Pers Saat ini Kerap Angkek Talua


Ahad, 08 Februari 2015 - 19:56:09 WIB
Pers Saat ini Kerap Angkek Talua

Kenyataan tersebut bukan tanpa sebab, jika dirunut satu per satu, segala macam kelambanan pembangunan di Sumbar pasca kemerdekaan menjadi alasan me­nga­pa fungsi itu menjadi terbagi.

Baca Juga : Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan

Memang kita tidak menutup mata, kelangsungan hidup pers tidak bisa bergantung pada produksi beritanya saja. Namun, peranan iklan sangat besar sehingga tidak bisa dikesampingkan, apalagi pada me­dia cetak. Apalagi jika dibandingkan dengan negara maju, memang minat baca di negara berkembang seperti Indonesia jauh lebih rendah. Hal itu berimbas pula pada jumlah penjua­lan koran yang lemah, terutama di daerah-daerah, sehingga iklan pada media cetak sangat dibutuhkan.

Hasril melanjutkan, lemahnya ekonomi yang menjadi sahabat karib di negara berkembang selalu men­jadi alasan mengapa oplah koran di Sumbar ikut lemah. Dari oplah lemah berimbas pada mem­priha­tinkannya kehidupan wartawan dari segi ekonomi, sehingga mau tidak mau dan suka tidak suka sebagian wartawan harus memutar otak mencari jalan lain untuk memenuhi kebutuhan.

Baca Juga : Registrasi Perkara Konstitusi

Bicara kesejahteraan insan pers, Hasril menilai semuanya bisa diraih asalkan profesionalisme serta mutu wartawan dan karyawan marketing bisa ditingkatkan. Meskipun bukan pekerjaan gampang, tapi Hasril yakin suatu saat pers Sumbar akan sampai pada tahapan tersebut.

“Khusus untuk media cetak, bahkan saat ini kehadiran media elektronik dan media online kadang menjadi tantangan tersendiri, bah­kan ancaman. Bagi media cetak yang cepat tanggap, mereka bisa meng­gabungkan ketiganya dalam satu wadah. Bagi yang tidak bisa, tentu akan sangat terancam,” ce­masnya lagi.

Baca Juga : Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19

Perihal peran pers Sumbar da­lam pembangunan, Pemimpin Re­daksi (Pimred) Singgalang Khairul Jasmi ikut angkat bicara, ia menilai pers Sumbar saat ini kerap bergan­tung pada aktifitas angkek talua (bisnis, red). Sehingga sejalan de­ngan pemikiran Hasril Chaniago, KJ—sapaan akrab Khairul Jasmi— menilai wartawan kerap terlena dan mengabaikan tugas utama jurnalistik untuk mendorong pembangunan.

“Memang bisnis dalam pers tidak bisa dielakkan,namun sepen­ting apapun itu, sosial kontrol, penyebaran informasi dan pendi­dikan tetap harus diutamakan. Mung­­kin cara yang paling masuk akal dengan menyediakan space (ruang) khusus untuk itu, seperti advertorial, pariwara atau halaman kontrak. Dan semestinya, hurufnya dibedakan,” terang Khairul.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba

Masih terkait peran pers dalam pembangunan, Khairul juga meng­kritisi para wartawan, ter­utama redaktur politik dan wartawan yang biasa nongkrong di gubernuran dan di kantor parlemen Sumbar. Menu­rutnya wartawan harus membaca dengan seksama rencana-rencana pembangunan Sumbar, sehingga tahu mana yang mesti dikiritisi dan mana pula yang harus dilakukan tindakan indept reporting (laporan mendalam).

“Pembangunan Sumbar itu bu­kan sekadar fisik saja. Halaman ekonomi dan berita mendalam soal ekonomi di semua surat kabar di Sumbar masih kurang serius diker­jakan, kadang terlalu banyak berita promosi produk. Selain itu sisi pembangunan adat dan agama juga masih kurang disentuh dengan serius,” ucapnya lagi.

