga Kelurahan Payolinyam, Kota Payakumbuh.

“9.125 liter atau 7,3 ton minyak tanah bersubsidi yang hendak dise­lundupkan ke daerah Riau, berhasil kita amankan. Dua tersangka turut kita tangkap,”ujar AKBP Tri Wah­yudi kapolres Limapuluh Kota melalui AKP Amral Kasat Reserse Kriminal pada Sabtu (7/2).

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 23.934 Kasus

Dikatakannya, minyak tanah tersebut, dibawa menggunakan dengan kenderaan Col Diesel warna Kuning bernomor polisi BA 8527 MU yang sudah dimo­difika­si. ”Awal­nya kita melihat mobil yang melintas dengan posisi yang menc­urigakan. Petugaspun kita perintah untuk membuntuti mobil tersebut dan dilakukan penghentian pak­sa,”tegas AKP Amral.

Ketika diperiksa, ternyata isi mobil tersebut adalah minyak tanah bersubsidi yang sudah dimasukkan ke dalam 16 drum dan 4 fiber pastik penyimpanan minyak. Setelah mela­kukan penggeledahan petugas lang­sung menggiring kedua tersangka dalam mobil tersebut ke Mapolres Limapuluh Kota.

Baca Juga : Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 128 Orang

Kepada penyidik, tersangka Roni yang juga sopir mobil tersebut mengakui, minyak tanah dibawa dari Jalan Jeruk, Kubu Gadang, Kota Payakumbuh menuju Kota Duri, Propinsi Riau. Begitu juga, aksi membawa minyak tanah bersubsidi tersebut, tidak pertama kalinya dilakukan tersangka. Malahan sudah berulang kali mengangkut minyak tanah dari Payakumbuh ke Propinsi Riau.

“Setidaknya kami telah 3 bulan mengangkut minyak ke Riau. Begitu juga, setiap minggu ada 2 kali,” kata Roni di hadapan penyidik Polres Limapuluh Kota. Roni mengung­kapkan, dirinya dekat melakukan penyelundupan minyak tanah ter­giur oleh untung besar.

Kepada penyidik, minyak tanah dibeli dengan harga rendah yakni berkisar Rp4.000 perliternya kepa­da agen dan pengecer. Kemudian, minyak tanah dijual ke penadah di Riau dengan harga Rp8.000 perli­ternya. Sebelumnya tersangka Roni dan Romi pernah juga ditangkap Jajaran Polrestabes Pekanbaru, Riau dalam kasus yang sama. Namun beruntung, keduanya berhasil lolos dari jeratan hukum.

Sementara, AKP Amral me­ngung­kapkan, kedua tersangka melanggar undang-undang nomor 21 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman 5 tahun penjara. “Untuk kedepannya, kita akan terus tanggap dan bertindak  tegas terha­dap penyelundupan minyak tanah bersubsidi ini,”AKP Amral.

Terbesar

Tertangkapnya aksi penyelun­dupan minyak tanah ini tercatat sebagai yang terbesar di Limapuluh Kota sejak setahun terakhir dengan satu kali penangkapan. Oktober 2014 lalu, polisi setempat juga sukses menghentikan upaya serupa dan menyita 8,2 ton lebih minyak tanah dari tiga kali penangkapan.

Penangkapan pertama berlang­sung pada 7 Oktober 2014 dengan barang bukti berupa 2,2 ton minyak tanah. Minyak sebanyak itu, dibawa pelaku dengan dua unit kendaraan minibus merek Suzuki APV.

Selang dua hari kemudian, tepat­nya Kamis (9/10/2014), polisi kembali menyita juga menyita 1 ton minyak tanah yang  diangkut dari Sarilamak menuju Riau. Kali ini barang illegal itu dibawa meng­gunakan pikup Grand Max warna hitam BA 8615 CN. Minyak yang disimpan dalam 30 jerigen tersebut.

Dua pekan berikutnya, polisi setempat lagi-lagi berhasil meng­gagalkan penyelundupan minyak tanah. Tak tanggung-tanggung. Lima ton minyak disita petugas dari Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota (masuk dalam wilayah hukum Polres Pa­yakumbuh), menuju Kota Medan, Sumatera Utara.

Informasi yang diperoleh pe­nyelundupan 5 ton mita yang ter­simpan dalam 8 buah drum dan jeriken besar itu, digagalkan Tim Buser Satreskrim Polres Limapuluh Kota, sejak Kamis (23/10) lalu. (h/ddg/mat)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 23 Januari 2021 - 08:27:37 WIB

    Rumah Tahfidz Quran Al Hajjar Pessel Diresmikan

    Rumah Tahfidz Quran Al Hajjar Pessel Diresmikan Plh Sekda, Muskamal meresmikan Rumah Tahfidz Qur'an Al Hajjar Kampung Koto Pulai, Nagari Kambang Timur, Kecamatan Lengayang. Pada sambutannya, Muskamal mengatakan perlu kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam upay.
  • Sabtu, 23 Januari 2021 - 08:23:50 WIB

    Jembatan Putus Akibat Banjir, Warga Kampung Salak Jalamu Pessel Terisolasi

    Jembatan Putus Akibat Banjir, Warga Kampung Salak Jalamu Pessel Terisolasi Masyarakat Kampung Salak Jalamu, Nagari IV Koto Hilia, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengharapkan perbaikan jembatan yang putus akibat banjir bandang yang terjadi pada September 2020 lalu di kampu.
  • Sabtu, 23 Januari 2021 - 08:21:49 WIB

    Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 23.934 Kasus

    Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 23.934 Kasus Berdasarkan data yang dirilis Pemprov Sumbar pada Jumat (23/1/2021) terjadi penambahan pasien yang terkonfirmasi sembuh. Penambahan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 131 orang..
  • Sabtu, 23 Januari 2021 - 08:14:05 WIB

    Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 128 Orang

    Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 128 Orang Berdasarkan data yang dirilis Pemprov Sumbar pada Jumat (22/1/2021) terdapat 128 orang pasien terkonfirmasi positif. Sehingga total pasien yang terinfeksi mencapai 26.195 orang..
  • Jumat, 22 Januari 2021 - 23:07:14 WIB

    Jelang Akhir Masa Jabatan, Gubernur Sumbar Pamitan dan Minta Maaf

    Jelang Akhir Masa Jabatan, Gubernur Sumbar Pamitan dan Minta Maaf Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menyampaikan, acara pertemuan Tim Penggerak (TP) PKK Sumbar dilakukan setiap bulan, namun kali ini adalah acara terakhir bagi kepemimpinan Nevi Zuairina sebagai ketua TP PKK Sumbar..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]