Cara Terbaik Memahami Anak


Senin, 09 Februari 2015 - 19:21:47 WIB
Cara Terbaik Memahami Anak

Jawabannya adalah EMOSI mereka. Emosi sangat mengua­sai logika berpikir mereka anak-anak dan remaja. Remaja dan anak-anak jauh lebih banyak didorong oleh perasaan mereka daripada pemikiran yang baik untuk mereka. Dengan menge­tahui hal ini, maka sia-sia upaya kita mengkuliahi mereka seha­rian. Membombardir pikiran mereka dengan nasehat positif, menjadikan diri kita motivator dadakan didepan mereka tidak akan mempan. Justru membuat anak bertambah “sebal” dengan kelakuan kita. komentar atau nasihat seperti : “kamu harus giat belajar”, “jangan buang waktumu dengan bermain terus”, “jaga kebersihan dikamarmu”, kecuali bila kita sudah terlebih dahulu mengenali perasaan mereka.

Dalam kondisi emosi yang negatif seorang anak tidak dapat menerima input dan nasehat bahkan titah sekalipun yang dapat mengubah perilaku mere­ka. Berbeda hasilnya jika kita mampu mengerti dan menge­nali perasaan emosi mereka terlebih dahulu maka mereka akan terbuka dan mendengar­kan saran logis dari kita. Anak–anak dan remaja akan mela­kukan sesuatu jika membuat mereka merasa nyaman atau enak di rasanya atau hatinya.

Sebelum melangkah lebih jauh, kita akan belajar bersama, bagaimana reaksi kita dalam menghadapi masalah anak. Seringkali jika ada masalah maka yang ada dibenak kepala kita umumnya ada 3 hal, yaitu :

1. Memberi Nasihat, misal: “saya tadi berkelahi dengan Agus, disekolah”, respon kita pada umumnya “apa-apaan kamu ini sekolah bukan tempat belajar jadi tukang berantem, hanya penjahat yang menyelesaikan masalah dengan berantem”

2. Menginterogasi, misal: “Hp saya hilang di sekolah” respon kita pada umumnya “kamu yakin bukan kamu sendiri yang menghilangkan? Yakin kamu tidak lupa, coba diingat kembali”

3. Menyalahkan dan menu­duh, misal: “tadi Edo dihukum karena tidak mengerjakan PR” respon kita pada umumnya “dasar anak malas, mulai hari ini kamu harus lebih disiplin dan perhatikan tugas disekolah”.

Setelah melihat ketiga co­n­toh diatas, tidak ada satu ruang pun untuk mengakui perasaan atau emosi anak, betul? Sering­kali kita ini hanya memberikan masukan tanpa mau mendengar apa yang sebenarnya terjadi (lebih tepatnya perasaan apa yang terjadi pada diri anak kita). Ketika emosi seorang anak diabaikan mereka akan lebih marah dan benci. Selama ini mereka berada dalam keadaan emosi negatif, semua nasihat-nasihat maksud baik kita tidak akan digubris, malah akan di “gubrak”.

Cara terbaik untuk mema­hami anak kita adalah, mengakui emosinya (kenali emosinya) dan beri mereka kekuatan untuk menemukan solusi atas masa­lah mereka sendiri. Caranya adalah:

1. Dengarkan mereka 100%, tatap matanya dengan tatapan datar atau sayang. (Berikan perhatian dan pengakuan)

Terkadang yang dibutuhkan anak hanya didengar saja, bukan solusinya. Hanya memberikan perhatian 100% kita bisa terke­jut, ternyata anak mau terbuka dan mau berbagi pikiran dan perasaan. Hanya dengan berka­ta “hmm.. okay, begitu ya.. lalu..” Walau nampaknya seder­hana, jujur ini sulit bagi kita orangtua yang terbiasa mau ambil jalur cepat alias membe­rikan solusi dan menyelesaikan masalah. Ketika hal itu kita lakukan, anak akan menutup diri dan meng­hindar bicara kepada kita. Anak hanya akan meyatakan pikiran dan perasaan yang sejujurnya tanpa takut dihakimi.

Ketika kita biarkan anak mengungkap emosi dan pikiran­nya dengan bebas (saat kita ada untuk memberi dukungan emo­sional), kita akan melihat mere­ka dapat menemukan solusi sendiri untuk permasalahan mereka. Kelebihan lainnya dari pendekatan ini adalah anak akan mengembangkan rasa percaya diri untuk berpikir bagi dirinya sendiri dan menghadapi tan­tangan – tantangan hidup.

Misal : “saya tadi berkelahi dengan Agus, disekolah”, respon kita “apa yang terjadi? Lukamu pasti sakit sekali yah.. oh, okay”

2. Mengenali dan mengam­barkan emosi.

Perlu bagi kita sesaat untuk mempelajari makna dari emosi, karena ini penting bagi kita untuk bisa mencerminkan emosi anak dan mengerti dengan pasti apa yang mereka rasakan. De­ngan dimengertinya perasa­an mereka, maka mudah bagi mere­ka untuk terbuka dan bicara tentang masalah mereka. Beri­kut adalah emosi yang umum­nya dialami oleh manusia.

Nama Emosi dan Makna-nya :

1. Marah – Merasakan ada­nya ketidakadilan

2. Rasa bersalah – Kita merasa tidak adil terhadap orang lain

3. Takut – Kita diharap­kan antisipasi karena sesuatum yang tak diinginkan bisa saja terjadi

4. Frustrasi – Melakukan sesuatu berulangkali dan hasil­nya tak sesuai harapan artinya kita harus cari cara lain

5. Kecewa – Apa yang diin­ginkan tidak bisa terwujud

6. Sedih – Kehilangan sesua­tu yang dirasa berharga

7. Kesepian – Kebutuhan akan relasi yang bermakna bu­kan hanya sekedar berteman

8. Rasa tidak mampu – Ke­bu­tu­han untuk belajar sesua­tu karena ada sesuatu yang tak bisa dilakukan dengan baik

9. Rasa bosan – Kebu­tuhan untuk bertumbuh dan menda­patkan tantangan baru

10. Stress – Sesuatu yang terlalu menyakitkan dan harus segera dihentikan

11. Depresi – Sesuatu yang­ terlalu menyakitkan dan harus segera dihentikan

Dengan turut mengerti pera­saan emosi anak dan mem­biarkan menemukan solusi ma­sa­lah­nya sendiri maka anak akan merasa dipahami dan nyaman. Serta akan tumbuh rasa percaya diri dilingkungan yang menghargai dia. Dan beri­kut­nya akan mudah bagi anak untuk terbuka terhadap orang­tuanya, dan sikap saling percaya antara orangtua dan anak akan terbentuk dengan baik. (h/pdk)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]