Khairul juga menerangkan, seku­rang-kurangnya ada empat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secepatnya. Pertama, memantapkan peran pers sebagai pedoman dalam melahirkan pemikiran, karena pers ibarat agen bus di terminal, tahu bus masuk dan keluar, tahu tipe penum­pang, tipe sopir, tipe pedagang kaki lima dan tipe semua petugas di sana. Untuk itu pers juga harus menjadi tempat bertanya, bukan sekadar melempar isu.

Pekerjaan rumah kedua, bagai­manapun pers harus menjaga ideo­logi jurnalistik. Sebagaimana dike­tahui, institusi pers terdiri dari pemilik, pemasang iklan dan ideo­logi. Se­muanya harus saling menger­ti posisi satu sama lain. Perusahaan perlu bekerja secara profesional sehingga idealisme wartawan bisa tagak tali karena wartawan merasa cukup ke­butuhan dan bisa menjaga ideologi jurnalistik. “Itu beban berat kita sebagai wartawan, tapi bagaima­napun itu harus dilakukan demi martabat kewartawanan,” tegas Khirul lagi.

Sedangkan dua pekerjaan rumah lainnya adalah masalah kese­jahte­raan dan peningkatan penjualan. Menarik kepercayaan konsumen membeli koran dan memasang iklan tentu dengan cara mengedepankan akurasi dan kepercayaan dalam pemberitaan.

Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari, dan peringa­tannya tahun ini diselenggarakan pada 6-10 Februari 2015 di Tanjung­pinang dan Batam dengan tema Pers Sehat, Bangsa Hebat juga ditanggapi oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah Sumbar Prof. Dr. H. Syamsul Bahri dengan turut me­ngung­kapkan sukacita sembari me­nitip pesan. “Kehadiran pers di Sumbar tentu sangat berpengaruh dalam pem­bangunan. Fungsinya sebagai media penyalur informasi sangat dibu­tuhkan. Apalagi media cetak, yang tentu memiliki kompetensi tersen­diri di antara media lainnya,” ucap Syamsul.

Ia juga berharap pers di Sumbar tetap konsisten menjadi bagian dari media pendidikan, baik pendidikan agama, politik, ekonomi dan lain sebagainya. “Selain itu, peran pers sebagai media perdamaian juga sangat diandalkan oleh masyarakat yang kadang berpotensi terpecah belah. Tentu kita sangat berharap pers di Sumbar bisa menjalankan fungsinya demi kemajuan Sumbar,” tutup Syamsul. ***

 

Oleh: JULI ISHAQ PUTRA

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Januari 2021 - 21:41:45 WIB

    Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan

    Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan Sebentar lagi akan selesai pekerjaan revitalisasi 33 Rumah Gadang dan penataan lingkungan beserta pembangunan Menara Pandang berikut Pentas Budaya beserta bangunan los etalase souvenir di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pa.
  • Selasa, 19 Januari 2021 - 16:43:09 WIB

    Registrasi Perkara Konstitusi

    Registrasi Perkara Konstitusi Ada yang bersorak riang. Begitu membaca berita di media tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Seolah-olah Pemohon/Penggugat PHPU sudah menang di Mahkamah Konstitusi (MK). Yang me.
  • Senin, 11 Januari 2021 - 21:54:30 WIB

    Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19

    Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19 Sejak ditetapkannya masa Pandemi akibat serangan ganas Covid-19 maka seluruh aspek aktivitas manusia mengalami perubahan, sebagai dampak dari pemberlakuan Lock Down atau PSBB yang terus berlanjut sampat sekarang. Mulai dari k.
  • Senin, 04 Januari 2021 - 13:07:17 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba

    Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba HARIANHALUAN.COM - Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Rabu, 30 Desember 2020 - 17:58:00 WIB

    Catatan Akhir Tahun (3): RAKYAT TAK MINTA BERLEBIHAN

    Catatan Akhir Tahun (3): RAKYAT TAK MINTA BERLEBIHAN Sebenarnya rakyat dalam kondisi sulit seperti sekarang ini tidaklah meminta yang muluk-muluk atau berlebihan kepada pemerintah. Rakyat tampaknya hanya mengiginkan, agar di tahun 2021 nanti pemerintah menciptakan situasi bangs.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]