Satpol PP Cokok Badut Jam Gadang


Selasa, 10 Februari 2015 - 19:13:14 WIB

Meski demikian, petugas gabungan berhasil me­ne­mu­kan 18 kostum badut yang tersimpan di lantai dua Pasar Atas Bukittinggi, serta menyita kostum tersebut un­tuk dija­dikan barang bukti.

“Ketiga badut yang ditang­kap itu masih tergolong anak di bawah umur, yang berusia sekitar 11 dan 12 tahun. Me­reka adalah warga Bukittinggi juga, dan bersatus anak putus sekolah. Mereka ditangkap untuk diberi pembinaan dan arahan,” ujar Kepala Kantor Satpol PP Bukittinggi, Syafnir, Selasa (10/2).

Menurut Syafnir, pe­ner­tiban badut di kawasan Jam Gadang itu dilakukan sesuai instruksi Pemerintah Kota Bukittinggi yang melarang badut beroperasi di kawasan Jam Gadang, terhitung mulai Selasa 10 Februari 2015 hing­ga seterusnya tanpa batas.

“Sampai saat ini belum ada pasal dalam Perda yang bisa menjerat badut itu, sehingga tidak bisa masuk dalam per­kara tindak pidana ringan (tipiring). Namun demikian, kami akan melakukan koor­dinasi dengan pihak kejaksaan dan pihak terkait lainnya un­tuk mengatasi permasalahan badut yang telah meresahkan pengunjung Jam Gadang,” ulas Syafnir.

Yang jelas, menurut Sya­fnir, badut yang ditangkap akan dilepas kembali setelah dibina dan membuat per­nyataan untuk tidak me­ngu­langinya lagi. Begi­tu juga dengan 18 kostum yang disita menurut Syafnir akan dikem­balikan jika pengelola badut itu bersedia menan­da­tangani perjanjian di atas ma­terai, untuk tidak me­ngu­la­nginya lagi.

Tapi jika hari berikutnya para badut itu tetap beraksi, menurut Syafnir, pihaknya akan bertindak tegas dan akan memusnahkan kostum badut tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada izin yang diberikan pihak manapun terkait keberadaan badut di kawasan Jam Gadang. Pada tahun 2013 lalu, pe­ngelola badut sempat meminta toleransi dan meminta izin kepada DPRD Bukittinggi untuk beroperasi di kawasan Jam Gadang. Namun waktu itu mereka tidak dapat izin,” sambung Syafnir.

Syafnir menambahkan, a­gar kawasan Jam Gadang be­bas dari aktivitas badut, setiap hari  petugas akan ditem­patkan di sekitar Jam Gadang untuk melakukan pengawasan, dan langsung a­kan menangkap badut jika kembali beroperasi.

“Kalau tidak salah, ada sekitar tiga kelompok yang me­ngelola badut di Jam Ga­dang. Seluruh pengelola badut juga telah diberitahukan agar mereka tidak lagi melakukan aktivitas di ka­wasan Jam Ga­dang. Kami berharap mereka bisa memahami aturan yang dikeluarkan Pemerintah Kota Bukittinggi ini,” pungkas Syaf­nir. (h/wan/tot)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]